Harga emas anjlok terseret aksi ambil untung
Elshinta
Jumat, 18 September 2020 - 07:48 WIB |
Harga emas anjlok terseret aksi ambil untung
Illustrasi - Emas batangan. (ANT/REUTERS/Mike Segar/am) - https://bit.ly/32yPKqb

Elshinta.com - Harga emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul aksi ambil untung dari kenaikan selama tiga hari berturut-turut, setelah Federal Reserve (Fed) AS memupus harapan investor untuk lebih banyak stimulus guna mendukung ekonomi yang dilanda Virus Corona.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, anjlok 20,6 dolar AS atau 1,05 persen menjadi ditutup pada 1.949,9 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (16/9/2020), emas berjangka naik 4,3 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.970,5 dolar AS.

Harga emas berjangka juga naik 2,5 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.966,2 dolar AS pada Selasa (15/9/2020), setelah terangkat 15,8 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.963,70 dolar AS pada Senin (14/9/2020), dan jatuh 16,4 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.947,90 dolar AS pada Jumat lalu (11/9/2020).

Pernyataan Fed yang dirilis setelah penutupan pasar pada Rabu (16/9/2020) menunjukkan bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol hingga 2023 guna membantu ekonomi AS.

Para analis pasar berpendapat bahwa ini mungkin membuktikan bullish untuk emas dalam jangka panjang, tetapi investor mungkin menjual emas untuk mengambil untung karena pandangan ekonomi yang lebih baik dari Federal Reserve.

"Terlepas dari kenyataan bahwa Fed cukup dovish, tampaknya untuk pasar emas itu tidak cukup dovish," kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek.

“Ada kekhawatiran bahwa dengan tidak ada lagi Pelonggaran Kuantitatif, mungkin hanya ada sedikit momentum untuk emas.”

The Fed berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati level nol sampai inflasi berada di jalur untuk "secara moderat melebihi" target inflasi dua persen "untuk beberapa waktu".

Harga emas telah melonjak 28 persen sepanjang tahun ini, dibantu oleh suku bunga mendekati nol secara global dan permintaan untuk lindung nilai terhadap inflasi.

Namun bank sentral AS juga menyatakan bahwa pihaknya memperkirakan pemulihan ekonomi yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, dengan pengangguran turun lebih cepat dari yang diharapkan pada Juni.

"Banyak yang mengharapkan tentang kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana Fed berencana untuk memicu inflasi dalam beberapa bulan mendatang," kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Sementara itu klaim pengangguran baru AS tetap bertengger di level yang lebih tinggi minggu lalu menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja masih terhenti.

Harga logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 37,6 sen atau 1,37 persen menjadi ditutup pada 27,1 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 42,6 dolar AS atau 4,38 persen menjadi ditutup pada 930,9 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:02 WIB
Jumlah infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta pada Senin, mengalami peningkatan 55.722 kas...
Prancis akan usir 231 tersangka ekstremis usai serangan terhadap guru
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:55 WIB
Prancis sedang bersiap untuk mengusir 231 orang asing dalam daftar pantauan pemerintah untuk dugaan ...
Bursa Asia menguat di awal pekan, didorong optimisme stimulus AS dan vaksin Covid-19
Senin, 19 Oktober 2020 - 09:58 WIB
Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini.
Armenia dan Azerbaijan saling tuduh langgar gencatan senjata
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:24 WIB
Armenia dan Azerbaijan pada Minggu saling tuduh melanggar gencatan senjata kemanusiaan yang baru dal...
Bahasa Indonesia masuk pendidikan ekstra kurikuler sekolah di Ottawa
Minggu, 18 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Bahasa Indonesia masuk dalam program pendidikan ekstra kurikuler di sebagian taman kanak-kanak (TK) ...
Sekjen PBB: Dunia gagal hadapi ujian COVID-19
Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:56 WIB
 Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Sabtu (17/10), mengatakan dunia gagal menghadapi tantang...
Menlu Austria positif terinfeksi Covid-19
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 17:45 WIB
Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg telah dites positif mengidap virus corona dan mun...
Dalam 24 jam terakhir, Prancis catat 25.086 kasus COVID-19
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:56 WIB
Kementerian kesehatan Prancis melaporkan 25.086 kasus virus corona jenis baru yang dikonfirmasi dala...
Emas turun 2,5 dolar saat harapan stimulus AS surut
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:45 WIB
Harga emas berjangka turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah membukukan kenaika...
Bank Dunia nilai UU Cipta Kerja dukung pemulihan ekonomi
Jumat, 16 Oktober 2020 - 13:35 WIB
Bank Dunia menilai Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disetujui DPR RI dan menunggu disahkan oleh ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV