Ekonom sebut rencana IPO `subholding` Pertamina bukan privatisasi BUMN
Elshinta
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:46 WIB |
Ekonom sebut rencana IPO `subholding` Pertamina bukan privatisasi BUMN
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Ekonom The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip menyebutkan rencana initial public offering (IPO) subholding PT Pertamina (Persero) bukanlah bentuk privatisasi BUMN, sebab perusahaan yang masuk lantai bursa adalah anak usaha dan bukan saham BUMN Pertamina.

"Tidak bisa disebut sebagai privatisasi BUMN dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Sunarsip di Jakarta, Sabtu (15/8).
 
Menurut dia, secara konseptual yang disebut privatisasi adalah berkurangnya saham pemerintah di induk perusahaan, sedangkan dalam rencana IPO anak usaha atau suboldingPertamina ini, saham pemerintah di BUMN tersebut sama sekali tidak berkurang.
 
Rencana IPO subholding Pertamina, lanjutnya, sama seperti yang dilakukan beberapa BUMN di bidang konstruksi, ketika melepas saham anak perusahaan mereka di bursa saham.
 
Dalam hal ini, saham pemerintah di BUMN tersebut juga sama sekali tidak berkurang.
 
Oleh karena itu, dia menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena laporan keuangan anak perusahaan yang masuk lantai bursa tersebut, nantinya tetap akan dikonsolidasikan 100 persen ke dalam laporan keuangan Pertamina.
 
Termasuk, di dalamnya, adalah laporan kinerja, besarnya aset, utang, ekuitas, pendapatan, belanja, dan laba subholding tersebut.
 
"Dengan demikian, Pertamina masih memegang kendali terhadap subholding yang direncanakan masuk bursa saham tadi. Apalagi, berdasarkan informasi, saham anak perusahaan yang akan dilepas ke bursa sangat kecil, sekitar 20-30 persen saja," katanya.
 
Di sisi lain Sunarsip mengatakan, rencana IPO anak usaha tersebut, merupakan aksi korporasi biasa terkait upaya fund raisingPertamina.
 
Rencana IPO subholding mengemuka, karena Pertamina harus banyak melakukan investasi, sedangkan di sisi lain ekuitas BUMN tersebut terbatas.
 
Jadi, lanjut dia, nantinya uang hasil IPO akan dipakai untuk kegiatan investasi, mengembangkan investasi bisnis, dan untuk memperbesar pundi-pundi pendapatan atau revenue Pertamina sebagai holding.
 
"Ujung-ujungnya, kalau revenue besar, maka dividen juga besar. Dan ini akan memperbesar posisi dividen yang diberikan Pertamina kepada Pemerintah. Dengan catatan, uang hasil kegiatan IPO memang menghasilkan investasi yang profitable," jelas Sunarsip.
 
Menurut Sunarsip, rencana IPO subholdingjuga muncul karena Pertamina membutuhkan kenaikan aset, revenue, dan laba. Jika tidak melakukan aksi korporasi seperti itu, akan sulit buat BUMN energi tersebut untuk mengejar posisi-posisi perusahaan sejenis di luar negeri.
 
"Ini memang strategi perusahaan untuk mengejar pertumbuhan anorganik," kata dia mengutip Antara.
 
Aksi tersebut sangat penting, tambahnya, karena dengan ekuitas yang terbatas, Pertamina tidak mungkin meminta pemerintah untuk menyuntikkan modal lagi, untuk itu perusahaan harus kreatif mencari sumber pendanaan di luar penyertaan modal dari pemerintah.(Sik)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPR ingin pemerintah perketat impor pangan
Sabtu, 19 September 2020 - 11:39 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menginginkan pemerintah untuk bisa memperketat impor pangan s...
Menperin optimistis industri makanan-minuman tumbuh positif tahun ini 
Jumat, 18 September 2020 - 20:36 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis industri makanan dan minuman (mamin) aka...
Dukung program ketahanan pangan nasional, Danyonif 8 Marinir bersama prajurit panen cabai 
Jumat, 18 September 2020 - 19:36 WIB
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, prajurit di jajaran Brigif 4 Marinir/BS. Batalyon Infanteri...
Perkasa, rupiah spot ditutup menguat 0,67% ke Rp 14.735 per dolar AS pada hari ini
Jumat, 18 September 2020 - 18:11 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot semakin perkasa jelang akhir pekan. Jumat (18/9), rupiah spot ditut...
IHSG ditutup menguat 0,41% ke 5.059,22 hari ini 
Jumat, 18 September 2020 - 17:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 20,82 poin atau 0,41% ke 5.059,22 pada akhir perd...
Kemendag: Promosi produk berbasis geografis akan terus digencarkan
Jumat, 18 September 2020 - 15:25 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengembangkan strategi untuk mempromosikan Kopi Gayo berbasis Ind...
Baznas sampaikan konsep optimalisasi zakat PNS ke Pemkab Langkat
Jumat, 18 September 2020 - 14:11 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  Provinsi Sumatera Utara  bersama Baznas Kabupaten Langkat mela...
Rupiah akhir pekan berpeluang menguat, ditopang jatuhnya dolar AS
Jumat, 18 September 2020 - 10:45 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada akhir pekan ini, Jumat (18/...
Pergerakan IHSG hari ini bakal dibayangi sentimen negatif domestik
Jumat, 18 September 2020 - 10:18 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan diperkirakan akan dib...
 Fleksibel dan praktis, inilah sederet keunggulan bayar tagihan PDAM secara <i>online</i>
Jumat, 18 September 2020 - 06:20 WIB
Kemajuan teknologi telah membuat setiap orang saat ini dapat dengan mudah terhubung ke dunia digital...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV