Apa saja kebiasaan yang bisa merusak sperma?
Elshinta
Jumat, 11 September 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Apa saja kebiasaan yang bisa merusak sperma?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2FhM1Es

Elshinta.com - Kesuburan pria sangat bergantung pada kualitas sperma yang dimilikinya. Ada banyak masalah yang berkaitan dengan proses konsepsi (pembuahan) dan kualitas sperma menjadi salah satu penyebab paling menonjol. 

Apa saja hal atau kebiasaan yang bisa membuat sperma rusak?  Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini kebiasaan yang bisa menurunkan kualitas sperma:

Pakai pelumas 
Beberapa pelumas seks mengandung pengawet asam hidroklorik yang dapat menurunkan kualitas sperma dan menurunkan kesuburan pria. Konsistensi pelumas yang tebal juga membuat gerak sperma dalam vagina jadi lebih lemah. 

Selain itu, ada pelumas yang mengandung spermisida nonoxynol-9. Pelumas ini dapat membunuh sperma atau menghentikan pergerakannya sebelum bisa berenang masuk ke dalam rahim.

Stres
Sebuah penelitian menemukan bahwa stres berat yang berkelanjutan ternyata dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko terjadinya kemandulan. Pria yang terus-terusan mengalami stres cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih buruk. 

Karena kadar hormon stres yang sangat tinggi dapat menekan kadar hormon testosteron sehingga mengganggu proses pembentukan sperma sehat dalam testis. Stres berat juga terkait dengan peradangan yang bisa membunuh sperma.

Makan makanan olahan
Para peneliti menemukan bahwa pria yang kebanyakan makan daging prosesan memiliki jumlah sperma terendah dan bentuk yang cacat. Zat kimia dalam produk daging olahan dapat menghambat produksi hormon testosteron, sehingga menurunkan jumlah dan kualitas sperma. 

Kurang makan ikan
Ikan terbukti baik untuk kesehatan sperma. Sebuah penelitian menyebut bahwa kualitas sperma terlihat lebih baik pada pria yang rajin mengkonsumsi ikan tuna atau salmon. Ikan yang banyak mengandung asam lemak omega 3 akan meningkatkan kualitas sperma.   

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3k7vK3A

Sering menyantap junk food
Suatu penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi lemak jenuh seperti junk food menyebabkan kualitas sperma memburuk yang ditandai dengan gerak renang lemah dan bentuk yang abnormal.

Lemak jenuh juga mengurangi produksi sperma sehat. Pria yang secara rutin mengonsumsi junk food memiliki jumlah sperma 43% lebih sedikit sehingga spermanya lebih encer hingga 38 persen.

Gizi rendah
Hampir semua proses dalam tubuh saling berhubungan. Kekurangan mineral-mineral yang kaya mangan, seng dan selenium dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma.

Banyak minum alkohol
Minum alkohol terlalu banyak dapat menurunkan kadar hormon testosteron. Hal ini berdampak pada jumlah sperma sehat yang dihasilkan jadi lebih rendah dari sebelumnya.

Selain itu, pergerakan sperma juga jadi tidak terlalu lincah, dan bentuk spermanya kurang sempurna. Minum terlalu banyak alkohol dapat menurunkan kuantitas dan kualitas sperma.

Ilustrasi, Sumber foto: https://bit.ly/2RbSSl8

Kebiasan minum soda
Satu kaleng soda sehari bisa merusak sperma. Kemampuan sperma untuk bergerak akan berkurang. Alasannya, minuman bersoda memiliki kandungan gula yang bisa menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini bisa merembet jadi peradangan, yang membuat pergerakan sperma terhambat. 

Obat-obatan terlarang
Ini adalah salah satu penyebab utama di balik sperma lemah dan pria yang merokok ganja secara teratur lebih rentan terhadap sperma lemah dan jumlah sperma rendah. Bukan hanya ganja, ekstasi dan kokain juga bisa menurunkan kualitas sperma.

Steroid
Steroid sering menjadi jalan pintas bagi pria yang ingin memperbesar otot. Tapi efek sampingnya dapat menyebabkan kerusakan hati, tingkat kolesterol LDL tinggi, pertumbuhan terhambat, kebotakan, masalah kemandulan dan masalah ginjal.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3k5rlhz

Antibiotik
Antibiotik yang diresepkan untuk memerangi infeksi dapat menurunkan kualitas sperma dan dapat mengurangi mobilitas dan jumlah sperma juga. Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih untuk obat tersebut.

Kekurangan vitamin C
Kekurangan vitamin C dalam makanan sehari-hari adalah penyebab utama kemandulan. Sperma terikat untuk tetap bersatu jika tubuh kekurangan vitamin C dan ini akan menurunkan potensi seksual (kesuburan).

Merokok
Merokok dapat memberikan kontribusi pada penumpukan plak di arteri dan plak tersebut akan menghalangi aliran darah ke penis. Merokok juga dapat mempengaruhi kualitas dan keaktifan sperma.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/33hfrdP

Menyimpan gawai dalam saku celana
Gawai atau ponsel dapat menurunkan kualitas sperma, atau bahkan membunuhnya, jika disimpan di saku celana dekat dengan testis. Radiasi sinyal ponsel menghantarkan energi panas yang dapat menyebabkan kerusakan DNA sel sperma, sehingga menurunkan kegesitan sperma hingga 8 persen.

Panas dari badan gawai juga meningkatkan suhu di dalam testis dan menghambat produksi sperma yang baru. Sering memangku laptop, juga bisa berpengaruh. Panas yang dihasilkan dari laptop dapat meningkatkan suhu testis yang dapat memengaruhi produksi sperma.

Tidur larut malam
Pria yang terbiasa tidur larut malam dan begadang (tidur kurang dari 6 jam setiap malam) mengalami penurunan kesuburan hingga 31% daripada pria yang bisa rutin tidur 7-8 jam tiap malam. Kurang tidur memengaruhi produksi hormon testosteron yang sangat penting dalam memproduksi sperma.

Olahraga terlalu intens
Latihan intens dapat menjaga jantung sehat dan juga bisa membuat tubuh lebih aktif, tetapi ada hal lain yang dapat muncul jika stres tubuh terlalu banyak. 

Daerah kelamin harus selalu terpelihara, sejuk dan kering. Latihan intens membuat daerah kelamin bisa menjadi panas dan dapat menurunkan jumlah sperma, karena gonad memerlukan suhu optimal untuk menghasilkan sperma.

Celana ketat 
Ini adalah sesuatu yang tidak banyak disadari pria. Pria yang memakai celana ketat yang mungkin menghadapi masalah dengan motilitas dan produksi sperma. 

Karena celana ketat membuat daerah kelamin panas dan memengaruhi produksi sperma. Mandi air panas juga dapat menyebabkan masalah.

Lingkungan berbahaya
Pestisida, insektisida, bahan kimia beracun, logam berat dan pelarut organik bisa menyebabkan sperma lemah. Segala bentuk radiasi pengion juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistem reproduksi dan dengan cara ini juga memengaruhi sperma.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gubernur Kalbar bantu 23 unit ventilator dan non invasive untuk pasien Covid-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, menyerahkan bantuan sebanyak 23 unit ventilator dan non invasi...
Wabup Subang sarankan bentuk Satgas Covid-19 sampai tingkat RT
Rabu, 28 Oktober 2020 - 10:56 WIB
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur (Kang Akur) berharap dibentuk Satgas Penanganan Covid-19 di tingka...
IDI: Peningkatan penyakit tidak menular mengancam Indonesia
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:39 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Mohammad Faqih mengemukakan, Indon...
Hari Dokter Nasional, momentum warga bantu paramedis tangani COVID-19 
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin menyatakan peringata...
Osteoporosis bukan hanya disebabkan kekurangan kalsium
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:54 WIB
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk dr Karina Besinga SpO...
Cegah Covid-19, manajemen dirikan tenda darurat di halaman parkir RSUD dr Soedarso
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:47 WIB
Mengantisipasi membludaknya pasien di ruang IGD dan mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah ...
Bupati Lebak tutup lokasi wisata saat liburan panjang
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Bupati Lebak, Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata...
Luncurkan Program \
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:37 WIB
Luncurkan Program \"Manuto Yo Mas\", RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diminta tak hanya pamer di medsos.
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang gencar sasar hingga Puskesmas
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:28 WIB
Untuk mencegah penyebaran kasus Covid 19 di Kabupaten Subang, Jawa Barat dilakukan penyisiran sampai...
Ustadz Yusuf Mansur: Hadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:52 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur`an, Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, para santri dan pengurus di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV