Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Elshinta
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:35 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
 Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/31bkIUC

Elshinta.com - Menjaga kesehatan organ intim termasuk rambut kemaluan, merupakan hal yang sangat penting. Karena jika tidak menjaga kebersihan rambut kemaluan, kutu rambut bisa saja hinggap dan menimbulkan rasa gatal di kemaluan. 

Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. Tapi apakah benar bahwa kutu kelamin penyebab penyakit tertentu? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut serba serbi kutu kemaluan yang perlu diwaspadai:

Apa itu kutu kemaluan?
Kutu rambut merupakan sejenis serangga berbentuk kepiting yang dapat menginfeksi daerah rambut kemaluan. Kutu rambut kemaluan bisa terjadi pada siapa saja, bahkan dapat menyerang anak-anak. 

Kutu ini umumnya dijumpai pada pasien dengan penyakit menular seksual, maka kemungkinan dokter juga akan melakukan pemeriksaan adanya penyakit menular seksual, seperti klamidia. Karena mudah menular lewat kontak fisik, maka pasangan dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama menjalani pengobatan.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2YfnN42

Cara penularan 
Kutu kelamin ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lain lewat beberapa cara. Cara yang paling umum dalam penyebaran kutu tersebut adalah melalui kontak seksual, termasuk seks vaginal, anal, atau oral.

Menggunakan kondom dan kontrasepsi lain tidak akan melindungi dari kutu kelamin. Jenis lain dari kontak tubuh yang dekat, seperti memeluk dan mencium, juga dapat menyebarkan kutu. 

Kutu kemaluan menyebar dengan cara menebarkan telurnya di area rambut kemaluan. Tidak hanya menyerang rambut kemaluan, jenis kutu ini juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti bulu kaki, kumis, ketiak, alis, bulu mata, ataupun janggut.

Kutu rambut ini tidak akan menular melalui penggunaan toilet, karena kutu rambut tidak dapat bertahan dalam temperatur yang jauh dari manusia. Selain itu, kutu kemaluan juga tidak memiliki kaki yang kuat untuk bertahan di permukaan yang licin.

Gejala 
Orang-orang yang memiliki kutu kemaluan sering mengalami gatal-gatal di daerah genital atau anus mereka sekitar 5 hari setelah terinfeksi. Rasa gatal ini biasanya akan semakin parah di malam hari.

Gatal tersebut tidak disebabkan oleh gigitan, tapi oleh reaksi alergi atau hipersensitivitas kulit terhadap air liur kutu yang terkena kulit sebelum gigitan. 

Gatal terbatas pada daerah yang terkena, umumnya selangkangan, tetapi juga dapat menyebar ke perut, paha, dan kaki. Seseorang yang terkena kutu kemaluan di bagian tubuh yang lain juga mengeluhkan rasa gatal.

Kutu rambut ini bisa menimbulkan gejala lainnya seperti kulit yang berubah wana menjadi abu kebiruan, adanya luka bekas garukan, atau adanya luka gigitan di sekitar organ intim. Rasa gatal akibat kutu rambut ini akan berlangsung selama 2 hingga 4 minggu setelah kutu rambut menginfeksi daerah kemaluan.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/34pD9qH

Cara menghilangkan kutu rambut kemaluan
Gunakan losion atau sampo anti kutu 
Penggunaan sampo dan losion anti kutu harus diulang selama 7-10 hari untuk membasmi telur-telur yang mungkin belum mati saat penggunaan pertama. Untuk lebih amannya maka sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah risiko alergi.

Bersihkan semua barang-barang pribadi
Segera cuci bersih pakaian, handuk, seprai yang digunakan dengan sabun dan air bersuhu kurang lebih 54 derajat celsius. Kemudian jemurlah benda-benda tersebut dalam panas terik matahari selama 2 hari.

Atau keringkan selama 20 menit dalam suhu panas.Untuk benda yang tidak dapat dicuci, letakkan dalam kantung kedap udara selama 2 minggu. 

Apabila beberapa orang di rumah terkena kutu kemaluan, lakukan perawatan pada setiap orang di waktu bersamaan. Bersihkan seluruh rumah. Sedot seluruh rumah dan bersihkan kamar mandi dengan larutan pemutih. 

Kapan perlu periksa ke dokter?
Periksakanlah ke dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin jika obat yang dijual di apotek tidak berhasil membunuh kutu, sedang hamil, dan memiliki luka infeksi kulit akibat digaruk. 

Pengobatan kutu kemaluan memerlukan pengulangan setelah 9-10 hari. Periksalah area yang terinfeksi selama dan setelah periode pengobatan kedua selesai, untuk memastikan keberadaan kutu atau telur yang masih tertinggal pada area tersebut.

Meskipun kutu kemaluan sudah dirasa mati, tetap harus berkonsultasi dengan dokter selama satu minggu. Dokter akan memastikan apakah kutu rambut kemaluan benar-benar sudah hilang atau mati. 


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Ahli kandungan dari Klinik Hayandra dr Anggara Mahardika SpOG mengatakan terapi hormon pada perempua...
Sosialisasi pembinaan KB program non fisik TMMD 109 Kodim 1711/BVD
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:48 WIB
Kepala Puskesmas Mindiptana, Hendrikus Kamben didampingi Kepala Kampung Kakuna Bapak Ishak Tenot d...
Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Rabu, 30 September 2020 - 10:19 WIB
Tak semua rasa kram perut disebabkan oleh menstruasi. Penyebab kram perut yang terasa menyakitkan da...
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Jaga `mood` selama hamil dengan rajin olahraga
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Berolahraga ringan untuk para wanita hamil tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kebugaran tetapi ...
Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:13 WIB
Organ intim akan berubah seiring bertambahnya usia. Lambat laun, bentuk Miss V tidak sama seperti be...
 Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV