Raja Galuh sesalkan pernyataan Menteri PMK
Elshinta
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:26 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Raja Galuh sesalkan pernyataan Menteri PMK
Sumber foto: Teddy Widara/elshinta.com.

Elshinta.com - Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi menyesalkan pernyataan Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhazir Effendi tentang tingginya angka kemiskinan di Indonesia dikarenakan yang miskin menikah dengan keluarga miskin, sehingga melahirkan keluarga miskin baru.

"Pernyataan Pak Menteri itu saya nilai serampangan, dan ngawur, tidak paham isi UUD 45. Karena amanat UUD 45 itu sudah jelas, negara harus hadir untuk memenuhi hak-hak dasar rakyat itu," tegas  Evi kepada wartawan di Subang, Rabu (5/8).

Menurut Evi pernyataan Menteri PMK tersebut, seolah-olah negara enggan hadir untuk rakyatnya. "Padahal tujuan negara itu memenuhi hak-hak dasar rakyat, yang di jamin Pasal 33 Undang-undang Dasar (UUD) 1945 yaitu, menjamin hak pendidikan, kesehatan, pangan, sandang dan papan," imbuhnya.

Untuk mengentaskan kemiskinan, kata Evi, menjadi kewajiban pemerintah. Dalam hal ini tanggungjawab para Menteri, termasuk Menteri PMK. "Saya kira, Pak Menteri ini, terkesan mau lepas tanggungjawab, padahal tanggungjawab, dan kewajiban pemerintah dalam memenuhi hak-hak dasar rakyat itu jelas, tertuang dalam UUD 45. Terlebih para menteri itu, diberikan anggaran untuk menangani semua hak-hak dasar rakyat tersebut," paparnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Teddy Widara.

Sekali lagi Evi menegaskan, jika menteri berkomentar seperti itu, jangan harap kemiskinan di Indonesia bisa dientaskan, dan kapan bangsa ini bisa maju.

Dan Evi mendesak, Menteri PMK untuk mencabut pernyataannya tersebut, dan jangan menyalahkan rakyat. Karena kondisi di nagera ini, konteksnya negara belum bisa memenuhi hak-hak dasar rakyat.

"Pokoknya saya minta pak Menteri segera mencabut pernyataannya yang menyalahkan rakyat, padahal pernyataan itu bisa berbalik, siapa yang salah di sini, pemerintah atau rakyat," ucap Evi dengan nada kesal.

Sementara itu Evi menyebutkan, jika negara atau Menteri PMK menjalankan amanat UUD 45, dan memahami filosofi Galuh Pakuan " Minterkeun Anu Bodo (Mempitarkan yang Bodoh), Nguatkeun Anu Lemah (Menguatkan yang Lemah), dan Ngabeungharkeun Anu Sangsara (Mengkayakan yang Miskin). Tentunya Pak Menteri tidak akan mengeluarkan pernyataan seperti itu, karena itu sudah menjadi tanggungjawab, dan kewajiban pemerintah, dan menjadi hak dasar rakyat, untuk pintar, kuat dan makmur," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masyarakat diajak donorkan darahnya di masa pandemi COVID-19
Rabu, 16 September 2020 - 09:47 WIB
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk ...
Arab Saudi belum resmi umumkan izin pembukaan umrah
Selasa, 15 September 2020 - 17:37 WIB
Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menegaskan bahwa Arab Saudi hingga saat ini belum mengumumkan ...
Indonesia kecam pembakaran Al Quran di Swedia, Denmark
Jumat, 04 September 2020 - 15:45 WIB
Indonesia mengecam keras pembakaran dan perusakan Al Quran di Swedia dan Denmark, serta publikasi ke...
 Kemenag susun pedoman penerapan protokol kesehatan penyelenggaraan umrah
Jumat, 04 September 2020 - 14:11 WIB
Kementerian Agama tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 guna menyusu...
Tarian Godril Lumajang sambut gerakan `BISA` Kemenkraf
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 17:13 WIB
Tarian tradisional Godril Lumajangan sanggar Arum Pasirian Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sebagai p...
Komunitas Pecinta Hewan desak Pemprov DKI awasi peredaran daging anjing
Jumat, 28 Agustus 2020 - 12:43 WIB
Komunitas Pecinta Hewan, Animal Defenders Indonesia mendesak Pemprov DKI Jakarta agar benar-benar se...
Wagubsu resmikan Pesantren Tahfiz Kampong Qur`an di Langkat
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:45 WIB
Wakil Gubernur Sumarera Utara Musa Rajekshah, meresmikan Pondok Pesantren Tahfiz Kampong Quran di De...
Pemkab Langkat dukung haflah Al Quran di Besilam 
Rabu, 26 Agustus 2020 - 20:47 WIB
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara beraudiensi ke Pemerintah Kabupa...
Rizal Ramli harap PBNU tinggalkan politik praktis
Selasa, 25 Agustus 2020 - 17:36 WIB
Menko Ekuin era Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli berharap agar Pengurus...
Masih pandemi, perayaan Tahun Baru Hijriyah terapkan protokol kesehatan
Rabu, 19 Agustus 2020 - 19:12 WIB
Umat Islam menyongsong tahun baru Hijriyah 1442H pada Kamis, 20 Agustus 2020. Momentum ini seringkal...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV