Kades di Majalengka alokasikan dana desa untuk pendidikan anak jalanan
Elshinta
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 15:10 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Kades di Majalengka alokasikan dana desa untuk pendidikan anak jalanan
Foto: Enok Carsinah/Radio Elshinta

Elshinta.com - Di tengah situasi pandemi COVID-19, seorang kepala desa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, peduli terhadap pendidikan yang menyentuh anak-anak jalanan dengan mengalokasikan anggaran senilai Rp25 juta/tahun dari anggaran dana desa. 

Kepedulian terhadap warga putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan kesetaraan seperti yang dilakukan Kepala Desa Pagandon Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Nana Suharna dan kepeduliannya terhadap warga putus sekolah melalui pemberian anggaran alokasi dana desa nampaknya satu-satunya yang terjadi di Majalengka yakni di Desa Pagandon.

Kepala Desa Pagandon Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka sudah tiga tahun mengalokasikan dana desa dalam tampuk pimpinannya untuk pendidikan anak-anak jalanaan melalui PKBM Miftahul huda Desa Pagandon. 

"Saya merasa berempati saat melihat anak putus sekolah termasuk diantaranya anak-anak jalanan yang berada di wilayah Kadipaten. Sehingga Desa Pagandon sudah 3 tahun mensuport PKBM Miftahul Huda dengan anggaran Rp25 juta/tahun," ujarnya Sabtu (29/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah.

Ia menambahkan, anak-anak jalanan tidak memiliki ijazah baik SLTP maupun SMA. Sehingga berawal dari situlah Desa Pagandon bekerja sama dengan PKBM Miftahul Huda untuk merangkul masyarakat yang putus sekolah baik anak jalanan atau lainnya kembali mengenyam pendidikan paket B dan C atau setara SMP dan SMA.

"Saat melihat warga kami putus sekolah, mereka tidak bisa kerja di perusahaan-perusahaan karena tidak punya ijazah SMP maupun SMA, sehingga dari itulah awal kepedulian kami pada warga yang putus sekolah baik anak jalanan ataupun yang lainnya," tandas Nana.

Diakuinya, ia merasa bangga saat melihat anak-anak jalanan bisa bersekolah menurutnya mereka adalah harapan bangsa, sehingga kedepan mereka bisa hidup layak.

"Saya berharap anak-anak jalanan yang sudah menempuh pendidikan setara SMP dan SMA tidak lagi berada di jalanan namun bisa mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak seperti masyarakat pada umumnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenag pastikan kenaikan dana BOS madrasah dan pesantren Rp890 miliar segera cair 
Senin, 19 Oktober 2020 - 12:11 WIB
Sempat tertunda, Kementerian Agama memastikan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sis...
Ringankan belajar daring, Komisi X DPR RI kucurkan PIP 25 ribu murid Lumajang-Jember
Minggu, 18 Oktober 2020 - 13:11 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Mohamad Nur Purnamasidi mengatakan, penanganan dampak Covid-19 bagi pendidi...
Satgas TMMD Ke-109 gelar lomba mewarnai gambar burung garuda tingkat SD
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:11 WIB
Untuk lebih memperkenalkan lambang negara Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak-ana...
AKFAR Yarsi Pontianak wisuda 187 mahasiswanya
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 12:55 WIB
Akademi Farmasi (AKFAR) Yarsi Pontianak, Kalimantan Barat menggelar Rapat Terbuka Senat,dalam rangka...
Kementerian ESDM serahkan  bantuan 3 pembangkit listrik pada UMM
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi...
 Bhabinkamtibmas di Majalengka, berbagi ilmu di Rumah Baca Lebah Madu
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 08:48 WIB
Salah satu yang rutin ia lakukan adalah mengunjungi Rumah Baca Lebah Madu yang berlokasi di Kelurah...
 Satgas Kemenag bantu pesantren terdampak Covid-19
Jumat, 16 Oktober 2020 - 11:15 WIB
Sejumlah santri di beberapa pesantren terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagai upaya penanganan, Keme...
Mendikbud minta guru penggerak hadirkan pembelajaran yang bermakna
Kamis, 15 Oktober 2020 - 16:49 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta para guru penggerak mengh...
Memprihatinkan, demo 13 Oktober diikuti sampai 806 pelajar
Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:43 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut aksi unjuk rasa tanggal 13 Oktober 20...
 Pemkot Bandung hadirkan TV Bandung 132, solusi belajar jarak jauh di masa pandemi
Kamis, 15 Oktober 2020 - 07:14 WIB
Belajar jarak jauh terkadang banyak kendala, selain sulitnya sinyal, juga ketersediaan kuota interne...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV