Erick: Imunisasi massal awal 2021 setelah vaksin COVID-19 ditemukan
Elshinta
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:16 WIB |
Erick: Imunisasi massal awal 2021 setelah vaksin COVID-19 ditemukan
Sumber Foto: https://bit.ly/3fZwpld

Elshinta.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyebut imunisasi massal akan dilakukan pada 2021 setelah vaksin COVID-19 ditemukan.

“Setelah berjalan tetap gerakan stimulus ekonomi dan penemuan vaksin yang nantinya diharapkan awal tahun depan imunisasi massal,” kata Erick dalam diskusi virtual yang bertajuk “Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit” di Jakarta, Sabtu (15/8).

Erick berharap setelah ditemukan vaksin dan imunisasi massal, perekonomian Indonesia perlahan bisa bangkit. “Karena itu kemarin saya ketemu Kadin, kita sampaikan, sabar karena setelah ini dilakukan, baru kita bicara Indonesia tumbuh,” katanya.

Menurut dia, langkah pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19 lebih baik dari negara-negara tetangga, bahkan negara maju lainnya. “Kalau bicara pesimistis, kita lihat data-data kita dibanding negara tetangga. Kalau dibanding negara lain jauh, jelas jauh,” katanya.

Dia menyebutkan tingkat penyembuhan pasien COVID-19, yakni 65-69 persen di mana dinilai masih jauh lebih baik dibanding negara lain, termasuk Amerika Serikat, India dan Rusia. “Enggak ada yang sama Indonesia. Kadang-kadang asumsi di luar negeri kita gagal total kalau dilihat dari data real, kita sama baiknya. Kalau mau debat tingkat yang meninggal kita balikkan datanya jumlah meninggal dengan jumlah populasi. Kita jauh lebih baik dari Amerika Serikat Rusia, India,” katanya.

Menurut Erick, Indonesia memiliki karakteristik negara kepulauan, jadi tidak adil apabila penanganan dibandingkan dengan negara-negara daratan. “Kalau dibandingkan dengan negara yang populasi sepersepuluh ya enggak ‘fair’ apalagi kita negara kepulauan. Karena itu program Indonesia sehat harus jalan awal, baru bicara bantuan produktif untuk jaga bantuan kepada masyarakat termiskin, mikro, UMKM agar menjaga daya beli daripada keseluruhan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dia menambahkan semuanya menjadi prioritas, baik pemulihan kesehatan maupun ekonomi, untuk itu diperlukan aksi strategis yang didukung semua pihak. “Sesuai slogan, kesehatan pulih ekonomi bangkit itu enggak bisa dibalik-balik, sama juga dengan prioritas Indonesia Sehat Indonesia Kerja Indonesia Tumbuh itu enggak bisa dibalik-balik. Strategi yang akan kita lakukan bersama-sama, dengan komite terkait, dengan kepala daerah terkakt, kami harapkan aksi strategis didukung semua pihak. Kami di komite tugasnya percepatan, dukung, dan yang penting sinkronisasi. Program Indonesia Bekerja, Indonesia Sehat dibantu banyak pihak,” kata Erick.

Salah satu aksinya, yakni kampanye sosialisasi peningkatan kedisiplinan yang tertuang dalam Impres 6/2020, seperti memakai masker dan lainnya sesuai protokol kesehatan. “Yang oleh masyarakat yang cinta pada dirinya dan keluarganya. Kalau enggak cinta atas dirinya, enggak cinta keluarganya, program ini enggak mungkin berhasil. Kita ingin pastikan testing, ‘treatment’yang enggak kalah penting. Treatment juga macam-macam, yang penting mau terapi penyembuhan secara herbal, secara kimia, enggak udah didebatkan, yang penting sesuai protokol yang ditetapkan lembaga-lembaga yang sah,” katanya, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Forum KS Telaga Jernih gelar dialog semangat persatuan dalam bingkai NKRI dimasa COVID-19
Selasa, 22 September 2020 - 22:11 WIB
Forum Keserasian Sosial (KS) Desa Telaga Jernih, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera U...
Satgas: Kasus positif COVID-19 per pekan naik 8,4 persen
Selasa, 22 September 2020 - 20:28 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menunjukkan data perkembangan kasus positif COVID-19 per p...
Sambut HUT TNI ke-75, Kodam VI/Mulawarman gelar baksos donor darah
Selasa, 22 September 2020 - 19:55 WIB
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75 tahun 2020. Kod...
Demo di empat BUMN di Medan, minta Menteri BUMN dicopot
Selasa, 22 September 2020 - 19:29 WIB
 Aliansi Pemuda Sumatera Utara (APSU) berunjukrasa di empat BUMN yang ada di Kota Medan mendesak ag...
Kemensos dukung penuh penyusunan RUU tentang Kesejahteraan Lansia
Selasa, 22 September 2020 - 17:50 WIB
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat memenuhi Rapat Dengar Pend...
Momentum TBSU hidupkan kembali Tapian Daya
Selasa, 22 September 2020 - 17:27 WIB
Ketua Umum Dewan Kesenian Sumatera Utara Baharuddin Saputra, SH menegaskan saat ini momentum tepat U...
Dandim Boven Digoel berangkatkan 59 personel TMMD 109 ke wilayah perbatasan RI-PNG
Selasa, 22 September 2020 - 17:16 WIB
Komandan Kodim (Dandim) 1711/Boven Digoel Letkol Czi Daniel Panjaitan memberangkatkan personel S...
Kunjungi DPRD, Kapolda Kaltara minta masukan dan saran
Selasa, 22 September 2020 - 16:40 WIB
Belum satu bulan menjabat Kapolda Kalimantan Utara rupanya sudah tak sabar menemui para rekan kerjan...
Kunjungi Gubernur, Kapolda Kaltara bahas beberapa hal ini
Selasa, 22 September 2020 - 16:17 WIB
Sinergritas yang dibangun Polda Kalimantan Utara bukan hanya antara TNI dan Polri namun juga dengan ...
Ikatan Apoteker Indonesia: 800 apoteker telah terpapar COVID-19
Selasa, 22 September 2020 - 15:50 WIB
Ketua Bidang Apoteker Advance dan Spesialis PP Ikatan Apoteker Indonesia Prof Dr Kerry Lestari Danda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV