Pimpinan MPR desak Polri ungkap tuntas kasus pemalsuan label SNI
Elshinta
Jumat, 14 Agustus 2020 - 12:20 WIB |
Pimpinan MPR desak Polri ungkap tuntas kasus pemalsuan label SNI
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid. Sumber Foto: https://bit.ly/3iG0rfK

Elshinta.com - Wakil Ketua MPR RI yang juga anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid mendesak kepolisian agar memberikan perhatian khusus untuk mengungkap secara tuntas kasus pemalsuan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berpotensi merugikan negara senilai Rp2,7 triliun.

"Segera tindaklanjuti dan kejar pelakunya. Jika serius, kami kira tidak sulit untuk mengungkap modus dan menangkap pelakunya. Jangan tunda lagi agar tidak muncul kerugian yang lebih besar," kata Gus Jazil, sapaan akrabnya, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/8).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meyakini pihak kepolisian tidak akan mengalami kesulitan jika serius untuk mengungkap kasus tersebut. Laporan kasus pemalsuan label SNI produk besi siku ini telah dilakukan pada Juni 2020, dan penyidik telah mengamankan dua orang tersangka, namun orang yang diduga sebagai pelaku utamanya masih menghirup udara bebas dan kasusnya terkesan mengambang. "Dilihat dari potensi kerugian negaranya sangat besar, Rp2,7 triliun rupiah, itu setara dengan satu tahun anggaran satu kementerian. Kami desak aparat penegak hukum agar segera melakukan atensi khusus untuk tindak lanjuti laporan tersebut," kata Gus Jazil.

Sejumlah anggota Komisi III DPR juga memandang kasus tersebut perlu menjadi atensi khusus kepolisian agar pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dapat terungkap tanpa pandang bulu.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebutkan berdasarkan informasi yang diterima IPW, praktik pemalsuan label SNI pada besi siku itu sudah berlangsung selama tiga tahun. "Kenapa pemilik perusahaan pemalsu label SNI pada produk besi siku tidak ditangkap dan dijadikan tersangka serta (hingga sekarang) dibiarkan bebas?" tanya Neta, dihimpun Antara.

IPW memperoleh informasi bahwa terbongkarnya kasus ini bermula dari adanya surat PO Palsu untuk pemesanan barang dari Thailand berupa besi siku. Setelah sampai di Indonesia, barang berupa besi siku itu diakui sebagai besi siku produk dalam negeri dan ditempel dengan label SNI palsu dan dijual kepada konsumen.

Laporan atas dugaan tindakan pemalsuan label SNI ini sudah masuk pada 17 Juni 2020. Pelapor mengadukan Kimin Tanoto, selaku komisaris tiga perusahaan besi, yakni PT Angkasa Sentosa Abadi, PT Gunung Inti Sempurna, dan PT Prisma Paramita, dengan Pasal 263 KUHP dan atau pasal 120 UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sejauh ini, polisi baru mengamankan dua anak buah Kimin dan menyita 4.600 ton besi siku impor yang ditempeli stiker SNI palsu berlogo Gunung Garuda. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga temukan arca tanpa kepala diduga peninggalan Kerajaan Kediri 
Senin, 21 September 2020 - 19:10 WIB
Pemerintah Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri melakukan koordinasi dengan Balai Pelestari ...
 Tingkatkan keselamatan lalu lintas, Astra Tol Cipali kampanyekan Bulan Keselamatan Berkendara
Senin, 21 September 2020 - 18:58 WIB
PT Lintas Marga Sedaya yang kini memiliki branding name Astra Infra Toll Road Cikopo-Palimanan (Astr...
Operasi yustisi, polisi sanksi keras pelanggar di Kota Depok
Senin, 21 September 2020 - 15:26 WIB
Polres Metro Depok terus meningkatkan terapan disiplin protokol kesehatan COVID-19. Tak hanya di sia...
Masyarakat diminta patuh protokol kesehatan, Satgas COVID-19: Tenaga medis lelah!
Senin, 21 September 2020 - 14:55 WIB
Tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 secara langsung banyak yang kelelahan karena harus beker...
Kapolda Kalsel tegaskan sanksi pidana bagi pelanggar protokol kesehatan COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 14:46 WIB
Kapolda Kalsel Irjen Pol. Nico Afinta, melepas langsung Tim Mobile Penegak Disiplin Kesehatan Polda ...
Danrem 174/ATW berangkatkan Satgas Yonif 756/WMS untuk bertugas di wilayah Kodim 1710/Mimika
Senin, 21 September 2020 - 13:39 WIB
Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko melepas kebe...
Antisipasi terpapar COVID-19, Ibu hamil diawasi ketat di Yogyakarta
Senin, 21 September 2020 - 11:25 WIB
Pengawasan terhadap kondisi kesehatan ibu hamil di Kota Yogyakarta di masa pandemi COVID-19 diperket...
Menag terkonfirmasi positif COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 10:59 WIB
Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi terkonfirmasi positif COVID-19. Namun demikian saat ini kondisi ...
Dinkes Lampung: Tempat tidur pasien COVID-19 masih tersedia 262
Minggu, 20 September 2020 - 21:42 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menyebutkan bahwa di daerah itu masih tersedia 262 tempat ...
PKBM Miftahul Huda gelar pelatihan wirausaha jenis Tata Boga
Minggu, 20 September 2020 - 21:16 WIB
Sebanyak 30 perempuan lulusan jalur paket B dan C  (setara SMP dan SMA) dari Desa Pagandon, Kecamat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV