Rupiah diperkirakan terkoreksi seiring memanasnya hubungan AS-Tiongkok
Elshinta
Rabu, 09 September 2020 - 11:25 WIB |
Rupiah diperkirakan terkoreksi seiring memanasnya hubungan AS-Tiongkok
Seorang teller menghitung uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta. Foto: Antara.

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (9/9) diperkirakan terkoreksi seiring memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Pada pukul 09.33 WIB, rupiah melemah 69 poin atau 0,47 persen menjadi Rp14.834 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.765 per dolar AS.

"Sell off di bursa saham AS semalam terutama di Nasdaq dan masih memanasnya konflik AS dan Tiongkok berpotensi menjadi sentimen negatif untuk risk asset termasuk rupiah hari ini," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Bursa saham AS pada perdagangan semalam bergerak negatif. Setelah sehari sebelumnya libur, indeks Dow Jones ditutup turun 2,25 persen, S&P500 melemah 2,78 persen, dan penurunan terbesar dialami Nasdaq yaitu minus 4,11 persen.

Menurut Ariston, pelaku pasar mungkin mengikuti arus pagi ini dengan keluar dari aset berisiko setelah penurunan dalam Nasdaq semalam.

"Sementara kekhawatiran pasar meninggi dengan Tiongkok mulai meng-counter tuduhan AS dan menyebabkan konflik makin memanas," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bakal bergerak melemah di kisaran Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.850 per dolar AS.

Pada Selasa (7/9/2020) lalu, rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.765 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.740 per dolar AS. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UU Cipta Kerja berdampak positif bagi industri keuangan syariah
Kamis, 29 Oktober 2020 - 10:36 WIB
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA Faozan Amar menyatakan bahwa penerapan UU Cipta Kerja bisa ...
Pertamina MOR VIII gelontorkan Rp2 miliar dana kemitraan UMKM di Papua
Rabu, 28 Oktober 2020 - 19:15 WIB
Pertamina (Persero) MOR VIII Papua Maluku menggelontorkan dana kemitraan dengan total Rp2.600.000.00...
Pasar rakyat online Depok berdayakan ojek pangkalan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:50 WIB
Program Pasar Rakyat Online Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok Jawa Barat ...
Presiden: Ekonomi syariah miliki potensi besar untuk dikembangkan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:07 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi besar u...
Rel jalur ganda kereta api Jombang-Mojokerto beroperasi
Rabu, 28 Oktober 2020 - 17:56 WIB
Rel jalur ganda (double track) perlintasan kereta api dari Stasiun Kereta Api Mojokerto hingga Stasi...
Dispar Mataram peroleh Rp7,902 miliar untuk bantuan hotel dan restoran
Rabu, 28 Oktober 2020 - 17:45 WIB
Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendapatkan dana hibah sebesar Rp7,902 miliar un...
Wamendes PDTT Budi Arie katakan bangsa ini terancam krisis petani
Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:07 WIB
Desa, Pemuda, Organik adalah tiga kata kunci yang diutarakan Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Desa P...
Menteri Erick siap dukung UMKM dalam infrastruktur hingga akses pasar
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:06 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir siap mendukung para pelaku UMKM dalam tiga aspek utama yakni infrastruktu...
Pemerintah kembangkan lumbung pangan kentang dan bawang di Humbang Hasundutan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:56 WIB
Presiden Jokowi didamping Mentan Syahrul Yasin Limpo,Gubernur Sumut,Edy Rahmayadi meninjau kawasan l...
Bansos Tahap III Provinsi Jabar di Subang disalurkan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:55 WIB
Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Tahap III Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi disalurkan un...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV