Harga minyak terangkat lebih dari dua persen 
Elshinta
Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:32 WIB |
Harga minyak terangkat lebih dari dua persen 
Ilustrasi. Foto: Antara

Elshinta.com - Harga minyak mentah global terangkat lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data pemerintah menunjukkan persediaan minyak AS secara keseluruhan turun, memperkuat harapan bahwa permintaan bahan bakar di ekonomi terbesar dunia itu meningkat.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober ditutup naik 93 sen atau 2,1 persen menjadi 45,43 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman September berakhir 1,06 dolar AS atau 2,6 persen lebih tinggi pada 42,67 dolar AS per barel, tertinggi untuk kontrak bulan depan sejak 5 Maret.

Persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan AS turun minggu lalu, karena penyulingan meningkatkan produksi dan permintaan meningkat, kutip sebuah laporan pemerintah.

Data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan, permintaan bahan bakar AS naik menjadi 19,37 juta barel per hari pekan lalu, tertinggi sejak Maret.

"Kami melihat permintaan bangkit kembali," kata Phil Flynn, analis energi senior di Price Futures Group. “Pasar semakin ketat lebih cepat dari yang diperkirakan orang.”

Persediaan minyak mentah turun 4,5 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 2,9 juta barel. Produksi minyak mentah turun menjadi 10,7 juta barel per hari dari 11 juta barel per hari dalam seminggu, menurut laporan itu.

"Statistik yang paling mengejutkan adalah penurunan produksi minyak sebesar 300.000 barel per hari pada saat yang sama ketika kami mendengar para produsen berbicara tentang pemulihan produksi," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston. “Itu akan memberi lebih banyak dukungan pada harga minyak mentah untuk keseimbangan tahun ini.”

Revisi turun EIA pada Selasa (11/8/2020) untuk perkiraan produksi minyak utama AS tahun ini juga memberikan dukungan pada harga.

Produksi minyak mentah AS diperkirakan turun 990.000 barel per hari tahun ini menjadi 11,26 juta barel per hari, lebih curam dari penurunan 600.000 barel per hari yang diperkirakan bulan lalu.

Permintaan minyak dunia akan turun 9,06 juta barel per hari tahun ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan dalam sebuah laporan bulanan pada Rabu (12/8/2020), lebih dari penurunan 8,95 juta barel per hari yang diperkirakan sebulan lalu.

Namun, ketidakpastian yang berkembang atas kebuntuan di Washington dalam pembicaraan untuk paket stimulus guna mendukung pemulihan dari dampak terdalam pandemi dapat menekan harga.

Di India, konsumsi bahan bakar olahan turun menjadi 15,68 juta ton pada Juli, jatuh 11,7 persen secara tahun-ke-tahun dan 3,5 persen di bawah level Juni, tulis data dari Petroleum Planning and Analysis Cell (PPAC) dari Kementerian Perminyakan & Gas Alam, demikian Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menlu RI: 75 tahun berdiri, PBB harus perkuat relevansi dan adaptasi
Selasa, 22 September 2020 - 10:25 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam memperingati 75 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Ban...
WHO: Pedoman penularan COVID-19 tidak berubah
Selasa, 22 September 2020 - 09:51 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mengubah kebijakannya mengenai penularan virus corona melalui...
Emas anjlok, tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran stimulus
Selasa, 22 September 2020 - 08:56 WIB
Emas berjangka anjlok lebih dari 50 dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi), karena aksi...
Hasil tes ungkap sebab kematian misterius ratusan gajah di Botswana
Senin, 21 September 2020 - 21:38 WIB
Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah di Botswana mati karena kandungan ...
Saham Hong Kong berbalik melemah dengan indeks HSI anjlok 2,06 persen
Senin, 21 September 2020 - 18:26 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (21/9).
Prancis konfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 12:10 WIB
Otoritas kesehatan Prancis mengonfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19 pada Minggu (20/9), turun da...
Enam mayat diduga PMI ilegal ditemukan di Johor, Malaysia
Senin, 21 September 2020 - 09:59 WIB
Enam mayat diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan di Pantai Teluk C, Bandar Penawar,...
Otoritas Tiongkok temukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor
Senin, 21 September 2020 - 08:37 WIB
Otoritas di Provinsi Jilin, Tiongkok menemukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor, mendesak s...
Saat ini masker lebih efektif cegah COVID-19 dibanding vaksin
Minggu, 20 September 2020 - 15:29 WIB
Vaksin yang selama ini dinantikan banyak orang untuk menyelamatkan diri dari COVID-19 ternyata diseb...
Menlu Iran: Dunia harus menentang sanksi AS
Minggu, 20 September 2020 - 11:24 WIB
Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keingin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV