Sri Mulyani: Global butuh 8 triliun dolar AS untuk tangani COVID-19
Elshinta
Kamis, 27 Agustus 2020 - 13:16 WIB |
Sri Mulyani: Global butuh 8 triliun dolar AS untuk tangani COVID-19
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: Antara.

Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dunia membutuhkan lebih dari 8 triliun dolar AS untuk menangani dan mengatasi dampak COVID-19 dari sisi kesehatan, sosial, serta ekonomi.

“Dalam hitungan International Monetary Fund (IMF) lebih dari 8 triliun dolar AS adalah sumber daya yang digunakan untuk menangani dan mengatasi COVID-19,” kata Sri Mulyani dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (27/8).

Sri Mulyani menyatakan jumlah tersebut merupakan delapan kali Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan sekitar 10 persen dari PDB global.

Ia menuturkan seluruh negara di dunia terus berusaha mencari titik keseimbangan dalam mengatasi COVID-19 yaitu antara pemulihan di bidang kesehatan maupun ekonomi masyarakat.

Hal itu mengingat jumlah kasus COVID-19 yang terus bertambah hingga 23,6 juta orang dengan kematian mencapai lebih dari 814.000 orang dan belum terdapat tanda-tanda akan selesai.

Sementara jumlah kasus di Indonesia hingga 26 Agustus 2020 telah mencapai 160.165 orang dengan 6.944 orang meninggal dan 37.812 orang masih dirawat.

Menurut Sri Mulyani, pandemi COVID-19 merupakan bencana kemanusiaan yang mempengaruhi seluruh faktor paling dalam di kehidupan masyarakat mulai dari interaksi secara sosial, politik, kultural, serta ekonomi.

“Jutaan pekerja kehilangan pendapatan atau pekerjaannya dan banyak perusahaan mengalami kebangkrutan. Seluruh dunia melakukan kebijakan countercyclical,” ujar Sri Mulyani, dihimpun Antara.

Ia menyebutkan semua ekonomi negara mengalami tekanan dan banyak yang terkontraksi mencapai dua digit sehingga mereka terus melakukan kebijakan countercyclical.

“Indonesia juga mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal kedua 2020 yaitu minus 5,3 persen,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan kontraksi yang dialami oleh Indonesia terjadi karena konsumsi masyarakat, investasi, serta kegiatan ekspor dan impor menurun sangat tajam.

Oleh sebab itu  Sri Mulyani mengatakan pemerintah Indonesia membuat langkah-langkah seperti mengeluarkan UU 2/2020, menaikkan batas defisit menjadi 6,34 persen, dan merevisi anggaran melalui Perpres 72/2020.

Tak hanya itu, pemerintah juga membuat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencakup bidang kesehatan, pemberian bansos, membantu UMKM, mendukung korporasi dan sektoral maupun perekonomian daerah.

“Kita memahami dalam situasi yang luar biasa, emergency, dan urgensi maka kecepatan menjadi sangat penting namun harus tetap akuntabel,” tegasnya. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemprov DKI perpanjang masa PSBB Transisi
Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:58 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PS...
Cegah Covid-19, Polsek Parung, Bogor gencar razia masker
Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Polsek Parung, Bogor, Jawa Barat beserta Koramil dan Instansi terkait melaksanakan kegiatan Operasi ...
Wilayah 86 RT di Jakarta tergenang air 
Minggu, 25 Oktober 2020 - 13:47 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 86 RT yang tersebar di du...
Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran berkurang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:20 WIB
Pasien konfirmasi positif COVID-19 bergejala ringan hingga sedang yang dirawat inap di Rumah Sakit D...
Warga Jakarta diimbau waspadai fenomena awal La Nina dan MJO
Minggu, 25 Oktober 2020 - 08:56 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta warga di lima wilayah Jakarta  untuk...
Penumpang di Terminal Pulogebang meningkat jelang cuti bersama
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:26 WIB
Operator Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, melaporkan jumlah penumpang di akhir pekan, Sab...
Perkembangan COVID-19 di Jakarta per 24 Oktober 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:58 WIB
Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat agar dapat seg...
Cuaca hari ini, Jakarta berpotensi diguyur hujan
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 09:58 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan semua wilayah DKI Jakarta berpote...
Warga Jakarta diimbau tak khawatirkan pemberian vaksin COVID-19
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:27 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengimbau warga masyarakat ibu kota tak perlu mengkhaw...
Belum ada indikasi lonjakan kasus COVID-19 akibat demo di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:10 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengemukakan, belum ada indikasi lonjakan kasus COVID-...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV