Apa faktor penentu ukuran penis?
Elshinta
Kamis, 13 Agustus 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Apa faktor penentu ukuran penis?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/31Mr8bB

Elshinta.com - Setiap pria menginginkan ukuran penis yang besar untuk dapat memuaskan istrinya. Seperti yang diketahui, penis memiliki ukuran yang berbeda-beda pada tiap pria. Banyak hal berbeda yang bisa memengaruhi ukuran panjang dan pertumbuhan penis.

Berdasarkan penelitian ukuran alat vital pria Indonesia berada antara 12-15 cm, dengan rata-rata sekitar 12 cm. Apa yang membuat ukuran penis berbeda?Dihimpun dari berbagai sumber, terdapat beberapa faktor yang menentukan ukuran penis:

Genetik
Genetika merupakan hal pertama yang bisa menjadi penyebab ukuran penis. Genetik merupakan faktor yang tidak dapat dimodifikasi atau diubah. Perlu diketahui bahwa faktor genetik ini berasal dari kedua belah pihak, yaitu ayah dan ibu atau campuran keduanya.

Namun hal ini tidak dapat menjamin hal tersebut, karena banyak faktor lain yang memengaruhi ukuran penis itu sendiri. Genetik juga memengaruhi segala sesuatu di tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Hal ini bisa dimanipulasi dengan konsumsi zinc pada masa hamil. Kebutuhan akan zinc sangat mempengaruhi perkembangan organ reproduksi, kurangnya konsumsi zinc akan mempengaruhi perkembangannya secara optimal. 

Ras
Ukuran penis bervariasi berdasarkan etnik atau ras. Penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa penis terpendek dimiliki populasi pria di Asia Timur dan Tenggara, sedangkan yang terpanjang ditemukan di Amerika Selatan seperti Venezuela dan Kolombia serta negara-negara Afrika seperti Sudan.

Hormon
Hormon yang bertanggung jawab dalam menentukan ukuran penis adalah hormon testosteron. Testosteron dipercaya meningkatkan volume darah, sehingga ukuran penis dapat meningkat sementara saat ereksi karena banyaknya volume darah yang mengisi pembuluh darah sekitar penis.

Saat masa pubertas, hormon testosteron berperan penting dalam pertumbuhan penis. Ukuran penis pria terbentuk pada saat usia 12-18 tahun. Jika pria memiliki kadar testosteron yang lebih rendah selama masa pubertas, ini dapat memengaruhi pertumbuhan ukuran penis.

Kesehatan jantung
Bagaimana bisa jantung mempengaruhi ukuran penis? Misalnya pria yang memakai alat pemanjang penis. Alat ini bekerja dengan menggunakan traksi yang menyebabkan pembelahan sel dalam jaringan penis.

Aliran darah memiliki tingkat besar kontrol atas bagaimana efektifnya alat ini bekerja. Semakin segar darah beroksigen yang mengalir ke penis dan daerah selangkangan, semakin cepat alat pemanjang penis ini dapat bekerja.

Pengaruh kesehatan jantung ini terjadi karena seluruh jaringan tubuh arteri, vena dan pembuluh darah dikendalikan oleh kesehatan jantung. Semakin baik jantung dan pembuluh darah bekerja, semakin banyak darah segar yang akan mengalir di seluruh tubuh termasuk penis. 

Faktor sunat
Jangan sunat pada usia masih dalam pertumbuhan, biarkan kulit penis dan penis berkembang lebih dulu. Usia yang tepat saat sunat antara 13-14 tahun. Sunat pada usia dini membuat kulit penis tertarik yang menyebabkan perkembangannya tidak optimal. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3akVUfx

Suplemen penambah stamina
Beberapa suplemen dipercaya efektif menambah ukuran dengan meningkatkan aliran darah di penis dan produksi hormon testosteron. Salah satu contoh suplemen yang dipercaya mampu meningkatkan ukuran penis adalah omega-3. Namun tetap harus berhati-hati dalam memilih suplemen, karena banyak yang berbahaya bagi kesehatan.

Diet
Pola makan yang sehat membantu aliran darah jadi lancar sehingga ereksi penis pun akan lebih maksimal. Beberapa makanan, seperti brokoli, ubi, tomat, wortel, ikan salmon, telur, dan susu sangat disarankan untuk dikonsumsi karena membuat aliran darah menjadi lancar termasuk ke penis.

Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak jenuh juga penting agar tidak terjadi penyumbatan pada pembuluh darah.

Kebiasaan
Memakai celana dalam ketat sepanjang hari bukan sesuatu yang baik, cobalah hindari memakai celana terlalu ketat, karena hal ini akan memengaruhi peredaran darah di sekitar penis.

Aliran darah yang baik akan mengisi penis ketika ereksi. Jika terdapat sumbatan, makan ukuran penis akan tidak maksimal. Gunakan celana pendek dan longgar sebab akan lebih baik bagi pertumbuhan dan peredaran darah di sekitar area vital. 

Merokok
Kebiasaan merokok dapat mengurangi ukuran penis saat ereksi. Sebab, merokok bisa menghambat aliran darah dan itu berdampak negatif pada produksi elastin. Elastin merupakan salah satu protein penting yang membuat pria bisa mengalami ereksi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Pemerintah tambah ruang isolasi tampung 14 ribu pasien COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 21:11 WIB
Pemerintah menambah fasilitas kesehatan termasuk ruang isolasi untuk pasien COVID-19 dengan memanfaa...
15.000 anak Indonesia terpapar Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 19:48 WIB
Sebanyak 15.000 anak usia hingga 14 tahun di Indonesia terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 165 mening...
Ahli gizi: Waspadai potensi obesitas saat pandemi COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 16:11 WIB
Dosen Politeknik Kesehatan Denpasar, Jurusan Gizi Ni Made Yuni Gumala mengajak masyarakat dari semua...
Alasan dokter tak rekomendasikan pakai masker scuba
Jumat, 18 September 2020 - 12:50 WIB
Pakar kesehatan belakangan ini tidak merekomendasikan masyarakat mengenakan masker scuba karena tida...
Bagaimana cara meredakan stres dalam pernikahan?
Kamis, 17 September 2020 - 23:15 WIB
 Stres akibat pernikahan pengaruhnya sama buruknya untuk kesehatan seperti merokok. Stres dalam men...
WHO: Satu dari tujuh infeksi COVID-19 terjadi pada petugas kesehatan
Kamis, 17 September 2020 - 21:25 WIB
Satu dari tujuh kasus COVID-19 yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terjadi pada petu...
 Bagaimana sebaiknya posisi penis di celana dalam?
Rabu, 16 September 2020 - 23:15 WIB
Walau terkesan sederhana, kebanyakan pria dilema menentukan posisi penis saat memakai celana dalam. ...
Masyarakat terpapar COVID-19 di Langkat melonjak
Rabu, 16 September 2020 - 20:36 WIB
Sejak dua bulan terakhir terjadi lonjakan jumlah warga Kabupaten Langkat, Sumut, yang terpapar COVID...
Ketum Partai Emas dukung pemberlakuan kembali PSBB di Jakarta
Rabu, 16 September 2020 - 13:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV