YLKI paparkan empat penyebab klaim obat COVID-19 marak bermunculan
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:37 WIB |
YLKI paparkan empat penyebab klaim obat COVID-19 marak bermunculan
Sumber Foto: https://bit.ly/33IycZp

Elshinta.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memaparkan empat poin utama yang menjadi penyebab maraknya bermunculan klaim obat COVID-19 di Tanah Air sehingga meresahkan masyarakat.

"Pertama, hal itu terjadi karena buruknya politik manajemen penanganan wabah oleh pemerintah sejak awal," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Abadi Tulus saat diskusi daring dengan tema klaim obat COVID-19 yang dipantau di Jakarta, Senin (10/8).

YLKI menilai sejak akhir Februari hingga saat kini, penanganan politik manajemen terkait pandemi oleh pemerintah masih kurang maksimal. Kemudian, poin kedua ialah kurangnya literasi kepada masyarakat terkait produk obat-obatan selama pandemi terjadi.

Faktor ketiga yang mengakibatkan maraknya klaim obat bermunculan untuk penyembuhan COVID-19 berkaitan dengan aspek psikologis konsumen. Masyarakat menjadi takut terinfeksi karena hingga kini belum ada vaksin untuk penyembuhan. "Akibatnya, banyak masyarakat mencari jalan ke luar sendiri untuk membuat obat dan melakukan pengobatan sendiri," katanya.

Secara undang-undang masyarakat dibolehkan melakukan pengobatan mandiri. Namun, jika produk tersebut dikomersilkan, iklan dan sebagainya maka bisa menjadi persoalan. Selain itu, tekanan ekonomi yang terjadi akibat adanya pemutusan hubungan kerja dan pengurangan pendapatan mengakibatkan banyak orang mencari alternatif pemasukan lain salah satunya dengan cara klaim obat tersebut.

Terakhir, penyebab maraknya klaim obat COVID-19 ialah lemahnya atau kurang optimalnya penanganan aspek hukum terhadap pelanggaran-pelanggaran yang telah terjadi. "Saya kira empat hal ini yang melingkupi mengapa klaim obat COVID-19 itu menjadi marak," ujar dia, dihimpun Antara.

Pada kesempatan itu, YLKI menyarankan pemerintah dalam memecahkan masalah klaim obat COVID-19 tidak bisa hanya dilihat dari aspek mikro tetapi juga makro termasuk dari hulu dan hilirnya. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Helikopter PT NUH mendarat darurat di Paniai di ketinggian 4.700 dpl
Jumat, 18 September 2020 - 14:58 WIB
Kepala Basarnas Biak Gusti Anwar Mulyadi menyatakan sudah menemukan keberadaan helikopter milik PT. ...
Kabar duka, Dokter di Malang meninggal karena Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 14:38 WIB
Seorang dokter di Malang, Jawa Timur meninggal dunia karena Covid-19. Tenaga medis itu adalah dr Am...
Antisipasi penyebaran Covid-19, DPD RI berikan bantuan APD untuk warga Langkat 
Jumat, 18 September 2020 - 13:36 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mattalitti melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten ...
Kunjungi Langkat, DPD RI bantu pembangunan Masjid SPN Polda Sumut
Jumat, 18 September 2020 - 13:25 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyala Mattalitti bersama Wakil Ketua DPD RI Sulthan Bakti...
Probable COVID-19, ASN Langkat meninggal dunia 
Jumat, 18 September 2020 - 13:11 WIB
Sudah terhitung empat orang ASN Pemkab Langkat, Sumatera Utara meninggal dunia, sebab COVID-19. Bupa...
Aturan seragam coklat satpam diberlakukan mulai tahun depan
Jumat, 18 September 2020 - 12:37 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, seragam baru satpam berwarna co...
Pasien COVID-19 di Kabupaten Solok bertambah jadi 98 orang
Jumat, 18 September 2020 - 12:02 WIB
Jumlah akumulatif pasien COVID-19 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bertambah menjadi 98 orang set...
Masyarakat ujung tombak penanganan COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 10:59 WIB
Juru Bicara Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono menyampaikan, masyarakat harus menyadari sebagai uju...
Waduh, kasus positif COVID-19 didominasi kelompok usia produktif
Jumat, 18 September 2020 - 09:25 WIB
Jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia didominasi kelompok usia produktif, yakni rent...
Epidemiolog sebut 3 faktor penentu tekan laju penularan COVID-19. Dimiliki Indonesia?
Jumat, 18 September 2020 - 09:10 WIB
Epidemiolog klinis Tifauzia Tyassuma menyebutkan, ada tiga faktor penentu di negara-negara yang berh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV