Apa saja terapi impotensi yang tepat?
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Apa saja terapi impotensi yang tepat?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DBAjUm

Elshinta.com - Impotensi alias disfungsi ereksi merupakan masalah seksual pada pria, yang ditandai dengan ketidakmampuan penis untuk melakukan ereksi secara optimal. Tidak hanya itu, hasrat seksual pria yang mengalami impotensi juga akan cenderung menurun.

Cara mengatasi impotensi ada bermacam-macam, mulai dari perawatan alami dengan konsumsi makanan sehat, hingga pengobatan atau tindakan medis dari dokter. Terapi impotensi dapat berbeda pada tiap orang. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa cara mengobati impotensi:

Gaya hidup sehat
Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat menjadi terapi impotensi yang bisa dilakukan paling awal. Tidak hanya mengatasi impotensi, langkah ini tentu juga akan berguna bagi kesehatan ke depannya. Konsumsi sumber makanan yang tepat.

Ada beberapa makanan yang dipercaya baik untuk pengobatan impotensi seperti sayur berdaun hijau gelap, buah, biji-bijian, ikan, dan daging organik, dalam sajian sehari-hari. Berbagai sumber makanan laut juga telah terkenal sebagai makanan afrodisiak, yakni makanan yang dapat meningkatkan gairah seksual.

Olahraga teratur
Olahraga secara teratur bisa mencegah impotensi sekaligus menjadi pilihan tepat sebagai pengobatan impotensi. Ini karena olahraga mampu meningkatkan produksi oksida nitrat dalam pembuluh darah.

Oksida nitrat bekerja dengan melebarkan pembuluh darah sehingga akan ada lebih banyak pasokan darah menuju penis. Akhirnya, ereksi yang dihasilkan pun akan jauh lebih kuat. 

Tidur yang cukup
Untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi, pastikan tidur tercukupi. Pola tidur yang buruk dapat menurunkan kadar testosteron, yaitu hormon yang berperan dalam ereksi dan gairah seksual pria.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/30JoiVD

Berhenti merokok 
Merokok dapat memicu penyempitan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah penis. Hal ini jelas akan mengurangi aliran darah yang dibutuhkan penis untuk ereksi.

Sementara itu, konsumsi minuman beralkohol dapat menurunkan produksi senyawa nitrogen oksida yang dibutuhkan untuk melebarkan pembuluh darah saat ereksi.

Minum obat kuat
Sebagian besar pria yang mengalami impotensi, mungkin akan memilih jalan pintas dengan mengonsumsi obat kuat karena bisa meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Kondisi ini otomatis akan merilekskan otot penis sekaligus melancarkan aliran darah, yang membuat ereksi lebih kuat dan tahan lama.

Jika obat minum tidak berhasil mengatasi impotensi, maka dilakukan penyuntikan obat ke penis ataupun saluran kencing. Namun sebaiknya sebelum memutuskan melakukan hal tersebut, sangat penting untuk selalu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter urologi. 

Vakum penis
Jika pemberian obat tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang mengganggu, vakum penis juga bisa menjadi cara mengatasi impotensi. Vakum penis dilakukan dengan cara menempatkan penis ke dalam sebuah tabung yang telah terhubung dengan pompa. Setelah dipompa, maka secara otomatis aliran darah ke penis akan jauh lebih lancar.

Langkah terakhir adalah memindahkan cincin elastis yang terletak di bagian ujung tabung ke bagian pangkal penis. Hal ini bertujuan untuk menjaga darah yang mengalir ke penis tetap kuat sehingga bisa mempertahankan ereksi.

Terapi testosteron
Jika kadar hormon testosteron dalam tubuh pria tergolong rendah, maka kemungkinan besar langkah yang akan ditempuh dokter dengan melakukan terapi testosteron. Tujuannya, tentu untuk meningkatkan kadar testosteron itu sendiri sehingga ereksi bisa bertahan dengan optimal.

Implan penis
Jika berbagai cara mengatasi impotensi tidak membuahkan hasil, dokter mungkin akan merekomendasikan pasien untuk melakukan implan penis. Implan penis merupakan tindakan operasi pemasangan alat khusus pada penis untuk membantu terjadinya ereksi.

Bangun hubungan baik dengan pasangan
Kondisi impotensi kerap membuat para pria menjadi kurang percaya diri dan semakin depresi. Untuk itu, komunikasi dengan pasangan merupakan hal yang sangat penting untuk mencurahkan apa yang pria pikirkan dan rasakan.

Dengan begitu, setidaknya akan mengurangi tekanan dalam diri dengan mengungkapkannya pada istri. Hindari juga terlalu memikirkan karier dan pekerjaan secara berlebihan. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3kt10Ln

Psikoterapi
Impotensi bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu penderita maupun pasangannya. Hal ini bisa membuat penderita impotensi mengalami stres atau gangguan kecemasan sehingga menyebabkan disfungsi ereksi tidak kunjung membaik walaupun sudah diberikan obat.

Untuk mengatasinya, dokter akan merujuk pasien ke psikolog agar pasien bisa melakukan konseling yang dapat meringankan stres atau rasa cemasnya.

Tetap optimis
Impotensi dapat menjadi hal yang sensitif untuk dibicarakan, apalagi dalam lingkungan para pria muda. Akan tetapi, janganlah berputus asa dan ingat bahwa ada banyak pria lain yang juga mengalami hal serupa dan ini merupakan kondisi yang dapat disembuhkan.

Kasus impotensi di usia muda terus meningkat dari waktu ke waktu. Karena itu, pria perlu lebih paham mengenai penyebab dari kondisi ini. Tetap harus berhati-hati terhadap obat. Kebanyakan obat-obatan tersebut belum terbukti secara medis dan bisa saja menyebabkan efek samping yang berbahaya. Oleh karena itu, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat kondisi impotensi diketahui, semakin cepat pula pengobatan terbaik yang dapat dilakukan.


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Pemerintah tambah ruang isolasi tampung 14 ribu pasien COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 21:11 WIB
Pemerintah menambah fasilitas kesehatan termasuk ruang isolasi untuk pasien COVID-19 dengan memanfaa...
15.000 anak Indonesia terpapar Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 19:48 WIB
Sebanyak 15.000 anak usia hingga 14 tahun di Indonesia terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 165 mening...
Ahli gizi: Waspadai potensi obesitas saat pandemi COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 16:11 WIB
Dosen Politeknik Kesehatan Denpasar, Jurusan Gizi Ni Made Yuni Gumala mengajak masyarakat dari semua...
Alasan dokter tak rekomendasikan pakai masker scuba
Jumat, 18 September 2020 - 12:50 WIB
Pakar kesehatan belakangan ini tidak merekomendasikan masyarakat mengenakan masker scuba karena tida...
Bagaimana cara meredakan stres dalam pernikahan?
Kamis, 17 September 2020 - 23:15 WIB
 Stres akibat pernikahan pengaruhnya sama buruknya untuk kesehatan seperti merokok. Stres dalam men...
WHO: Satu dari tujuh infeksi COVID-19 terjadi pada petugas kesehatan
Kamis, 17 September 2020 - 21:25 WIB
Satu dari tujuh kasus COVID-19 yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terjadi pada petu...
 Bagaimana sebaiknya posisi penis di celana dalam?
Rabu, 16 September 2020 - 23:15 WIB
Walau terkesan sederhana, kebanyakan pria dilema menentukan posisi penis saat memakai celana dalam. ...
Masyarakat terpapar COVID-19 di Langkat melonjak
Rabu, 16 September 2020 - 20:36 WIB
Sejak dua bulan terakhir terjadi lonjakan jumlah warga Kabupaten Langkat, Sumut, yang terpapar COVID...
Ketum Partai Emas dukung pemberlakuan kembali PSBB di Jakarta
Rabu, 16 September 2020 - 13:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV