Unair keluarkan pelaku dugaan pelecehan seksual Fetish Kain Jarik
Elshinta
Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:47 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Unair keluarkan pelaku dugaan pelecehan seksual Fetish Kain Jarik
Ilustrasi. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Universitas Airlangga (Unair) akhirnya memutuskan secara tegas pelaku dugaan pelecehan seksual Fetish Bungkus Membungkus atau Fetish Kain Jarik berinisial G, di drop out sebagai mahasiswa Unair.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Suko Widodo, Rabu (5/8). Suko mengatakan bahwa keputusan ini diambil oleh Rektor Unair Prof Muh Nasih atas konfirmasi dengan orang tua yang bersangkutan. Pihak Unair, berhasil menghubungi orang tua G, yang saat ini berada di Kalimantan melalui daring.

“Merujuk pada asas komisi etik, keputusan baru bisa diambil saat bisa mendengar pengakuan dari yang bersangkutan dan atau wali. Karena orang tua sudah bisa dihubungi, maka pak Rektor memutuskan yang bersangkutan di D.O atau dikeluarkan,” terang Suko seperti dikutip dari beritajatim.

Keputusan D.O itu pun berlaku hari ini. Sehingga yang bersangkutan G, hari ini sudah bukan lagi berstatus mahasiswa Unair. Terkait itu pihak keluarga pun sepakat dan menyerahkan seluruh keputusannya kepada pihak Unair.

“Orang tua sudah minta maaf dan menyerahkan keputusan sepenuhnya ke Unair. Sudah tahu anaknya bakalan di D.O,” terang Suko.

Meski demikian, kasus dugaan pelecehan seksual ini masih akan terus diproses oleh pihak kepolisian. Sedangkan Unair masih menyediakan layanan konsultasi bagi para korban di Help Center Unair.

“Kalau masalah etik, kami sudah selesaikan, tapi kalau masalah kriminalnya menjadi wewenang kepolisian. Yang pasti Unair terus memberikan pendampingan kepada para korban yang mengalami trauma,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa turut membantu mengajar anak sekolah di gereja
Senin, 21 September 2020 - 16:35 WIB
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, bahwa dalam ke...
Nadiem tegaskan penyederhanaan kurikulum belum dilakukan hingga 2022
Minggu, 20 September 2020 - 20:29 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyederhanaan kurikul...
Universitas Ma Chung lakukan wisuda online di masa pandemi COVID-19
Minggu, 20 September 2020 - 18:39 WIB
Sekitar 208 orang mahasiswa Universitas Ma Chung ikuti wisuda secara daring, Minggu (20/9).
IKASA UNJ: Pelajaran sejarah disampaikan atas nama NKRI, jangan diotak-atik 
Minggu, 20 September 2020 - 14:10 WIB
Polemik terus bergulir terkait rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan...
Polsek Secanggang gratiskan wifi untuk anak sekolah belajar daring
Minggu, 20 September 2020 - 08:26 WIB
Bantu anak sekolah belajar dalam jaringan (daring), Polsek Secanggang, Polres Langkat, Sumatera Utar...
17.000 mahasiswa UB ikuti PKKMB secara online terbagi dalam 64 klaster
Sabtu, 19 September 2020 - 14:29 WIB
Sebanyak 17.000 mahasiswa Universitas Brawijaya Malang angkatan 2020 mengikuti Pengenalan Kehidupan ...
Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ: Penghapusan pelajaran sejarah bentuk pelemahan pondasi bangsa
Sabtu, 19 September 2020 - 12:36 WIB
Seperti disampaikan Koordinator Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ, Humaidi, M. Hum, draft kurikulum b...
 7.300 maba UM ikuti PKKMB secara daring
Jumat, 18 September 2020 - 20:11 WIB
Sebanyak 7.300 orang mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur mengikuti Program Pengenal...
 Dirjen Pendidikan Islam: Tatap muka madrasah harus di zona hijau
Jumat, 18 September 2020 - 18:57 WIB
Madrasah yang akan memulai pelajaran tatap muka wajib di masa pandemi Covid-19 wajib mematuhi aturan...
Standar pendidikan untuk PAUD dan PJJ dikembangkan BSNP
Jumat, 18 September 2020 - 18:26 WIB
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengembangkan standar nasional pendidikan untuk jenjang Pen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV