Usai ditangkap polisi, warga Kota Singkawang dikabarkan meninggal
Elshinta
Jumat, 28 Agustus 2020 - 18:37 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Usai ditangkap polisi, warga Kota Singkawang dikabarkan meninggal
Sumber Foto: Nasir Putra/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kasus meninggalnya Joni warga Jalan Sepakat Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menjadi pertanyaan besar bagi keluarga korban.

Pasalnya, kata Monika, istri Joni (korban) Jumat malam (21/8), sekitar pukul 22.00 WIB,kediamannya didatangi tiga orang anggota Satres Narkoba Polres Sambas, bersama Ardy, teman korban. "Ketiga orang tersebut mengaku anggota Satrestik Polres Sambas, melakukan penggeledahan di rumah saya. Alasan mereka, mencari barang bukti," ungkap Monik Jumat (27/8) seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Nasir Putra.

Namun, dalam penggeledahan tersebut, ketiga anggota itu tidak membawa surat resmi melakukan penggeledahan, hanya membawa selembar Kartu Keluarga (KK) miliknya.

Pada penggeledahan itu kata Monik, berlansung kurang lebih setengah jam tanpa didampingi suaminya. Anggota tersebut hanya menjelaskan bahwa, suaminya ada di dalam mobil. "Saya tidak tahu kondisinya, yang saya lihat hanya Ardy, dengan kondisi luka pada pelipis dan mata lebam," terang Monik.

Hasil penggeledahan tidak ditemukan barang yang dicari, kemudian anggota tersebut pergi meninggalkan kediaman Monik. Tetapi, sekitar pukul 00.00 WIB, salah satu anggota tersebut kembali menelpon dirinya. "Saya ditelpon sekitar pukul 00.00 WIB, dan menanyakan BPJS milik suami saya," terang Monik.

Kemudian, Monik kembali ditelpon pukul 06.00 WIB, yang tujuan anggota tersebut adalah untuk membicarakan sesuatu. Pukul 08.00 IB, dirinya baru bisa bertemu dengan anggota tersebut, dalam pertemuan itu, dirinya diberi tahu bahwa suaminya telah meninggal dunia.

Kematian korban ini kata Monik, kurang wajar. Terdapat luka pada bagian kepala yang cukup serius.
Lebam pada bagian kepala, mulut berdarah, mata lebam. Terdapat luka pada bagian perut dan pinggang. "Serta tidak ada penjelasan penyebab kematian suami saya," katanya.

Hal yang sama dijelaskan oleh Ketua RT 14 RW 02, Jalan Sepakat, Effendi yang juga perwakilan pihak keluarga Monik. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut di Gg Salak, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah.

Keterangan pihak kepolisian, bahwa saat dilakukan penangkapan, korban (Joni) sedang duduk diatas sepeda motor. "Namun, kata kepolisian, bahwa Joni sempat melakukan perlawanan dan terjadilah pergumulan antara Joni dan anggota. Kepala Joni terbentur di Ubin dan dibawa ke rumah sakit, namun beberapa jam kemudian dinyatakan telah meninggal dunia," Kata Efendy.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Efendy, bahwa dari kronologis kejadian yang disampaikan pihak kepolisian tersebut sangat tidak masuk akal.  Atas kejanggalan itu, dirinya selaku pihak keluarga tidak terima dan akan menutut keadilan atas kematian Joni yang kurang wajar ini. "Kami sudah lapor ke Polda Kalbar, dan meminta kasus ini diusut tuntas. Hingga saat ini, kami juga tidak mengetahui keberadaan dan kondisi Ardy yang dibawa ketiga anggota tersebut," ungkapnya.

Sudah ditanggani Propam Polda Kalbar

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go menjelaskan, bahwa untuk kasus penangkapan yang dilakukan oleh anggota Restik Polres Sambas, apakah sudah sesuai prosedur atau diluar batas wewenang, hingga kini masih dilakukan pendalaman oleh anggota Propam Polda Kalbar. "Saat ini, Propam Polda Kalbar sedang bekerja melakukan pendalaman di lokasi kejadian di Singkawang. Pendalaman ini dilakukan jauh sebelum istri korban mengadu," ujarnya, Jumat (28/8).

Ia juga meminta waktu sambil menunggu hasil penyelidikan Propam Polda Kalbar. Untuk hasil visumnya juga masih dipelajari. "Jadi kita mohon waktu lah. Nanti akan kita sampaikan, apakah salah prosedur atau lain-lain, yang jelas Propam Polda Kalbar sudah bekerja sebelum diadukan pihak korban," ungkap Dony.

Ia menambahkan, prosedur penanganannya mulai dari apakah melanggar disiplin, apakah melanggar kode etik. "Jika ditemukan salah prosedur, maka bisa di pidanakan juga. Jadi, kami mohon waktu lah," pinta dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bareskrim Polri tangkap pemilik akun Facebook penghina Moeldoko
Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:24 WIB
Bareskrim Polri menangkap seorang pria bernama Muhammad Basmi. Ia diamankan setelah mengunggah posti...
Polisi amankan artis sinetron RR diduga terkait narkoba
Minggu, 18 Oktober 2020 - 14:49 WIB
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan seorang pemain sinetron berinisial RR lantar...
Cai Changpan ditemukan tewas gantung diri di Jasinga, begini kronologi penemuannya
Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:51 WIB
Polisi menemukan Cai Changpan, narapidana narkotika yang kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, tewas d...
Satreskrim Pungli Polres Serdang Bedagai OTT oknum BPN
Kamis, 15 Oktober 2020 - 06:55 WIB
Satreskrim Pungli Polres Serdang Bedagai, Sumatera Utara melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) okn...
Sat Narkoba Polres Majalengka bekuk sembilan pelaku penyalahgunaan narkotika 
Kamis, 15 Oktober 2020 - 06:17 WIB
Selama dua bulan terakhir Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka Polda Jawa Barat berhasil mengama...
Polsek Bungursari, Purwakarta tangkap polisi gadungan perampas gawai pelajar
Rabu, 14 Oktober 2020 - 18:31 WIB
Seorang polisi gadungan yang merampok pelajar SMPN 1 Bungursari, berhasil diringkus Satuan Reserse K...
Siber Bareskrim Polri tangkap beberapa petinggi KAMI
Selasa, 13 Oktober 2020 - 14:19 WIB
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap beberapa petinggi Koalisi Aksi Menyelamatka...
Terduga perusuh ditangkap pada aksi di Istana Merdeka
Selasa, 13 Oktober 2020 - 13:44 WIB
Polda Metro Jaya menangkap seorang pendemo asal Banten yang diduga bermaksud berbuat rusuh pada unju...
Polisi tangkap enam remaja pelaku vandalisme `Omnibus Law`
Senin, 12 Oktober 2020 - 08:39 WIB
Aparat Kepolisian Resort Tulungagung, Jawa Timur, menangkap enam remaja pelaku vandalisme yang menga...
Polisi ringkus jaringan spesialis  curanmor asal Pasuruan
Rabu, 07 Oktober 2020 - 17:39 WIB
Dua warga Pasuruan ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota, Jawa Timur. Kedua orang ini masing-mas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV