Tangani Covid-19 di Subang tetapkan `herd immunity`
Elshinta
Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Tangani Covid-19 di Subang tetapkan `herd immunity`
Sumber foto: Teddy Widara/elshinta.com.

Elshinta.com - Penanganan Covid-19 di Kabupaten Subang, Jawa Barat kini menerapkan `Herd Immunity` berdasarkan Pedoman Kementerian Kesehatan RI Revisi Kelima terkait penanganan pasien konfirmasi positif Covid-19.

Dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, dr. Maxi di dalam satu pasalnya menjelaskan kalau ada pasien yang terkonfirmasi positif. Mereka yang terkonfirmasi positif ada yang bergejala dan tanpa gejala. Kalau pasien tanpa gejala hanya wajib melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Setelah itu bebas beraktifitas secara normal tanpa harus dilakukan test PCR kedua.

"Karena virus kembali ke jatidirinya akan mati selama 7 hari. Kalau pun ditest (swab) menunjukan positif, jangan beranggapan orang itu akan menularkan penyakit karena biasanya yang postif di PCR kedua adalah potongan atau pecahan atau fragmented kuman yang bisa dideteksi oleh mesin PCR," tuturnya kepada awak media termasuk Kontributor Elshinta Teddy Widara di tengah kegiatan pengambilan swab di Aula Pemda Subang Jawa Barat, Rabu (12/8).

Padahal yang berbahaya itu kata dr. Maxi kalau mereka memiliki kuman yang utuh. Sedangkan pecahan-pecahan kuman (virus) ini bagus disebarkan kepada masyarakat sebagai imunitas yang disebut dengan "Herd Immunity".

"Jadi jangan takut bersentuhan dengan orang-orang yang sudah 10 hari kena Covid-19, bagus tuh dia membantu kita untuk mendapatkan imunitas," tegasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Pemerintah tambah ruang isolasi tampung 14 ribu pasien COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 21:11 WIB
Pemerintah menambah fasilitas kesehatan termasuk ruang isolasi untuk pasien COVID-19 dengan memanfaa...
15.000 anak Indonesia terpapar Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 19:48 WIB
Sebanyak 15.000 anak usia hingga 14 tahun di Indonesia terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 165 mening...
Ahli gizi: Waspadai potensi obesitas saat pandemi COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 16:11 WIB
Dosen Politeknik Kesehatan Denpasar, Jurusan Gizi Ni Made Yuni Gumala mengajak masyarakat dari semua...
Alasan dokter tak rekomendasikan pakai masker scuba
Jumat, 18 September 2020 - 12:50 WIB
Pakar kesehatan belakangan ini tidak merekomendasikan masyarakat mengenakan masker scuba karena tida...
Bagaimana cara meredakan stres dalam pernikahan?
Kamis, 17 September 2020 - 23:15 WIB
 Stres akibat pernikahan pengaruhnya sama buruknya untuk kesehatan seperti merokok. Stres dalam men...
WHO: Satu dari tujuh infeksi COVID-19 terjadi pada petugas kesehatan
Kamis, 17 September 2020 - 21:25 WIB
Satu dari tujuh kasus COVID-19 yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terjadi pada petu...
 Bagaimana sebaiknya posisi penis di celana dalam?
Rabu, 16 September 2020 - 23:15 WIB
Walau terkesan sederhana, kebanyakan pria dilema menentukan posisi penis saat memakai celana dalam. ...
Masyarakat terpapar COVID-19 di Langkat melonjak
Rabu, 16 September 2020 - 20:36 WIB
Sejak dua bulan terakhir terjadi lonjakan jumlah warga Kabupaten Langkat, Sumut, yang terpapar COVID...
Ketum Partai Emas dukung pemberlakuan kembali PSBB di Jakarta
Rabu, 16 September 2020 - 13:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV