Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Elshinta
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:13 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/34z45nG

Elshinta.com - Organ intim akan berubah seiring bertambahnya usia. Lambat laun, bentuk Miss V tidak sama seperti beberapa tahun sebelumnya. Perubahan Miss V biasanya dimulai ketika seorang wanita telah memasuki masa-masa pubertas.

Menginjak waktu ini, wanita disarankan untuk lebih telaten dalam menjaga kesehatan Miss V seutuhnya. Wanita harus selalu menjaga kebersihan dan kesehatan Miss V. Untuk merawat Miss V diperlukan juga pola makan yang sehat dan teratur.

Beberapa jenis makanan nyatanya bisa membantu menjaga kesehatan Miss V dengan menjauhkan berbagai penyakit seperti infeksi jamur, infeksi saluran kemih, bahkan menambah kekurangan cairan lubrikasi pada Miss V.

Namun saat usia bertambah, tentu usia Miss V juga bertambah, sehingga cara perawatannya pun berbeda-beda. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut cara cara merawatnya:

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3aXeKd3

Usia 20
Usia 20-an sudah dianggap masuk pada usia matang karena sebagian wanita juga sudah memiliki kegiatan seksual, sehingga Miss V perlu mendapat perhatian lebih. Puncak hormon seks wanita seperti estrogen, progesteron, dan testosteron sedang meningkat pesat di usia ini. 

Bagi wanita yang telah menikah dan aktif berhubungan seksual, maka Miss V berisiko untuk terserang berbagai mikroba penyebab penyakit. Agar tetap sehat, dianjurkan untuk rutin buang air kecil setelah selesai berhubungan seks.

Tujuannya untuk mencegah bakteri, yang bisa datang dan menempel di manapun, seperti tangan, kondom, atau penis. Jadi, bakteri yang mungkin menempel akan dikeluarkan lewat saluran kencing. 

Tidak hanya menjaga kebersihan Miss V, saat melakukan hubungan intim pun sebaiknya lakukan dengan aman dan sehat. Salah satunya adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan. Hampir dua per tiga dari penyakit menular seksual terjangkit oleh wanita di bawah usia 25 tahun. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan alat kontrasepsi atau kondom.

Selain itu, sebisa mungkin hindari melakukan vaginal douche dan membersihkan Miss V menggunakan sabun daun sirih. Meski bisa memberi kesegaran, tapi tetap ada risiko bahaya yang mengikuti setelahnya. Sebab akan membuat pH vagina tidak seimbang, yang nantinya meningkatkan risiko terkena infeksi. Sebaliknya, cukup basuh dengan air saja.

Usia 30
Memasuki usia ini, rentan terjadi perubahan hormon yang akan menyebabkan area labia minora menggelap. Kelahiran juga akan memengaruhi kesehatan Miss V. Faktor pernah melahirkan juga membuat Miss V menjadi lebih renggang dan kehilangan sebagian elastisitasnya.

Bahkan tak jarang, Miss V kadang terasa kering sebagai tanda gejala fisik karena tubuh mulai memasuki masa menopause sementara. Selain itu, pilihlah alat kontrasepsi atau alat kontrol kelahiran yang tepat untuk kesehatan Miss V.

Terapkan pola makan seimbang demi menjaga kesehatan Miss V. Makanan kaya probiotik seperti yogurt dapat membantu mencegah infeksi dan masalah lain yang bisa dialami Miss V.

Senam kegel dipercaya bisa bantu merapatkan kembali Miss V usai melahirkan karena memperkuat bagian dasar panggul yang mampu mengurangi masalah pada usus, kandung kemih, hingga membuat sesi bercinta terasa lebih nikmat.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3ljKJZO

Usia 40
Menopause pada wanita biasanya terjadi di rentang usia 45-55 tahun. Sebelum itu, wanita akan mengalami masa pre-menopause terlebih dahulu. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya kadar estrogen dalam tubuh sehingga membuat dinding Miss V jadi lebih kering daripada biasanya. Bagian labia juga tampak lebih longgar akibat berkurangnya susunan lemak.

Di usia memasuki kepala 4, sebaiknya rajin mengonsumsi makanan sehat. Selain untuk tubuh, makanan sehat juga baik untuk kesehatan Miss V. Di usia sekitar 40 tahun, naik turunnya hormon menyebabkan libido menurun. Selain itu, di usia tersebut, menstruasi akan menjadi tidak teratur dan cairan Miss V akan semakin berkurang. Perhatikan kebersihan, agar Miss V tidak terinfeksi.

Para ahli kesehatan juga menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur setiap tiga tahun sekali. Dengan tujuan untuk mendeteksi bila ada perkembangan sel kanker dalam leher rahim sehingga bisa segera dilakukan pencegahan.

Usia 50
Menopause akan memengaruhi jumlah estrogen dalam tubuh yang mengakibatkan ukuran vulva, Miss V, serta leher rahim menjadi lebih kecil dan tampak pucat.

Produksi cairan Miss V pun akan semakin menurun seiring berkurangnya tingkat estrogen sehingga membuat wanita kurang nyaman saat berhubungan seks. Untuk menjaga kesehatan Miss V di usia sekitar 50 tahun, sebaiknya gunakan pelumas saat melakukan hubungan intim dengan pasangan. 

Perawatan Miss V pada usia ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, pastikan tetap rutin melakukan mengatur pola makan seimbang, olahraga, periksa kesehatan terutama yang terkait dengan organ intim, buang air kecil usai berhubungan seks, dan lain sebagainya.

Ilustrasi. Sumber foto: http://dailym.ai/3jhKvke

Usia 60 dan 70
Untuk menjaga kesehatan Miss V, sebaiknya jangan berhenti melakukan hubungan intim di usia ini. Namun, lakukan hubungan intim dengan lembut dan lakukan foreplay sesuai kebutuhan, agar kegiatan seksual menjadi nyaman.

Sebaiknya setelah melakukan hubungan intim, jangan mencuci Miss V dengan sabun biasa. Gunakanlah sabun khusus pembersih Miss V, agar Miss V sehat dan tidak iritasi.

Terlepas dari perubahan jenjang usia, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter terkait cara merawat Miss V yang tepat bila mengalami keluhan yang dirasa tidak biasa pada organ genital ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Ahli kandungan dari Klinik Hayandra dr Anggara Mahardika SpOG mengatakan terapi hormon pada perempua...
Sosialisasi pembinaan KB program non fisik TMMD 109 Kodim 1711/BVD
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:48 WIB
Kepala Puskesmas Mindiptana, Hendrikus Kamben didampingi Kepala Kampung Kakuna Bapak Ishak Tenot d...
Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Rabu, 30 September 2020 - 10:19 WIB
Tak semua rasa kram perut disebabkan oleh menstruasi. Penyebab kram perut yang terasa menyakitkan da...
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Jaga `mood` selama hamil dengan rajin olahraga
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Berolahraga ringan untuk para wanita hamil tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kebugaran tetapi ...
Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:13 WIB
Organ intim akan berubah seiring bertambahnya usia. Lambat laun, bentuk Miss V tidak sama seperti be...
 Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV