Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Elshinta
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:17 WIB |
Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Keadaan di wilayah pelabuhan yang mengalami kerusakan akibat ledakan yang terjadi kemarin di Beirut, Lebanon, Rabu (5/8/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Kelompok Bank Dunia, Rabu (5/8), mengatakan siap mengkaji kerusakan dan kebutuhan Lebanon untuk memulihkan diri dari ledakan hebat di pelabuhan Beirut.

Bank Dunia mengatakan akan membantu menggalang dana publik dan swasta untuk mendanai pembangunan kembali dan pemulihan.

Melalui pernyataan, Bank Dunia mengatakan pihaknya "juga akan bersedia memprogram kembali sumber-sumber yang ada saat ini serta mencarikan dana tambahan untuk mendukung pembangunan kembali kehidupan masyarakat yang terdampak oleh bencana ini."

Bank tersebut tidak menunjukkan sumber daya mana yang dapat dialihkan untuk upaya pemulihan pascaledakan.

Pada Juni, lembaga pemberi pinjaman pembangunan multilateral itu mengumumkan akan mengalokasikan kembali 40 juta dolar AS (sekitar Rp580 miliar) dari program kesehatan saat ini senilai 120 juta dolar (sekitar Rp1,7 triliun) bagi Lebanon untuk membantu negara itu memerangi pandemi virus corona.

Sedikitnya 135 orang tewas dan 5.000 lainnya luka-luka dalam ledakan pada Selasa (4/8) di pelabuhan Beirut.

Insiden itu juga menyebabkan sekitar 250.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah beberapa ledakan susulan mengguncang banyak bangunan.

Pada Rabu, juga tidak ada kejelasan apakah bencana itu akan mengubah negosiasi alot Lebanon dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

IMF dan Lebanon sejak Mei telah mencoba menyusun paket dana talangan lebih luas untuk membendung krisis keuangan, yang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi stabilitas negara itu sejak perang saudara 1975-90.

Perundingan tersebut macet di tengah ketidaksepakatan mengenai skala kerugian finansial dalam sistem perbankan Lebanon, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Jokowi harap PBB senantiasa berbenah diri
Rabu, 23 September 2020 - 10:25 WIB
Presiden Joko Widodo berharap agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat berbenah diri sehingga res...
Emas turun lagi, dolar AS lanjutkan kenaikan, fokus pada komentar Fed
Rabu, 23 September 2020 - 08:26 WIB
Emas berjangka turun untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ...
Umrah kembali dibuka mulai 4 Oktober dan 1 November
Rabu, 23 September 2020 - 08:12 WIB
Pemerintah Arab Saudi kembali mengizinkan jamaah dalam negeri untuk melakukan ibadah umrah mulai 4 ...
Pengadilan Hong Kong tetap wajibkan PRT asing tinggal di rumah majikan
Rabu, 23 September 2020 - 07:11 WIB
Keputusan hakim di Hong Kong yang mempertahankan aturan pembantu rumah tangga (PRT) dari luar negeri...
Menlu RI: 75 tahun berdiri, PBB harus perkuat relevansi dan adaptasi
Selasa, 22 September 2020 - 10:25 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam memperingati 75 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Ban...
WHO: Pedoman penularan COVID-19 tidak berubah
Selasa, 22 September 2020 - 09:51 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mengubah kebijakannya mengenai penularan virus corona melalui...
Emas anjlok, tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran stimulus
Selasa, 22 September 2020 - 08:56 WIB
Emas berjangka anjlok lebih dari 50 dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi), karena aksi...
Hasil tes ungkap sebab kematian misterius ratusan gajah di Botswana
Senin, 21 September 2020 - 21:38 WIB
Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah di Botswana mati karena kandungan ...
Saham Hong Kong berbalik melemah dengan indeks HSI anjlok 2,06 persen
Senin, 21 September 2020 - 18:26 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (21/9).
Prancis konfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 12:10 WIB
Otoritas kesehatan Prancis mengonfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19 pada Minggu (20/9), turun da...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV