Puan ceritakan kedekatan Bung Karno dengan NU
Elshinta
Sabtu, 19 September 2020 - 14:57 WIB |
Puan ceritakan kedekatan Bung Karno dengan NU
Sumber foto: https://s.id/rxP2y

Elshinta.com - Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan orasi kebangsaan secara virtual dalam Konferensi Besar ke-23 GP Ansor, dan menceritakan kedekatan Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Puan mengatakan hubungan Islam dan nasionalisme bagi bangsa Indonesia ibarat eratnya hubungan Bung Karno dengan NU, salah satunya hubungan Bung Karno dengan KH Abdul Wahab Hasbullah, dua tokoh yang bersahabat dan saling menghormati.

"Bung Karno selalu bermusyawarah dan meminta pandangan dari ulama-ulama Nahdlatul Ulama dalam hal genting dan penting termasuk dengan Kiai Wahab Hasbullah," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/9).

Hal itu dikatakan Puan saat menyampaikan Orasi Kebangsaan secara virtual dalam Konferensi Besar ke-23 GP Ansor, di Minahasa, Sulawesi Utara. 

Menurut Puan, konsistensi GP Ansor tidak bisa dilepaskan dari sosok KH Abdul Wahab Hasbullah, yang meletakkan fondasi pemikiran kebangsaan pada generasi muda Nahdlatul Ulama. "Kiai Abdul Wahab Hasbullah merupakan teladan bangsa ini karena senantiasa menggelorakan spirit cinta Tanah Air adalah bagian dari iman (hubbul wathan minal iman)." ujarnya.

Dalam konteks tersebut, menurut Puan, cinta Tanah Air adalah bagian dari iman telah menjadi gerakan besar yang menggelorakan nasionalisme kaum muda.

Puan mengatakan, dalam Muktamar NU di Solo tahun 1962, Bung Karno menegaskan kepada para muktamirin, "Saya cinta sekali kepada NU". "Bung Karno sampaikan hal itu dari lubuk hati paling dalam, karena menyadari peran NU dalam menjaga Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945. NU selalu hadir membela negara pada saat-saat genting dan penting," ujarnya.

Menurut Puan, kecintaan Bung Karno kepada NU juga dibalas dengan menganugerahi Bung Karno gelar waliyul amri ad-daruri bis syaukah, yaitu pemimpin nasional dalam keadaan darurat namun memiliki wewenang yang mutlak.

Dia mengatakan, gelar itu dianugerahkan dalam Muktamar ke-20 NU di Surabaya pada 1954, dan menegaskan bahwa Bung Karno adalah pemimpin negeri Muslim yang sah secara syariat, demikian Antara. (Ank) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indonesia kecam aksi teror di Nice Prancis
Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:05 WIB
Indonesia mengecam aksi teror di Kota Nice, Prancis, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia d...
Pengamat: Vaksin-stimulus ekonomi bakal dongkrak kinerja BUMN karya semester II
Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:53 WIB
Pengamat BUMN, Toto Pranoto menilai, kehadiran vaksin COVID-19 dan pemberian stimulus ekonomi pada s...
MUI ajak masyarakat tak terprovokasi isu boikot produk Prancis
Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:37 WIB
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi meminta masyarakat tidak terprovok...
Korlantas Polri prediksi arus balik libur panjang Sabtu-Minggu
Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:04 WIB
Arus balik libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diprediksi akan terjadi pada Sabtu, 31 ...
Rapid test massal dilakukan di Puncak Bogor, 50 wisatawan reaktif
Jumat, 30 Oktober 2020 - 09:46 WIB
Sebanyak 50 wisatawan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinyatakan reaktif dari hasil ...
Pasien sembuh dari COVID-19 bertambah 3.985 jadi 329.778 orang
Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:56 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan pada 29 Oktober 2020, pasien sembuh dari penya...
26 ribu jemaah umrah tertunda, penuhi syarat usia yang ditetapkan Arab Saudi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:45 WIB
Pemerintah Arab Saudi berencana mulai menerima kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya mulai 1 N...
Peringati Hari Sumpah Pemuda, 30 taruna Akpol gelar baksos
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:56 WIB
Dalam mereflesikan  hari Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebanyak 30 orang Taruna Tarun...
Pakar: Pemerintah harus sabar dapatkan hasil dalam memutus pandemi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Hidayatu...
 Peringatan Maulid Nabi jadi momentum memutus mata rantai Covid-19
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Momen berkumpul dan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah momen yang  sangat dinantikan.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV