Jejak mentereng agritech startup TaniHub, mencipta kemudahan dan lejitkan pertanian di Indonesia
Elshinta
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:54 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Jejak mentereng agritech startup TaniHub, mencipta kemudahan dan lejitkan pertanian di Indonesia
Sumber foto: istimewa

Elshinta.com - Zaman semakin moderen, digitalisasi terjadi di hampir seluruh lini bisnis. Berbagai startup yang menawarkan solusi pun terus bertumbuh. Mereka ada yang sukses, bertahan, meski ada pula yang layu sebelum berkembang.

Salah satu startup yang sukses mengibarkan benderanya adalah TaniHub yang fokus pada permasalahan pertanian di Indonesia. Konsentrasinya pada pertanian yang mulai ditinggalkan anak muda belakangan ini, menjadi hal yang menarik.

Keseriusannya membuahkan hasil. Sebab, saat ini TaniHub Group menjadi platform e-commerce B2B (business-to-business) dan B2C (business-to-consumer) untuk hasil tani, yang bertujuan untuk menghubungkan petani dengan berbagai jenis usaha serta end-user.

Melalui pemanfaatan teknologi informasi, TaniHub Group yang terdiri dari platform TaniHub, TaniFund, dan TaniSupply dan memiliki visi “Agriculture for Everyone” sukses mewujudkan percepatan dampak positif dalam sektor pertanian.

Agriculture (Pertanian), Technology (Teknologi), dan Social Impact (Dampak Sosial) adalah tiga pilar utama perusahaan dalam menciptakan ekosistem untuk menata ulang sektor pertanian di Indonesia.

Sebagai informasi, TaniHub didirikan pada pertengahan 2016 oleh sekelompok anak muda yang berkeinginan kuat untuk mendukung petani yang menghadapi kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka. 

Tak hanya akses pasar, penggawa TaniHub juga turut menciptakan akses terhadap permodalan hingga membantu atasi permasalahan supply chain.

Pada 24 Agustus 2020 lalu, agritech startup terbesar di Indonesia ini genap berusia 4 tahun. Namun, di usianya yang masih belia, TaniHub Group sukses menciptakan beragam kemudahan untuk masyarakat petani di Indonesia.

Dalam Taniversary ke-4, Pamitra Wineka, President dan Co-Founder TaniHub Group, mengungkapkan bahwa Taniversary bukan sekadar acara perayaan, tapi ada makna lebih di dalamnya. "Setiap tahun, kami merayakan Hari Tani Nasional untuk berterima kasih kepada para petani yang telah berjasa besar bagi ketahanan pangan negeri ini. Namun, tidak banyak masyarakat Indonesia yang memaknai hari besar ini dalam hidup mereka. Sebab itu, melalui Taniversary, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap petani dan pertanian Indonesia," ungkap Pamitra kepada awak media, Senin (24/08).

Dalam kegiatan yang sama, Ivan Arie Sustiawan, CEO dan Co-Founder TaniHub Group mengatakan  bahwa mendukung pertanian Indonesia dapat dilakukan dengan mudah melalui TaniHub Group. 

"Tanpa perlu turun ke ladang untuk bertani, masyarakat bisa menjadi lender atau membeli hasil pertanian Indonesia. Oleh sebab itu kami memilih ‘Mudah Itu Diciptakan’ sebagai tema Taniversary tahun ini. Sekali lagi, untuk mengingatkan dan mempermudah masyarakat dalam mendukung petani Indonesia,” kata Ivan Arie.

Bukti sukses dan keseriusan TaniHub dalam mengangkat pertanian di Indonesia, ditunjukkan dengan raihan berbagai sertifikasi. Tidak hanya sertifikasi mengenai keamanan data, TaniHub Group juga mengincar sertifikasi keamanan pangan untuk semua warehouse yang dimiliki. 

Sejumlah sertifikasi tersebut merupakan jaminan bahwa TaniHub Group menerapkan standar yang tinggi dalam berbagai aspek, kendati perusahaan rintisan ini baru berusia 4 tahun.

Salah satunya, sertifikasi ISO 27001 mengenai keamanan data sudah diraih oleh TaniHub Group untuk kedua unit bisnisnya, TaniHub dan TaniFund, dari badan sertifikasi taraf internasional TÜV Rheinland pada tahun 2019. 

Soal ini Pamitra Wineka menyebut  bahwa sertifikasi ini penting bagi kedua entitas tersebut. “TaniHub dan TaniFund melibatkan interaksi langsung dengan data pengguna, sehingga penting bagi kami untuk menjaga keamanan data. Sebisa mungkin TaniHub Group keep up dengan best practice dan disiplin dengan compliance dari pemerintah,” ucap Pamitra.

Demi memastikan standar yang baik terhadap pengelolaan (penyimpanan dan distribusi) hasil produksi pertanian yang dijual, TaniHub Group juga sukses meraih sertifikasi ISO 22000 bagi seluruh warehouse yang dikelola oleh TaniSupply. Diketahui, ISO 22000 adalah standar keamanan pangan untuk bisnis dalam rantai makanan global.

Dalam rangka mencipta kemudahan, TaniHub juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dengan Pemerintah maupun startup lain. Misalnya yang telah dilakukan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beserta Digifish Network.

Kegiatan ini sekaligus menjadi perwujudan atas dukungan KKP terhadap usaha mikro-kecil yang dipandang sebagai kekuatan kemandirian ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, ketersedian bahan baku ikan menjadi hal penting untuk keberlanjutan usaha UMKM kelautan dan perikanan.

"Sektor perikanan di Indonesia ini begitu luas. Oleh sebab itu, kami juga melibatkan berbagai platform digital lainnya, seperti GoJek, Grab, Aruna, dan Digifish Network. Dengan berjalannya kolaborasi ini, komoditas dan hasil perikanan dapat secara komprehensif dipasarkan secara luas melalui platform pemasaran daring," tukas Pamitra.

Atas konsistensi dan keberhasilannya dalam bidang agritech dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, TaniHub juga berhasil menyabet sejumlah penghargaan bergengsi, salah satunya Indonesia Original Brands Award 2020 untuk kategori E-commerce Produk Pertanian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar: Vaksin mengandung babi telah alami penyaringan miliaran kali
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 09:41 WIB
Pakar vaksinologi mengatakan, beberapa jenis atau merek vaksin dalam proses pembuatannya memang bers...
Dokter sarankan ada dua wadah khusus masker di tas
Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:35 WIB
Pakar kesehatan mengingatkan Anda tak hanya memakai masker kain tiga lapis tetapi juga menyimpannya ...
Miliki website keharusan bagi pelaku usaha di era digital
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:47 WIB
Di era digital saat ini, memiliki website bisnis dinilai merupakan sebuah keharusan bagi pelaku us...
Google rilis fitur baru untuk pemilu AS
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:38 WIB
Google mengatakan akan memperkenalkan fitur-fitur baru di mesin pencari, Maps dan asisten suara untu...
Inilah produk inovasi Kemenristek untuk testing, tracing, dan treatment COVID-19
Senin, 12 Oktober 2020 - 16:49 WIB
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah melakukan ...
Luhut minta BPPT-Bio Farma segera produksi alat tes PCR-rapid
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 09:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Badan Pengkaji...
Menristek: Belum ada metodologi prediksi waktu gempabumi
Kamis, 01 Oktober 2020 - 12:26 WIB
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menritek/Kepala BRIN), Bambang ...
PT LEN bantu warga NTT di daerah yang alami krisis air bersih
Rabu, 30 September 2020 - 15:27 WIB
Desa Rabeka yang dihuni kira-kira 1.650 warga terletak di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang,...
Google Drive akan mulai hapus file yang dibuang mulai bulan depan
Jumat, 18 September 2020 - 11:14 WIB
Google mengubah cara Google Drive menangani file dan dokumen yang dibuang, di mana file di sampah ak...
Presiden Jokowi dorong Unpad lakukan inovasi riset dan iptek
Jumat, 11 September 2020 - 13:24 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan Universitas Padjajaran (Unpad) punya potensi besar untuk melakukan i...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV