Daerah diminta tutup kembali sekolah jika penularan corona meningkat
Elshinta
Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:43 WIB |
Daerah diminta tutup kembali sekolah jika penularan corona meningkat
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2XU2Tam

Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta pemerintah daerah menutup kembali sekolah jika risiko penularan virus corona penyebab COVID-19 di wilayahnya meningkat.

"Maka pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan. Implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat," kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Evy Mulyani dalam keterangan pers pemerintah di Jakarta, Kamis (13/8).

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta Kepala Satuan Pendidikan harus terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dalam memantau risiko penularan COVID-19 di daerah.

Pemerintah pusat mengizinkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah di daerah dalam zona hijau dan zona kuning dalam peta risiko penularan COVID-19 apabila ada persetujuan dari pemerintah daerah, kepala sekolah, komite sekolah, dan orang tua murid. "Meski sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka, persyaratan terakhir adalah adanya persetujuan dari orang tua peserta didik. Jika orang tua tidak setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa," kata Evy.

Pemerintah pusat mengizinkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muda di sekolah secara bertahap dengan beberapa pembatasan, termasuk di antaranya setiap kelas hanya diisi 30 sampai 50 persen dari kapasitas standar kelas. Di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan, setiap kelas yang sesuai standar awal bisa diisi 28 hingga 36 peserta didik kini hanya bisa diisi 18 peserta didik.

Sekolah Luar Biasa yang semula setiap kelasnya diisi lima hingga delapan orang kini hanya bisa diisi lima peserta didik per kelas dan setiap kelas dalam pendidikan anak usia dini yang semula bisa diisi 15 peserta didik kini hanya boleh diisi lima peserta didik. Waktu belajar juga dikurangi dan sistem pergiliran rombongan belajar diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi setiap satuan pendidikan.

Dikutip Antara, Evy menambahkan satuan pendidikan di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T) kebanyakan kesulitan menjalankan sistem pendidikan jarak jauh, karenanya pemerintah mengizinkan penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah dengan beberapa ketentuan. "Saat ini, 88 persen dari keseluruhan daerah 3T berada di zona kuning dan hijau. Dengan adanya penyesuaian SKB empat menteri itu, maka satuan pendidikan yang siap dan ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka memiliki opsi untuk melaksanakannya secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat," katanya. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 7.300 maba UM ikuti PKKMB secara daring
Jumat, 18 September 2020 - 20:11 WIB
Sebanyak 7.300 orang mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur mengikuti Program Pengenal...
 Dirjen Pendidikan Islam: Tatap muka madrasah harus di zona hijau
Jumat, 18 September 2020 - 18:57 WIB
Madrasah yang akan memulai pelajaran tatap muka wajib di masa pandemi Covid-19 wajib mematuhi aturan...
Standar pendidikan untuk PAUD dan PJJ dikembangkan BSNP
Jumat, 18 September 2020 - 18:26 WIB
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengembangkan standar nasional pendidikan untuk jenjang Pen...
DPP SAHI dukung pendidikan di Kabupaten Subang
Jumat, 18 September 2020 - 13:57 WIB
Putri Wakil Presiden (Wapres) RI, selaku Ketua Dewan Pembina dan Pengurusan DPP Silaturahmi Haji dan...
LL DIKTI X akan salurkan bantuan pulsa ke mahasiswa PTS aktif kuliah
Jumat, 18 September 2020 - 12:14 WIB
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) Wilayah X akan menyalurkan bantuan pulsa gratis dari pe...
UMM tambah guru besar 
Kamis, 17 September 2020 - 16:36 WIB
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menambah jumlah guru besarnya. Prof.Dr.Ihyaul Ulum Msi,Ak,CA d...
Webinar Prodi Pendidikan Sejarah UNJ-MGMP Sejarah Karawang: Belajar daring momentum pengayaan informasi sejarah lokal
Rabu, 16 September 2020 - 18:55 WIB
Para guru sejarah, khususnya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat diharapkan bisa bersama sama menghasi...
88 orang ikuti Ordik Program Pasca Sarjana Fakultas Peternakan UB
Selasa, 15 September 2020 - 16:28 WIB
Sekitar 88 peserta mengikuti Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (Ordik) yang digelar Fakultas Pe...
Rayakan ulang tahun ke-78, SMAN 3 Yogyakarta gelar Padmanaba Virtual Festival 2020
Selasa, 15 September 2020 - 15:48 WIB
Di tengah pandemi COVID-19, SMAN 3 Yogyakarta memperingati usianya yang ke-78 tahun. Rangkaian peray...
Cegah Covid-19, prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa bagikan masker
Selasa, 15 September 2020 - 14:45 WIB
Turut berpartisipasi membantu mencegah dan memutus penyebaran Covid-19, Prajurit Satgas Pamtas RI-PN...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV