AS pertimbangkan larangan impor kapas dari Xinjiang karena masalah HAM
Elshinta
Selasa, 08 September 2020 - 13:33 WIB |
AS pertimbangkan larangan impor kapas dari Xinjiang karena masalah HAM
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Antara.

Elshinta.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan larangan impor untuk beberapa atau semua produk yang terbuat dari kapas dari wilayah Xinjiang, Tiongkok karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Potensi larangan impor itu yang kemungkinan diumumkan segera pada Selasa (8/9) muncul di tengah laporan penggunaan kerja paksa terhadap kelompok warga minoritas Muslim di Xinjiang, seperti dikabarkan oleh New York Times pada Senin (7/9) malam.

Namun, cakupan dari larangan itu tidak jelas, termasuk tentang apakah larangan impor itu akan mencakup produk yang mengandung kapas dari Xinjiang yang dikirim dari negara lain.

Akan tetapi, kapas yang berasal dari wilayah Xinjiang digunakan oleh merek-merek besar pakaian global sebagai sumber bahan baku kapas dan tekstil lainnya.

Larangan impor tersebut, yang disebut sebagai withhold release order (WROs), akan dikeluarkan oleh Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS. Terkait hal itu, Gedung Putih dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS belum menanggapi permintaan komentar.

Amerika Serikat menerapkan aturan yang melarang masuk (larangan impor) barang-barang yang dibuat dengan kerja paksa. Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat dapat menggunakan WROs untuk menegakkan larangan impor tersebut.

Anggota parlemen AS pada Maret telah mengusulkan undang-undang yang bertujuan mencegah barang-barang yang diproduksi dengan cara kerja paksa di wilayah Xinjiang agar tidak masuk ke Amerika Serikat.

Xinjiang, wilayah utama penghasil kapas, adalah wilayah otonom di barat laut Tiongkok yang merupakan rumah bagi kelompok minoritas Muslim Uighur, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UNICEF mulai amankan ratusan juta jarum suntik untuk vaksin COVID-19
Selasa, 20 Oktober 2020 - 17:20 WIB
UNICEF, badan PBB yang menyediakan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak, pada Senin (19/10) mengataka...
Ada nama jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:10 WIB
Nama Presiden Joko Widodo diabadikan sebagai sebuah nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada S...
Emas menguat, rebound dari penurunan akhir pekan lalu
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:50 WIB
Emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari penurunan akhir pekan lalu...
Infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:02 WIB
Jumlah infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta pada Senin, mengalami peningkatan 55.722 kas...
Prancis akan usir 231 tersangka ekstremis usai serangan terhadap guru
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:55 WIB
Prancis sedang bersiap untuk mengusir 231 orang asing dalam daftar pantauan pemerintah untuk dugaan ...
Bursa Asia menguat di awal pekan, didorong optimisme stimulus AS dan vaksin Covid-19
Senin, 19 Oktober 2020 - 09:58 WIB
Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini.
Armenia dan Azerbaijan saling tuduh langgar gencatan senjata
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:24 WIB
Armenia dan Azerbaijan pada Minggu saling tuduh melanggar gencatan senjata kemanusiaan yang baru dal...
Bahasa Indonesia masuk pendidikan ekstra kurikuler sekolah di Ottawa
Minggu, 18 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Bahasa Indonesia masuk dalam program pendidikan ekstra kurikuler di sebagian taman kanak-kanak (TK) ...
Sekjen PBB: Dunia gagal hadapi ujian COVID-19
Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:56 WIB
 Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Sabtu (17/10), mengatakan dunia gagal menghadapi tantang...
Menlu Austria positif terinfeksi Covid-19
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 17:45 WIB
Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg telah dites positif mengidap virus corona dan mun...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV