Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Elshinta
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:06 WIB |
Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Ilustrasi: Emas batangan. Foto: Antara

Elshinta.com - Harga emas meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah menembus level psikologis 2.000 dolar AS untuk pertama kalinya dalam sejarah, karena dolar yang lebih lemah dan penurunan imbal hasil obligasi AS mendorong investor menimbun logam safe-haven.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, melonjak lagi 28,3 dolar AS atau 1,4 persen menjadi ditutup pada 2.049,30 dolar AS per ounce. Harga emas berjangka melambung 34,7 dolar AS atau 1,75 persen menjadi 2.021 dolar AS sehari sebelumnya (4/8/2020).

Harga emas berjangka naik tipis 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.986,3 dolar AS pada Senin (3/8/2020), setelah menguat 19,1 dolar AS atau 0,97 persen menjadi 1.985,90 dolar AS pada Jumat (31/7/2020), rebound dari penurunan 11,1 dolar AS atau 0,57 persen menjadi 1.942,30 dolar AS pada Kamis (30/7/2020).

Harga emas telah melonjak 34 persen tahun ini dan merupakan salah satu aset berkinerja terbaik 2020, dengan investor membeli dalam jumlah besar ditopang harapan akan mempertahankan nilainya ketika pandemi Virus Corona membalikkan pasar.

Menembus di atas 2.000 dolar AS untuk pertama kalinya pada Selasa (4/8/2020), harga emas berjangka melesat mencapai rekor tertinggi baru 2.070,30 dolar AS per ounce sebelum menetap 1,4 persen lebih tinggi pada 2.049,30 dolar AS.

Investor khawatir stimulus ekonomi yang dikeluarkan sebagai respons terhadap pandemi akan memicu inflasi yang akan menurunkan nilai aset lainnya. Pengembalian riil pada obligasi AS telah turun tajam, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) lebih menarik.

"Kami melihat kemerosotan yang sedang berlangsung dalam dolar AS, kurva imbal hasil AS semakin turun dan peningkatan ekspektasi inflasi," kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek.

"Ini menyiratkan bahwa di masa mendatang, hilangnya keuntungan potensial dari memegang emas akan semakin berkurang."

Kebuntuan di Washington atas kesepakatan bantuan Virus Corona membantu melemahkan dolar, yang bersaing dengan emas sebagai tempat yang aman. Dolar yang lebih rendah juga membuat harga emas lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lainnya.

Imbal hasil obligasi 10 tahun AS yang disesuaikan dengan inflasi turun menjadi minus 1,06 persen dari sekitar 0,1 persen pada awal tahun.

Emas juga mendapat dukungan ketika laporan yang dirilis oleh Automatic Data Processing Inc pada Rabu (5/8/2020) menunjukkan hanya 167.000 pekerjaan ditambahkan pada Juli, lebih lambat dari ekspektasi pasar dan jauh di bawah 3,8 juta pekerjaan yang ditambahkan pada Juni.

Para analis pasar mencatat bahwa ekspektasi untuk Juli lebih tinggi karena penguncian COVID-19 terlihat dicabut di awal bulan sebelum munculnya kembali kasus di akhir bulan.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada hari yang sama menunjukkan indeks sektor jasa-jasa meningkat 58,1 persen pada Juli, lebih baik dari yang diperkirakan dan lebih tinggi dari pembacaan 57,1 pada Juni.

Emas telah reli sangat cepat melompat lebih dari 200 dolar AS dalam waktu dua minggu lebih sedikit sehingga koreksi akan terjadi, kata Robin Bhar, seorang analis independen. Setiap rebound dalam imbal hasil obligasi dan penguatan dolar akan menghentikan reli emas dan mendorong harga lebih rendah, katanya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 86,2 sen atau 3,31 persen menjadi ditutup pada 26,89 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober melonjak 33,9 dolar AS atau 3,55 persen menjadi menetap pada 989,1 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menlu RI: 75 tahun berdiri, PBB harus perkuat relevansi dan adaptasi
Selasa, 22 September 2020 - 10:25 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam memperingati 75 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Ban...
WHO: Pedoman penularan COVID-19 tidak berubah
Selasa, 22 September 2020 - 09:51 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mengubah kebijakannya mengenai penularan virus corona melalui...
Emas anjlok, tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran stimulus
Selasa, 22 September 2020 - 08:56 WIB
Emas berjangka anjlok lebih dari 50 dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi), karena aksi...
Hasil tes ungkap sebab kematian misterius ratusan gajah di Botswana
Senin, 21 September 2020 - 21:38 WIB
Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah di Botswana mati karena kandungan ...
Saham Hong Kong berbalik melemah dengan indeks HSI anjlok 2,06 persen
Senin, 21 September 2020 - 18:26 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (21/9).
Prancis konfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 12:10 WIB
Otoritas kesehatan Prancis mengonfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19 pada Minggu (20/9), turun da...
Enam mayat diduga PMI ilegal ditemukan di Johor, Malaysia
Senin, 21 September 2020 - 09:59 WIB
Enam mayat diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan di Pantai Teluk C, Bandar Penawar,...
Otoritas Tiongkok temukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor
Senin, 21 September 2020 - 08:37 WIB
Otoritas di Provinsi Jilin, Tiongkok menemukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor, mendesak s...
Saat ini masker lebih efektif cegah COVID-19 dibanding vaksin
Minggu, 20 September 2020 - 15:29 WIB
Vaksin yang selama ini dinantikan banyak orang untuk menyelamatkan diri dari COVID-19 ternyata diseb...
Menlu Iran: Dunia harus menentang sanksi AS
Minggu, 20 September 2020 - 11:24 WIB
Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keingin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV