Jangan gunakan `neck gaiter` untuk gantikan masker
Elshinta
Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:56 WIB |
Jangan gunakan `neck gaiter` untuk gantikan masker
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Cju6f4

Elshinta.com - Beredar berbagai macam jenis masker, seiring meningkatnya kasus COVID-19 di seluruh dunia. Peneliti dari Duke University menguji masing-masing keampuhan setiap jenis masker dalam mencegah penularan virus corona jenis baru itu. 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa masker kain yang terbuat dari katun memiliki efektifitas serupa dengan masker medis pada umumnya. Sementara "neck gaiter" atau "buff" kemungkinan justru lebih berbahaya daripada tidak memakai masker sama sekali.

Neck gaiter atau buff kini menjadi alternatif populer di kalangan kaum muda yang ingin tetap bergaya dengan masker. Namun pada umumnya neck gaiter atau buff terbuat dari bahan yang tipis dan material yang elastis, sehingga tidak efektif untuk mencegah penyebaran virus.

Salah satu profesor sekaligus ahli fisika, kimia, biomedis dan radiologi dari Duke University, Warren S. Warren mengatakan, masker N95 merupakan jenis masker yang paling efektif untuk menangkal penyebaran virus melalui mulut dan hidung.

"Tidak akan ada droplet yang menembus masker baik dari mulut Anda ataupun dari orang lain," kata Warren seperti dikutip dari Washington Post.

Sementara itu neck gaiter atau buff masuk ke dalam kategori jenis masker terburuk.

"Neck gaiter memang sering digunakan orang karena nyaman untuk dikenakan. Namun itulah alasan utama kenapa menjadi sangat berbahaya, karena jenis bahan neck gaiter sangat tipis dan mudah menyerap udara serta air, sehingga sama sekali tidak membantu pencegahan," jelas Warren, dilansir Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Pemerintah tambah ruang isolasi tampung 14 ribu pasien COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 21:11 WIB
Pemerintah menambah fasilitas kesehatan termasuk ruang isolasi untuk pasien COVID-19 dengan memanfaa...
15.000 anak Indonesia terpapar Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 19:48 WIB
Sebanyak 15.000 anak usia hingga 14 tahun di Indonesia terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 165 mening...
Ahli gizi: Waspadai potensi obesitas saat pandemi COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 16:11 WIB
Dosen Politeknik Kesehatan Denpasar, Jurusan Gizi Ni Made Yuni Gumala mengajak masyarakat dari semua...
Alasan dokter tak rekomendasikan pakai masker scuba
Jumat, 18 September 2020 - 12:50 WIB
Pakar kesehatan belakangan ini tidak merekomendasikan masyarakat mengenakan masker scuba karena tida...
Bagaimana cara meredakan stres dalam pernikahan?
Kamis, 17 September 2020 - 23:15 WIB
 Stres akibat pernikahan pengaruhnya sama buruknya untuk kesehatan seperti merokok. Stres dalam men...
WHO: Satu dari tujuh infeksi COVID-19 terjadi pada petugas kesehatan
Kamis, 17 September 2020 - 21:25 WIB
Satu dari tujuh kasus COVID-19 yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terjadi pada petu...
 Bagaimana sebaiknya posisi penis di celana dalam?
Rabu, 16 September 2020 - 23:15 WIB
Walau terkesan sederhana, kebanyakan pria dilema menentukan posisi penis saat memakai celana dalam. ...
Masyarakat terpapar COVID-19 di Langkat melonjak
Rabu, 16 September 2020 - 20:36 WIB
Sejak dua bulan terakhir terjadi lonjakan jumlah warga Kabupaten Langkat, Sumut, yang terpapar COVID...
Ketum Partai Emas dukung pemberlakuan kembali PSBB di Jakarta
Rabu, 16 September 2020 - 13:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV