Bawaslu sebut kampanye Pilkada lewat internet diawasi lebih ketat
Elshinta
Jumat, 28 Agustus 2020 - 13:27 WIB |
Bawaslu sebut kampanye Pilkada lewat internet diawasi lebih ketat
Ketua Bawaslu Abhan, Ketua KPU Arief Budiman dan Menkominfo Johnny G Plate menandatangani kesepakatan bersama pengawasan kampanye di internet, di Jakarta, Jumat (28/8). Foto: Antara.

Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum menyebutkan kampanye lewat media dalam jaringan di internet untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 diawasi lebih ketat.

Ketua Bawaslu Abhan di Jakarta, Jumat (28/8) mengatakan rencana pengetatan itu ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama Bawaslu, KPU dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentang pengawasan konten internet Pilkada 2020.

“Kegiatan kampanye melalui tahapan pemilihan di media internet berpotensi disalahgunakan untuk mendiseminasikan konten-konten yang melawan hukum dan atau bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi penyelenggara pemilu, masyarakat, dan peserta pemilihan (pilkada),” kata Abhan, dikutip Antara.

Dia menjelaskan, nota kesepakatan itu merupakan kerja sama lanjutan dari nota kesepakatan aksi Pemilu 2019 dan Pilkada 2018 antara Bawaslu, KPU dan Kemkominfo.

"Akan tetapi, pada pengawasan konten internet tahun 2020 menambah pelibatan pihak Polri untuk penguatan kerja sama pengawasan dan penegakan hukum. Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak cyber crime Polri dalam menangani konten negatif di internet ini,” katanya.

Kemudian, tugas kerja pun dibagi menurut kewenangannya. KPU memiliki wewenang menyediakan informasi data tim kampanye serta akun media sosial peserta pilkada yang sudah didaftarkan sebelumnya.

Sementara, Kemkominfo berwenang menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan dan melakukan penanganan konten internet sesuai aturan seperti Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014 tentang penanganan konten internet bermuatan negatif.

Abhan menyatakan Bawaslu setidaknya melaksanakan empat tugas. Pertama, menyediakan hasil pengawasan Pilkada Serentak 2020 terkait konten internet yang melanggar ketentuan peraturan perundangan-undangan.

Tugas kedua, menyediakan data laporan masyarakat terkait akun konten internet memuat informasi melanggar ketentuan peraturan perundangan-undangan yang mengatur mengenai pilkada.

Selanjutnya yang ketiga, menyediakan analisis hasil kajian pengawasan terkait media sosial dan kampanye tahapan pilkada. Kemudian keempat, memfasilitasi kegiatan koordinasi para pihak pemangku kepentingan dalam menunjang pengawasan konten internet untuk Pilkada Serentak 2020.

"Bawaslu sendiri sudah membuat Perbawaslu (Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum) Nomor 12 Tahun 2018 tentang pengawasan kampanye pilkada yang menjadi salah satu acuan mengawasi kampanye pemilihan pada internet,” ujarnya. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemilih terinfeksi COVID-19, begini mekanisme pemungutan suaranya
Kamis, 15 Oktober 2020 - 17:12 WIB
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Evi Novida Ginting Manik menyatakan, pemilih di Pilkada 2...
Bawaslu: Tak patuh protokol kesehatan, paslon ditegur hingga dipidana
Rabu, 14 Oktober 2020 - 15:17 WIB
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Cianjur, Jawa Barat, menegaskan akan memberikan peringatan tertulis ...
Polres Keerom di Papua gelar simulasi Pilkada Serentak 2020
Senin, 12 Oktober 2020 - 17:45 WIB
Polres Keerom melaksanakan simulasi Sispamkota dalam rangka menghadapi Pilkada Serentak 2020 di Kabu...
KPU: Penerapan protokol kesehatan jadi tantangan Pilkada 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 12:50 WIB
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, pelaksanaan pem...
Pilkada di tengah pandemi, Polri tegaskan siap tindak pelanggar protokol kesehatan
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 12:32 WIB
Polri sebagai pihak yang bertugas dalam memelihara keamanan dan ketertiban terus memberikan kontribu...
Ikuti deklarasi Pilkada Damai, pasangan ZIYAP berikrar patuhi protokol kesehatan
Minggu, 27 September 2020 - 11:15 WIB
Ketua Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kaltara, Suryanata Al Islami menyampaikan bahwa pelaksanaan kampany...
Gibran blusukan virtual: Pakar Komunikasi, bisa ditiru calon walikota lain
Minggu, 27 September 2020 - 09:28 WIB
Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Wali Kota Solo nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka dan Teg...
KPU larang konser pada Pilkada
Kamis, 24 September 2020 - 10:34 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya melarang konser musik dan kegiatan lainnya yang melibatkan m...
Satgas COVID-19 tegaskan tidak tolerir aktivitas politik dalam Pilkada yang berpotensi tingkatkan penularan
Kamis, 24 September 2020 - 07:23 WIB
Satgas Penanganan COVID-19 menegaskan, tidak akan mentolerir pihak-pihak yang tidak mengindahkan pro...
Mahfud: Parpol berperan arahkan kader patuhi protokol COVID-19
Rabu, 23 September 2020 - 07:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan bahwa partai politik be...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV