KKP kembangkan kemasan dari rumput laut guna kurangi sampah plastik
Elshinta
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 13:50 WIB |
KKP kembangkan kemasan dari rumput laut guna kurangi sampah plastik
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti. Foto: Antara.

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan kemasan dari rumput laut sebagai upaya mendukung program pengurangan sampah plastik, dengan melakukan perekayasaan teknologi pembuatan biodegradable.

"Kemasan biodegradable diartikan sebagai film kemasan yang dapat didaur ulang dan dihancurkan secara alami," ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (29/8).

Ia mengemukakan bahwa sampah plastik menjadi salah satu momok bagi lingkungan karena selain memerlukan waktu yang cukup lama untuk terurai, sampah plastik juga rentan dikonsumsi oleh satwa, termasuk biota laut.

Sebagai bentuk langkah konkrit, KKP melalui Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) mendukung dari bahan baku rumput laut.

Hasil rekayasa salah satu UPT Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan ini berupa kemasan biodegradable dan kemasan edible coating yang digunakan sebagai pembungkus makanan.

Saat ini, produksi tersebut baru diproduksi komersial dengan skala usaha kecil oleh M. Putra Sahban pemilik UD. Pusaka Hati Mataram, salah satu penyewa inkubasi bisnis dari BBP3KP.

Artati mengungkapkan, dalam perkembangan teknologi, kemasan tidak hanya sekedar membungkus produk saja, tetapi melalui kemasan bisa ditambahkan satu konten atau ingredient di dalamnya seperti untuk memonitor kesegarannya.

Selain itu, ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan itu, dalam perkembangan kegiatan pemasaran eceran, peran kemasan semakin meluas antara lain dengan menggunakan sachet yang umumnya terbuat dari plastik.

"Kemasan sachet dari bahan plastik memang cantik tetapi ada hal yang perlu mendapat perhatian yaitu karena tidak mudah terurai," paparnya.

Untuk itu, ucap dia, plastik biodegradable atau bioplastic yang hampir keseluruhannya terbuat dari bahan yang dapat diperbarui, seperti pati, minyak nabati dan mikrobiota, menjadi salah satu solusi dalam pengurangan sampah plastik. Apalagi konsumsi plastik nasional masih didominasi dalam bentuk kemasan sekitar 65 persen.

Artati mengingatkan bahwa ketersediaan bahan dasar bioplastik di alam pun masih sangat melimpah.

Apalagi, lanjutnya, Indonesia adalah salah satu penghasil rumput laut terbesar di dunia dengan peningkatan produksi sebesar 30 persen setiap tahunnya.

“Sangat tepat memanfaatkan potensi bahan baku rumput laut sebagai pembungkus makanan yang tidak menciptakan limbah bahkan justru bisa memberikan asupan serat dan gizi lain yang diperlukan tubuh
manusia," kata Artati, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BKSDA: Harimau terjerat di Gayo Lues masih dalam penyembuhan
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:03 WIB
 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan harimau sumatera (panthera tigris sumatr...
Luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau turun 99 persen lebih
Senin, 26 Oktober 2020 - 17:31 WIB
Luas area hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Provinsi Riau tahun ini mencapai 1.587 hektare, t...
Bunga bangkai raksasa mekar di kebun warga Lubukbasung, Agam
Senin, 26 Oktober 2020 - 16:22 WIB
Bunga bangkai raksasa jenis Amorphophallus titanum mekar di kebun pinang milik warga Sungai Landai...
Bhabinkamtibmas Polsek Berangas lakukan sosialisasi karhutla
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:19 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Berangas, Polres Batola, Polda Kalsel Bripka Hasan Basri melakukan sosialisas...
Menhan: Hutan harus jadi sumber lapangan kerja
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:12 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berharap sektor kehutanan di Indonesia mampu menjadi sumber tero...
Cemari Sungai Musi, BBWS VIII fokus penanganan eceng gondok
Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:55 WIB
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII Sumatera Selatan akan memperpanjang rute operasional pembersi...
 Korem 174 ajak BPBD, BMKG dan Basarnas atasi karhutla di Merauke
Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:47 WIB
Korem 174/ATW Merauke menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla...
 Didukung empat kementerian Uni Eropa dan Penabulu luncurkan ECHO Green ketahanan pangan
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 09:11 WIB
Mendorong ekonomi hijau yang inklusif di sektor pertanian Uni Eropa dan Penabulu bersama konsorsium ...
 Contoh perkebunan siap cegah karhutla, motivasi bagi anggota Gapki Kalsel
Jumat, 16 Oktober 2020 - 11:24 WIB
Dinilai sebagai perkebunan sawit yang patut dicontoh dalam kesiapan pencegahan dan penanggulangan be...
Para camat di Kota Bandung harus prioritaskan masalah kesehatan dan sampah
Jumat, 16 Oktober 2020 - 10:12 WIB
Program kesehatan dan permasalahan sampah harus menjadi prioritas bagi para camat di Kota  Bandung...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV