Akademisi sebut pelibatan TNI tangani terorisme perlu didukung
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 09:45 WIB |
Akademisi sebut pelibatan TNI tangani terorisme perlu didukung
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Dr Ahmad Atang MSi. Sumber Foto: https://bit.ly/3imeDKH

Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Dr Ahmad Atang MSi mengatakan, pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu kepolisian dalam menangani terorisme perlu didukung.

"Soal keterlibatan TNI menangani terorisme menurut saya perlu didukung, karena kedua institusi ini memiliki personel terlatih dalam menangani situasi 'emergency' sehingga perlu kolaborasi," kata Ahmad Atang, di Kupang, Senin (10/8).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan pro kontra seputar rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Keterlibatan TNI dalam Penanganan Terorisme. Mantan Pembantu Rektor I UMK itu menjelaskan, terorisme merupakan metode gerakan dari radikalisme, sehingga keberadaannya dikategorikan sebagai kejahatan yang luar biasa.

Menurutnya, terorisme dalam aksinya selalu membidik sasaran berupa sarana umum, kerumunan di tempat umum, dan korbannya bersifat massal. Sebagai gerakan transnasional, kata dia, terorisme bukan hanya menjadi ancaman dalam negeri akan tetapi menjadi ancaman global, sehingga terorisme telah menjadi musuh bersama masyarakat dunia untuk memusnahkan.

Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi sasaran aksi-aksi teror, maka pemerintah membentuk sebuah badan untuk menangani masalah bahaya terorisme ini. Begitu juga, kata pengajar ilmu politik pada sejumlah perguruan tinggi di NTT itu, dalam organ kepolisian ada Densus 88 yang selama ini gencar memburu para aktor yang diduga sebagai pelaku teror.

Namun demikian, kerja Densus 88 yang begitu masif justru tidak membuat pergerakan teroris menjadi surut, tapi terus meningkat dari waktu ke waktu. "Karena itu, muncul isu soal peraturan presiden atau perpres yang akan melibatkan TNI guna membantu kepolisian dalam menangani terorisme menurut saya perlu didukung," pungkasnya, dihimpun Antara.

Kedua institusi ini memiliki personel terlatih dalam menangani situasi emergency, sehingga perlu kolaborasi. Dia menambahkan, kehadiran TNI tidak bermaksud melemahkan organ kepolisian, tetapi justru akan memperkuat posisi negara dalam berhadapan dengan aksi teror. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Antisipasi penyebaran Covid-19, DPD RI berikan bantuan APD untuk warga Langkat 
Jumat, 18 September 2020 - 13:36 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mattalitti melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten ...
Kunjungi Langkat, DPD RI bantu pembangunan Masjid SPN Polda Sumut
Jumat, 18 September 2020 - 13:25 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyala Mattalitti bersama Wakil Ketua DPD RI Sulthan Bakti...
Probable COVID-19, ASN Langkat meninggal dunia 
Jumat, 18 September 2020 - 13:11 WIB
Sudah terhitung empat orang ASN Pemkab Langkat, Sumatera Utara meninggal dunia, sebab COVID-19. Bupa...
Aturan seragam coklat satpam diberlakukan mulai tahun depan
Jumat, 18 September 2020 - 12:37 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, seragam baru satpam berwarna co...
Pasien COVID-19 di Kabupaten Solok bertambah jadi 98 orang
Jumat, 18 September 2020 - 12:02 WIB
Jumlah akumulatif pasien COVID-19 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bertambah menjadi 98 orang set...
Masyarakat ujung tombak penanganan COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 10:59 WIB
Juru Bicara Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono menyampaikan, masyarakat harus menyadari sebagai uju...
Waduh, kasus positif COVID-19 didominasi kelompok usia produktif
Jumat, 18 September 2020 - 09:25 WIB
Jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia didominasi kelompok usia produktif, yakni rent...
Epidemiolog sebut 3 faktor penentu tekan laju penularan COVID-19. Dimiliki Indonesia?
Jumat, 18 September 2020 - 09:10 WIB
Epidemiolog klinis Tifauzia Tyassuma menyebutkan, ada tiga faktor penentu di negara-negara yang berh...
Sebaran kasus COVID-19 di dunia, Indonesia tempati urutan ke-23
Jumat, 18 September 2020 - 08:41 WIB
Data statistik Johns Hopkins University Medicine mencatat Indonesia menempati urutan ke-23 kasus seb...
BPJAMSOSTEK: Data 11,8 juta penerima subsidi gaji telah diserahkan 
Jumat, 18 September 2020 - 08:02 WIB
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyerahkan data 2,8 juta calon pen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV