Menkeu harapkan momentum pemulihan ekonomi terjadi di triwulan III-IV
Elshinta
Kamis, 06 Agustus 2020 - 08:16 WIB |
Menkeu harapkan momentum pemulihan ekonomi terjadi di triwulan III-IV
Menkeu Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua KSSK dalam jumpa pers daring di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Sumber foto: https://bit.ly/2XwRs8q

Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengharapkan momentum pemulihan ekonomi dapat terjadi pada triwulan III dan IV 2020, agar pertumbuhan bisa kembali berada pada zona positif.

"Kita berharap pada triwulan tiga dan empat pemulihan ekonomi bisa terjaga," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers KSSK di Jakarta, Rabu (5/8).

Sri Mulyani mengakui upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam situasi saat ini bukan merupakan hal yang mudah, mengingat berbagai sektor lapangan usaha maupun kelompok pengeluaran mengalami kontraksi yang dalam.

Meski demikian, kata dia, pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait terus berupaya untuk mendorong percepatan stimulus maupun insentif yang sudah direncanakan agar berdampak kepada masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan.

Dari sisi permintaan, pemerintah akan terus mempercepat penyaluran bantuan sosial maupun bantuan lainnya agar daya beli masyarakat terjaga dan melakukan pembenahan iklim investasi untuk mengantisipasi adanya pemulihan ekonomi.

Pemerintah juga akan mempercepat belanja yang masih terhambat dari sisi administrasi dengan mendorong Kementerian Lembaga untuk menyelesaikan dokumen pelaksanaan anggaran agar belanja pemerintah dapat menjadi stimulus.

"Pemerintah, melalui Kementerian PUPR, juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur dan program padat karya lainnya. Selain itu, juga akan membuka kawasan industri di daerah serta food estate untuk meningkatkan ketahanan pangan," kata Sri Mulyani, dikutip Antara.

Dengan berbagai upaya itu, Sri Mulyani mengharapkan ekonomi triwulan III dapat tumbuh pada kisaran 0-0,5 persen dan triwulan IV 2020 dapat tumbuh hingga mendekati 3 persen agar pertumbuhan bisa kembali ke zona positif.

"Triwulan tiga memang probabilitas negatif masih ada, karena penurunan beberapa sektor mungkin tidak pulih cepat. Triwulan empat kita berharap bisa meningkat mendekati tiga persen. Kalau itu terjadi maka keseluruhan tahun bisa terjaga di zona positif, minimal 0-1 persen," katanya.


Negatif

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi terkontraksi pada level negatif untuk pertama kalinya sejak triwulan I-1999, setelah perekonomian pada triwulan II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen.

Dari sisi lapangan usaha, kontraksi terjadi di berbagai kelompok seperti industri pengolahan yang minus 6,19 persen, perdagangan minus 7,57 persen dan konstruksi minus 5,39 persen.

Lapangan usaha lainnya yang ikut tumbuh negatif adalah pertambangan minus 2,72 persen, administrasi pemerintahan minus 3,11 persen dan yang terdampak paling besar yaitu transportasi dan pergudangan minus 30,84 persen.

Meski demikian, masih ada sektor yang tumbuh positif dalam periode ini antara lain sektor pertanian 2,19 persen, informasi dan komunikasi 10,88 persen serta jasa keuangan 1,03 persen.

Dari sisi kelompok pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang kontraksi terbesar dengan tumbuh negatif 5,51 persen disusul pembentukan modal tetap bruto (PMTB), yang merupakan komponen investasi, dengan tumbuh minus 8,61 persen.

Dalam periode ini, konsumsi pemerintah juga terkontraksi hingga 6,9 persen, ekspor barang dan jasa tumbuh minus 11,66 persen serta impor barang dan jasa tumbuh negatif 16,96 persen. (Der)  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ketua OJK paparkan empat arah kebijakan pengembangan keuangan syariah
Senin, 21 September 2020 - 12:56 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memaparkan empat arah kebijakan d...
OJK sebut keuangan syariah tunjukkan pertumbuhan positif
Senin, 21 September 2020 - 12:29 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan perkembangan keuangan...
Rupiah berpotensi menguat seiring kekhawatiran pemulihan ekonomi AS
Senin, 21 September 2020 - 10:47 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan berpotensi mengua...
IHSG awal pekan diprediksi bergerak positif
Senin, 21 September 2020 - 10:23 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan diprediksi bergerak po...
Strategi pemasaran di masa pandemi
Senin, 21 September 2020 - 09:22 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memaparkan empat strategi pemasaran yang perlu digenjot pelaku us...
UNESCO kampanye masker kain tradisional
Minggu, 20 September 2020 - 20:57 WIB
Unesco Jakarta dan Citi Indonesia, baru saja menggelar karya `Masker Kain Tradisional` secara daring...
Bank DKI raih tiga penghargaan BUMD Marketeers Awards 2020
Minggu, 20 September 2020 - 15:42 WIB
Bank DKI meraih tiga penghargaan dalam ajang BUMD Marketeers Awards 2020 yang diselenggarakan oleh M...
Anggota DPR berharap penyelesaian akses Bandara Kertajati
Minggu, 20 September 2020 - 15:15 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu mengharapkan adanya percepatan aksesibilitas dari dan menuju B...
Pemerintah pusat diminta turun tangan atasi anjloknya harga tembakau
Sabtu, 19 September 2020 - 14:15 WIB
Bupati Temanggung M. Al Khadziq meminta pemerintah pusat turun tangan mengatasi masalah penjualan te...
Kemenkeu RI-AS perkuat pembiayaan infrastruktur dan pasar keuangan
Sabtu, 19 September 2020 - 12:29 WIB
Kementerian Keuangan RI dengan Departemen Treasury AS melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV