Harga minyak berakhir naik pada perdagangan Selasa pagi WIB
Elshinta
Selasa, 11 Agustus 2020 - 09:35 WIB |
Harga minyak berakhir naik pada perdagangan Selasa pagi WIB
Harga minyak global naik didorong data ekonomi positif. Sumber foto: https://bit.ly/2DvKbiz

Elshinta.com - Harga minyak menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), didukung oleh data yang menunjukkan pabrik-pabrik Tiongkok kembali ke level sebelum pandemi, tanda-tanda meningkatnya permintaan energi dan harapan untuk kesepakatan di Amerika Serikat tentang lebih banyak stimulus ekonomi terkait virus corona.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober naik 59 sen atau 1,3 persen menjadi menetap di 44,99 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan September bertambah 72 sen atau 1,8 persen, menjadi ditutup pada 41,94 dolar AS per barel.

Harga minyak juga mendapat dukungan setelah Presiden AS Donald Trump mencuit bahwa Demokrat di Kongres ingin bertemu dengannya untuk bantuan ekonomi terkait virus corona. Pembicaraan antara Demokrat dan pemerintahan Trump macet minggu lalu.

“Kompleks minyak sangat bergantung pada bantuan itu. Kami membutuhkan orang-orang untuk dapat meningkatkan aktivitas ekonomi guna memacu permintaan,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

Pada Minggu (9/8/2020), CEO Aramco, Arab Saudi, Amin Nasser memperkirakan permintaan minyak rebound di Asia karena ekonomi secara bertahap dibuka kembali setelah penguncian untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Deflasi pabrik Tiongkok berkurang pada Juli, didorong oleh kenaikan harga minyak global dan aktivitas industri yang meningkat menuju level sebelum pandemi.

"Sedikit berita utama yang menguntungkan terkait virus corona telah cukup untuk memacu minat beli kembali ke pasar bensin," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

Irak pada Jumat (7/8/2020) mengatakan akan memangkas produksi minyaknya sebanyak 400.000 barel per hari pada Agustus dan September untuk mengkompensasi kelebihan produksi dalam tiga bulan terakhir.

Langkah tersebut akan membantunya memenuhi bagian pemotongannya oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+.

“Ini akan mengirimkan sinyal yang kuat ke pasar minyak di berbagai level. Namun demikian, hal ini juga akan membutuhkan perusahaan-perusahaan internasional yang beroperasi di Irak untuk ikut serta dalam pemotongan tersebut,” kata analis Commerzbank Eugen Weinberg, dilansir Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hasil tes ungkap sebab kematian misterius ratusan gajah di Botswana
Senin, 21 September 2020 - 21:38 WIB
Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah di Botswana mati karena kandungan ...
Saham Hong Kong berbalik melemah dengan indeks HSI anjlok 2,06 persen
Senin, 21 September 2020 - 18:26 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (21/9).
Prancis konfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 12:10 WIB
Otoritas kesehatan Prancis mengonfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19 pada Minggu (20/9), turun da...
Enam mayat diduga PMI ilegal ditemukan di Johor, Malaysia
Senin, 21 September 2020 - 09:59 WIB
Enam mayat diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan di Pantai Teluk C, Bandar Penawar,...
Otoritas Tiongkok temukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor
Senin, 21 September 2020 - 08:37 WIB
Otoritas di Provinsi Jilin, Tiongkok menemukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor, mendesak s...
Saat ini masker lebih efektif cegah COVID-19 dibanding vaksin
Minggu, 20 September 2020 - 15:29 WIB
Vaksin yang selama ini dinantikan banyak orang untuk menyelamatkan diri dari COVID-19 ternyata diseb...
Menlu Iran: Dunia harus menentang sanksi AS
Minggu, 20 September 2020 - 11:24 WIB
Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keingin...
Mantan PM Kanada Turner tutup usia
Minggu, 20 September 2020 - 10:51 WIB
Mantan Perdana Menteri Kanada John Turner, yang menjabat hanya 11 pekan dan memimpin Partai Liberaln...
Trump dukung kesepakatan memungkinkan TikTok terus beroperasi di AS
Minggu, 20 September 2020 - 10:10 WIB
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mendukung kesepakatan yang memungkinkan TikTok terus beroper...
Tiongkok akan balas AS atas larangan TikTok dan WeChat
Minggu, 20 September 2020 - 08:50 WIB
Pemerintah Tiongkok menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah Amerika Serikat yang melarang ap...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV