Apa saja masalah yang dapat mengancam kesehatan penis?
Elshinta
Rabu, 19 Agustus 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Apa saja masalah yang dapat mengancam kesehatan penis?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3l891pE

Elshinta.com - Tak jarang, pria sering merasa segan ketika mengalami gangguan pada penis. Sebenarnya tidak perlu ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami hal tersebut. Sebab, semakin lama didiamkan, gangguan pada penis dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Ternyata, banyak masalah yang mengancam kesehatan penis. Masalah pada penis dapat mengganggu aktivitas seksual, sekaligus berisiko mengganggu kesehatan tubuh. Kesehatan penis yang tak terjaga bisa berakibat fatal. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa permasalahan yang dapat mengganggu kesehatan penis:

Gangguan ereksi
Bisa jadi ini adalah masalah kesehatan utama yang perlu mendapat perhatian para pria. Gangguan ini lebih sering disebut disfungsi ereksi. Termasuk tidak mampu ereksi atau ereksi yang terlalu singkat. Ada pula ereksi yang tidak disebabkan oleh stimulasi seksual yang menyebabkan rasa sakit, disebut dengan priapismus.

Sebenarnya hal yang normal ketika seorang pria mengalami disfungsi ereksi saat stres atau lelah. Tapi disfungsi ereksi juga bisa menjadi gejala dari kondisi serius, seperti penyakit jantung, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah).

Gangguan ejakulasi
Beberapa gangguan ejakulasi yang sering dikeluhkan antara lain adalah ejakulasi dini, ejakulasi yang terlambat, ejakulasi disertai rasa sakit, hingga ketidakmampuan untuk ejakulasi sama sekali.

Ejakulasi dini merupakan kondisi yang sering dialami pria. Sebanyak 2-3 dari 10 pria mengalaminya. Biasanya, ejakulasi dini dipicu oleh stres, kecemasan, dan depresi. Para pria pun sering kali tak punya solusi untuk menunda ejakulasi, sehingga kondisi ini membuat mereka cemas, bahkan frustasi.

Infeksi menular seksual
Infeksi menular seksual (IMS) juga sebuah ancaman nyata yang bisa terjadi pada penis. Masalah kesehatan yang sering disebut dengan istilah penyakit kelamin ini menular lewat darah, sperma, cairan vagina, atau cairan tubuh lainnya. Adapun infeksi menular seksual, beberapa penyakit seperti gonore, klamidia, sifilis, kutil kelamin, dan herpes genital bisa terjadi.

Masalah dengan kulup
Salah satu kondisi yang sering terjadi dikenal dengan fimosis, yaitu kulup pada penis tidak dapat ditarik dari kepala penis. Sebaliknya, ada pula kondisi parafimosis, yaitu kulup penis yang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula setelah ditarik.

Peradangan
Ditandai dengan bengkak atau kemerahan, gatal, ruam, rasa sakit atau keluar cairan berbau dari penis. Radang yang terjadi di bagian kepala penis disebut dengan balanitis, sedangkan jika terjadi di bagian kepala dan kulup disebut dengan balanoposthitis.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Q5moZh

Benjolan
Timbulnya plak atau benjolan yang mengeras di dalam batang penis. Benjolan tersebut awalnya dimulai pada area terbatas yang kemudian berkembang dan membentuk jaringan parut yang mengeras, sehingga mengganggu elastisitas penis. Kondisi ini dapat menyerang bagian atas ataupun bawah penis.

Benjolan luka
Jika terdapat benjolan, kemerahan, bintik, atau luka pada kulit penis, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter. Bisa jadi hal tersebut menjadi gejala penyakit tertentu, misalnya infeksi kelamin.

Pada penis yang sehat, tentu tidak ditemukan benjolan atau luka. Namun, pada keadaan tertentu seperti pearly penile papules, biasanya terdapat papula (benjolan kecil) yang mengelilingi kepala penis. Meski demikian, hal ini merupakan variasi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Melengkung 
Penis yang sedang ereksi akan melengkung ke kanan atau ke kiri adalah hal yang normal.Menjadi tidak normal kalau kelengkungan penis melebihi 15 derajat. Itu bisa menjadi pertanda penyakit Peyronie. 

Dalam penyakit Peyronie, ada jaringan ikat atau jaringan parut di batang penis, sehingga penis menjadi melengkung atau bengkok. Keluhannya seringkali terasa nyeri saat sedang ereksi dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Patah
Walaupun tidak ada tulang di penis, namun masih bisa patah jika tidak hati-hati. Menurut para dokter dari Ohio State University, kondisi ini biasanya terjadi ketika pria ereksi, kemudian penis membengkok akibat seks yang terlalu kasar.

Keluar cairan
Secara normal, pada saat ejakulasi, akan keluar cairan ejakulat yang berwarna putih karena memiliki banyak kandungan sperma yang kaya akan protein. Warna air mani dan konsistensinya dapat bervariasi tergantung usia, makanan, dan frekuensi ejakulasi.

Bila terjadi perubahan warna pada air mani, itu dapat menandakan adanya penyakit tertentu. Semisal, kalau cairannya berwarna kekuningan, kehijauan, atau keemasan, itu menjadi tanda adanya infeksi prostat. Sedangkan, jika berwarna merah, merah muda, atau coklat tua, maka dapat menjadi pertanda adanya perdarahan prostat.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3iUoSGc

Nyeri hebat
Penis sangat berpotensi mengalami cedera, walau tidak dalam kondisi ereksi. Salah satu tanda penis yang mengalami trauma adalah nyeri hebat. Segera periksakan ke dokter bila sudah dirasa mengganggu.

Kanker
Terjadi ketika sel abnormal pada penis berkembang secara tidak terkendali. Tumor jinak jenis tertentu pada penis juga dapat berkembang menjadi kanker ganas. 

Gangguan binatang
Jika suka berenang di air tawar, telur dari ikan candiru bisa masuk ke dalam penis lewat uretra. Jika telur dari ikan air tawar ini berhasil masuk ke dalam penis, maka akan mengisap darah. Untuk mengeluarkannya, bisa sangat menyakitkan. Demikian juga terhadap serangan binatang seperti anjing yang sangat mungkin menggigit penis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah rencanakan vaksinasi COVID-19 bagi 9,1 juta orang pada November
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:25 WIB
Pemerintah berencana melakukan vaksinasi COVID-19 pada 9,1 juta orang dengan kategori berisiko ting...
Presiden: Cegah kasus COVID-19 naik di libur panjang akhir Oktober
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:12 WIB
Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk mencegah terjadinya lonjakan kenaikan kasus penularan ...
Waspadai infeksi usus akibat Norovirus
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:57 WIB
Otoritas Kesehatan Tiongkok baru-baru ini menyampaikan terjadi kejadian luar biasa (KLB) baru yang ...
Cara pakai masker yang baik saat berolahraga di luar ruangan
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:24 WIB
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) telah mengeluarkan rekomendasi tentang ting...
Total 19.921 pasien COVID-19 di Wisma Atlet sembuh
Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:45 WIB
Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat jumlah pasien COVID-19 yang semb...
Kasus positif COVID-19 bertambah 4.105 dan sembuh 3.732 kasus
Minggu, 18 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi hingga A...
Penelitian: Orang berdarah O dan B lebih tahan COVID-19
Minggu, 18 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Dua penelitian terbaru menemukan bahwa orang dengan golongan darah O atau B memiliki risiko lebih re...
Kota Bandung sempat zona merah, camat ini gencar sosialisasi protokol kesehatan
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:27 WIB
Camat Sukajadi Agus Tb, Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/10) mengatakan penetapan Kota Bandung zona m...
Plt Gubernur dan TNI-Polri sampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Kalsel
Jumat, 16 Oktober 2020 - 15:36 WIB
Kapolda Kalsel bersama Plt Gubernur Kalsel  serta Danrem 101/Antasari adakan jumpa pers perkembang...
Pemerintah berupaya sediakan vaksin COVID-19 dari tiga jalur
Jumat, 16 Oktober 2020 - 10:37 WIB
Pemerintah berupaya menyediakan vaksin COVID-19 bagi seluruh penduduk dari tiga jalur, yakni pembeli...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV