Ilmuwan: Antibodi COVID-19 meningkat empat bulan setelah pasien sembuh
Elshinta
Kamis, 03 September 2020 - 11:07 WIB |
Ilmuwan: Antibodi COVID-19 meningkat empat bulan setelah pasien sembuh
Gambar netralisasi SARS-CoV-2. Foto: Dok. LIPI

Elshinta.com - Jumlah antibodi COVID-19 dalam tubuh lebih dari 90 persen pasien sembuh di Islandia meningkat setelah empat bulan, demikian hasil kajian sejumlah ilmuwan yang terbit Selasa (1/9).

Beberapa kajian sebelumnya memperlihatkan jumlah antibodi dalam tubuh pasien turun drastis setelah terserang COVID-19. Temuan itu membuat banyak pihak mempertanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengembangkan sistem imun terhadap virus corona jenis baru itu (SARS-CoV-2).

Temuan baru itu kemungkinan berpengaruh terhadap pemahaman mengenai risiko penularan kembali serta daya tahan vaksin, kata peneliti dan kepala deCode Genetics, lembaga yang mengadakan penelitian tersebut.

Sejumlah ilmuwan dari deCode Genetics memeriksa jumlah antibodi pada lebih dari 30.000 penduduk Islandia demi mendapatkan data mengenai seberapa banyak warga setempat yang terjangkit COVID-19 serta mendalami sistem kekebalan tubuh setelah terjangkit penyakit itu.

Hasilnya, ilmuwan memprediksi sekitar satu persen populasi di Islandia positif tertular COVID-19. Dari jumlah itu, 56 persen di antaranya menerima konfirmasi positif COVID-19 setelah menjalani tes usap PCR.

Sementara itu, 14 persen lainnya merupakan kontak erat pasien COVID-19 dan telah menjalani karantina. Dari 30 persen sisanya, peneliti menemukan mereka pernah tertular virus.

Dari total 1.215 pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, jumlah antibodi dalam tubuh 91 persen pasien naik pada waktu dua bulan setelah menjalani tes dan dalam kondisi stabil, terang para peneliti dalam hasil studinya.

Temuan baru itu telah terbit di jurnal kesehatan, The New England Journal of Medicine. Hasil penelitian itu hanya terpusat pada populasi di Islandia sehingga temuan itu belum tentu sama dengan penduduk dengan ragam kondisi di negara lain.

Walaupun demikian, penelitian itu menunjukkan tes antibodi dapat memperlihatkan prevalensi yang cukup tepat dari penularan virus, kata Stefansson.

Kolom editorial yang terbit bersamaan dengan hasil penelitian menegaskan sejauh ini masih belum jelas apakah antibodi pasien sembuh dapat mencegah risiko penularan kembali.

Namun, kolom editorial itu meyakini tes antibodi merupakan alternatif yang cukup efektif dari segi biaya, dan kemungkinan dapat menjadi alat yang dapat lebih baik mengetahui kondisi masyarakat di negara-negara yang telah membuka kembali sekolah serta aktivitas ekonominya, demikian dilansir Antara dari Reuters. (Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UI kembangkan alat bantu pernafasan HFNC untuk pasien COVID-19
Jumat, 22 Januari 2021 - 19:42 WIB
Tim dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ...
Menparekraf-Menkominfo koordinasi kembangkan infrastruktur TIK
Rabu, 20 Januari 2021 - 12:10 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahud...
Video pendek bantu perkuat bisnis di era digital
Sabtu, 02 Januari 2021 - 08:35 WIB
Pandemi virus corona mengubah kebiasaan orang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, begitu pula d...
Presiden teken aturan pengadaan teknologi lewat proyek putar kunci
Rabu, 30 Desember 2020 - 19:34 WIB
Presiden RI Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2020 yang mengatur pengada...
Serangan siber terburuk AS masuk via vendor Microsoft
Senin, 28 Desember 2020 - 08:45 WIB
Para peretas Rusia yang dicurigai berada di balik serangan dunia maya AS terburuk dalam beberapa tah...
Wapres Ma`ruf Amin: ASN harus kuasai literasi digital
Kamis, 17 Desember 2020 - 14:43 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kualitas d...
Akses 5G diprediksi jangkau 1 miliar orang di dunia pada akhir 2020
Selasa, 08 Desember 2020 - 19:05 WIB
Perusahaan teknologi Ericsson memperkirakan bahwa pada akhir 2020, lebih dari 1 miliar orang atau 15...
Menristek: Riset dan inovasi kurangi ketergantungan impor
Senin, 07 Desember 2020 - 19:35 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menginginkan agar riset dan inovasi ...
Misi antariksa Hayabusa2 pembawa asteroid mendarat di Australia
Minggu, 06 Desember 2020 - 13:20 WIB
Sebuah pesawat luar angkasa Jepang yang membawa sampel asteroid besar pertama telah menyelesaikan mi...
Bank DKI dukung layanan digital Petrokimia Gresik
Jumat, 27 November 2020 - 16:37 WIB
Tingkatkan sinergi dan kolaborasi dalam pemanfaatan layanan digital, Bank DKI dan Petrokimia Gresik ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV