Emas anjlok, tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran stimulus
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 08:56 WIB |
Emas anjlok, tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran stimulus
Emas batangan. Foto: Antara.

Elshinta.com - Emas berjangka anjlok lebih dari 50 dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi), karena aksi jual pasar yang lebih luas didorong oleh ketidakpastian atas lebih banyak stimulus fiskal Amerika Serikat menekan logam mulia bersama dengan dolar AS yang lebih kuat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, merosot tajam 51,5 dolar AS atau 2,62 persen, menjadi ditutup pada 1.910,60 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (18/9/2020), emas berjangka terangkat 12,2 dolar AS atau 0,63 persen, menjadi 1.962,10 dolar AS.

Emas berjangka juga anjlok 20,6 dolar AS atau 1,05 persen menjadi 1.949,9 dolar AS pada Kamis (17/9/2020), setelah naik 4,3 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.970,5 dolar AS pada Rabu (16/9/2020), dan menguat 2,5 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.966,2 dolar AS pada Selasa (15/9/2020).

Indeks dolar naik 0,8 persen terhadap para pesaingnya pada Senin (21/9/2020), persentase kenaikan harian tertinggi sejak 19 Maret, karena investor memindahkan aset-aset mereka ke dalam dolar AS ketika nilai ekuitas jatuh di tengah kekhawatiran atas pemilihan AS dan kemungkinan gelombang kedua infeksi COVID-19, saat angka kasus mulai meningkat lagi di Eropa.

Para analis mencatat bahwa penurunan ekuitas AS biasanya mengakibatkan kenaikan emas karena investor beralih ke logam mulia sebagai tempat berlindung yang aman. Namun dalam hal ini dolar AS dipandang sebagai safe haven yang kuat karena fundamental ekonominya relatif kuat, membuat dolar lebih menarik dibandingkan logam mulia.

"Emas seharusnya diperdagangkan lebih tinggi karena permintaan safe-haven tetapi ini semacam terulang kembali seperti di musim semi ketika aksi jual pasar datang, pelaku pasar telah menjual aset secara keseluruhan," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip Reuters.

Kongres AS selama berminggu-minggu tetap menemui jalan buntu mengenai ukuran dan bentuk rancangan undang-undang tanggapan virus corona kelima, di atas sekitar tiga triliun dolar AS yang sudah disahkan menjadi undang-undang.

Investor sekarang menunggu pidato dari anggota komite Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, yang akan tampil di hadapan komite Kongres pekan ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 2,742 dolar AS atau 10,11 persen menjadi ditutup pada 24,387 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 62,4 dolar AS atau 6,65 persen menjadi ditutup pada 876,1 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus COVID-19 harian Eropa berlipat ganda dalam 10 hari
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Kasus virus corona yang dilaporkan di Eropa lebih dari dua kali lipat dalam 10 hari, melewati 200.00...
Meksiko akan bayar efek samping vaksin COVID-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:30 WIB
Pemerintah Meksiko akan membayar untuk menutupi semua kewajiban yang timbul jika terdapat efek sampi...
Emas menguat didorong pelemahan dolar dan spekulasi stimulus AS
Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:57 WIB
Emas naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat kenaikan untuk hari kedua be...
UNICEF mulai amankan ratusan juta jarum suntik untuk vaksin COVID-19
Selasa, 20 Oktober 2020 - 17:20 WIB
UNICEF, badan PBB yang menyediakan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak, pada Senin (19/10) mengataka...
Ada nama jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:10 WIB
Nama Presiden Joko Widodo diabadikan sebagai sebuah nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada S...
Emas menguat, rebound dari penurunan akhir pekan lalu
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:50 WIB
Emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari penurunan akhir pekan lalu...
Infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:02 WIB
Jumlah infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta pada Senin, mengalami peningkatan 55.722 kas...
Prancis akan usir 231 tersangka ekstremis usai serangan terhadap guru
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:55 WIB
Prancis sedang bersiap untuk mengusir 231 orang asing dalam daftar pantauan pemerintah untuk dugaan ...
Bursa Asia menguat di awal pekan, didorong optimisme stimulus AS dan vaksin Covid-19
Senin, 19 Oktober 2020 - 09:58 WIB
Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini.
Armenia dan Azerbaijan saling tuduh langgar gencatan senjata
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:24 WIB
Armenia dan Azerbaijan pada Minggu saling tuduh melanggar gencatan senjata kemanusiaan yang baru dal...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV