Harga emas anjlok, dipicu dolar naik dan pemulihan ekonomi
Elshinta
Kamis, 03 September 2020 - 08:34 WIB |
Harga emas anjlok, dipicu dolar naik dan pemulihan ekonomi
Ilustrasi. Emas batang. Foto: Antara.

Elshinta.com - Harga emas berjangka turun tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan kenaikan dolar AS dan rebound yang kuat di sektor manufaktur Amerika Serikat (AS) memicu harapan pemulihan yang cepat di ekonomi terbesar dunia yang dilanda Virus Corona itu.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, anjlok 34,2 dolar AS atau 1,73 persen menjadi ditutup pada 1.944,70 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya (2/9/2020), harga emas berjangka naik tipis 0,3 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.978,90 dolar AS.

Harga emas berjangka menguat 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.978,60 dolar AS pada Senin (1/9/2020), setelah melambung 42,3 dolar AS atau 2,19 persen menjadi 1.974,90 dolar AS pada Jumat (28/8/2020), dan jatuh 19,9 dolar AS atau 1,02 persen menjadi 1.932,60 dolar AS pada Kamis (27/8/2020).

“Faktor utamanya adalah dolar yang lebih kuat. (Emas) bergerak dalam arah yang sepenuhnya berlawanan dengan dolar hari ini," kata Edward Meir, seorang analis ED&F Man Capital Markets. Ia menambahkan angka pesanan pabrik AS yang baik untuk Juli juga membebani logam mulia.

Dolar menguat 0,5 persen, pulih lebih lanjut dari level terendah lebih dari dua tahun di sesi terakhir.

Pesanan baru untuk barang-barang buatan AS meningkat lebih besar dari yang diperkirakan pada Juli, sementara data manufaktur AS pada Selasa (1/9/2020) menunjukkan aktivitas mengalami percepatan mendekati level tertinggi dua tahun pada Agustus, meningkatkan optimisme tentang pemulihan yang stabil.

Penggajian (payrolls) swasta AS, di sisi lain, meningkat lebih rendah dari yang diperkirakan pada Agustus, menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja yang melambat.

"Sejauh menyangkut ekonomi, Anda akan mendapatkan sedikit kenaikan dalam data ekonomi tetapi Anda tidak akan mendapatkan perubahan signifikan dalam ekonomi apa pun, tidak untuk waktu yang lama," kata Kepala Analis Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, di Chicago.

Investor sekarang fokus pada laporan klaim awal pengangguran AS pada Kamis waktu setempat dan data penggajian non-pertanian pada Jumat (4/9/2020).

Emas akan tetap didukung ketika para pembeli cenderung masuk di tengah kekhawatiran lanjutan dari pandemi dan lingkungan suku bunga yang lebih rendah, Direktur Pelaksana RBC Wealth Management George Gero mengatakan dalam sebuah catatan.

Harga emas telah naik sekitar 27 persen sepanjang tahun ini.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 1,25 dolar AS atau 4,36 persen menjadi ditutup pada 27,395 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 48,6 dolar AS atau 5,1 persen menjadi menetap pada 904,1 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:02 WIB
Jumlah infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta pada Senin, mengalami peningkatan 55.722 kas...
Prancis akan usir 231 tersangka ekstremis usai serangan terhadap guru
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:55 WIB
Prancis sedang bersiap untuk mengusir 231 orang asing dalam daftar pantauan pemerintah untuk dugaan ...
Bursa Asia menguat di awal pekan, didorong optimisme stimulus AS dan vaksin Covid-19
Senin, 19 Oktober 2020 - 09:58 WIB
Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini.
Armenia dan Azerbaijan saling tuduh langgar gencatan senjata
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:24 WIB
Armenia dan Azerbaijan pada Minggu saling tuduh melanggar gencatan senjata kemanusiaan yang baru dal...
Bahasa Indonesia masuk pendidikan ekstra kurikuler sekolah di Ottawa
Minggu, 18 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Bahasa Indonesia masuk dalam program pendidikan ekstra kurikuler di sebagian taman kanak-kanak (TK) ...
Sekjen PBB: Dunia gagal hadapi ujian COVID-19
Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:56 WIB
 Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Sabtu (17/10), mengatakan dunia gagal menghadapi tantang...
Menlu Austria positif terinfeksi Covid-19
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 17:45 WIB
Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg telah dites positif mengidap virus corona dan mun...
Dalam 24 jam terakhir, Prancis catat 25.086 kasus COVID-19
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:56 WIB
Kementerian kesehatan Prancis melaporkan 25.086 kasus virus corona jenis baru yang dikonfirmasi dala...
Emas turun 2,5 dolar saat harapan stimulus AS surut
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:45 WIB
Harga emas berjangka turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah membukukan kenaika...
Bank Dunia nilai UU Cipta Kerja dukung pemulihan ekonomi
Jumat, 16 Oktober 2020 - 13:35 WIB
Bank Dunia menilai Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disetujui DPR RI dan menunggu disahkan oleh ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV