Fenomena embun beku muncul lagi di Dieng
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 07:27 WIB |
Fenomena embun beku muncul lagi di Dieng
Fenomena embun upas di Dieng. Sumber foto: https://bit.ly/3adh3YY

Elshinta.com - Fenomena embun upas atau embun beku kembali muncul di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, pada Minggu (9/8). 

"Ini kemunculan kedua selama bulan Agustus, hari Sabtu (8/8) kemarin muncul pada suhu minus satu dan hari ini (Minggu) pada suhu minus tiga," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Objek wisata Dieng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Sri Utami di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dia mengatakan, kemunculan embun upas atau embun beku menjadi salah satu daya tarik wisata di lokasi tersebut.

"Banyak wisatawan yang datang ke Dieng karena ingin melihat fenomena embun upas ini," katanya, dikutip Antara.

Dia menyebut, sejumlah objek wisata di Dieng telah dibuka sejak 1 Agustus 2020 dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Sosialiasi mengenai protokol kesehatan ini selalu kami sampaikan kepada wisatawan, penggunaan masker, jaga jarak fisik, cuci tangan, dan menghindari kerumunan menjadi keharusan demi keamanan dan kenyamanan bersama," tuturnya. 

Dia mengatakan, rombongan wisatawan akan dipandu oleh pemandu wisata yang sekaligus bertugas untuk mengingatkan soal protokol kesehatan.

"Rombongan dipandu oleh pemandu wisata, satu pemandu untuk sekitar 20 orang wisatawan salah satu fungsinya untuk mengingatkan soal protokol kesehatan," jelas dia. 

Sri Utami juga mengatakan, bahwa pada akhir pekan banyak wisatawan yang menginap di homestay yang ada di sekitar objek wisata.

"Ada juga wisatawan yang sengaja menunggu munculnya embun upas di areal parkir Candi Arjuna," katanya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie menambahkan, saat musim kemarau, Dataran Tinggi Dieng memiliki kelembaban udara yang tinggi, berbeda dari daerah lainnya di Jawa Tengah. Tingginya kelembaban udara tersebut akibat kompleksitas pegunungan dan tutupan lahan.

"Pada saat inilah embun upas atau embun beku terbentuk," kata dia.

Setyoajie Prayoedhie mengatakan, pola kelembaban udara harian di Dieng dapat menjadi jenuh atau terkondensasi menjelang pagi hari.

"Uap air di udara berubah menjadi titik-titik air, di saat yang bersamaan suhu udara harian juga menuju pada titik minimumnya mencapai nol derajat celcius atau bahkan minus. Akibat suhu lingkungan yang sangat dingin, titik-titik air atau embun yang telah terbentuk tersebut kemudian berubah menjadi kristal es atau embun upas," katanya.

Embun upas, tambah dia, akan bertahan ketika suhunya masih berada pada kisaran titik beku. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PPNI Lumajang ingatkan pemerintah banyak petugas kesehatan positif COVID-19
Sabtu, 19 September 2020 - 17:42 WIB
Kewaspadaan terjadinya lonjakan peningkatan jumlah para petugas medis di Kabupaten Lumajang, Jawa Ti...
Muhadjir Effendy ingatkan beras bansos harus berkualitas baik sesuai arahan Presiden
Sabtu, 19 September 2020 - 17:29 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mengingatkan Bulog...
Pembatasan aktivitas warga di Depok dilonggarkan lagi
Sabtu, 19 September 2020 - 16:44 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat memberikan pelonggaran terhadap Pembatasan Aktivitas Warg...
Kasus COVID-19 bertambah 4.168, pasien sembuh bertambah 3.576
Sabtu, 19 September 2020 - 16:29 WIB
Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 4.168 menjadi total 240.687 kasus dan jumlah pasien yan...
LPSK siap lindungi saksi dalam kasus kebakaran Gedung Kejagung
Sabtu, 19 September 2020 - 15:16 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan terhadap saksi-saksi dalam...
Puan ceritakan kedekatan Bung Karno dengan NU
Sabtu, 19 September 2020 - 14:57 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan orasi kebangsaan secara virtual dalam Konferensi Besar ke-23 G...
Puan apresiasi komitmen GP Ansor peduli terhadap sesama
Sabtu, 19 September 2020 - 14:40 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi komitmen kebangsaan GP Ansor yang konsisten di barisan depa...
Tower 6 dan 7 Wisma Atlet rawat inap 2.253 pasien positif COVID-19
Sabtu, 19 September 2020 - 13:49 WIB
Tower 6 dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, hingga Sabtu (19/9) p...
Peningkatan alokasi Dana Desa harus disertai akurasi data
Sabtu, 19 September 2020 - 13:39 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu mengingatkan bahwa rencana peningkatan alokasi program Dana De...
Menhub terbitkan peraturan dukung keselamatan bersepeda
Sabtu, 19 September 2020 - 13:28 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan peraturan Nomor PM 59 Tahun 2020 tentang Keselama...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV