WHO: Pedoman penularan COVID-19 tidak berubah
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 09:51 WIB |
WHO: Pedoman penularan COVID-19 tidak berubah
Ilustrasi droplet. (Pixabay) - https://bit.ly/2FOEixX

Elshinta.com - 

WHO: Pedoman penularan COVID-19 tidak berubah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mengubah kebijakannya mengenai penularan virus corona melalui udara, kata badan tersebut pada Senin (21/9), setelah pejabat kesehatan Amerika Serikat (AS) merilis rancangan pedoman baru dengan peringatan keliru bahwa virus dapat menyebar melalui partikel di udara.

Direktur eksekutif program kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan, akan menindaklanjuti bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS dalam 24 jam ke depan setelah pihaknya mengatakan COVID-19 dapat menyebar melalui partikel yang dapat tetap melayang di udara dan menyebar lebih dari enam kaki.

"Yang pasti kami tidak melihat bukti baru apa pun dan kebijakan kami mengenai hal ini masih sama," katanya.

CDC mengatakan rancangan versi perubahan rekomendasinya diunggah  salah pada lamannya saat proses pemutakhiran  pedomannya.

CDC akan mengunggah ulang pedoman tersebut setelah menyelesaikan penilaiannya.

Sebelumnya CDC mengatakan bahwa virus terutama menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui tetesan pernapasan ketika seseorang yang sakit batuk, bersin atau berbicara.

Ryan menyebutkan WHO masih meyakini bahwa penyakit ini terutama menyebar melalui tetesan, akan tetapi di ruang tertutup yang penuh sesak dengan ventilasi yang buruk, penularan virus melalui udara dapat terjadi.

"Kami masih, berdasarkan bukti, meyakini bahwa terdapat berbagai cara penularan (virus)," pungkasnya, dilansir Antara dari Reuters. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Emas naik tipis
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:53 WIB
Emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound tipis dari penuruna...
Kasus COVID-19 harian Eropa berlipat ganda dalam 10 hari
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Kasus virus corona yang dilaporkan di Eropa lebih dari dua kali lipat dalam 10 hari, melewati 200.00...
Meksiko akan bayar efek samping vaksin COVID-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:30 WIB
Pemerintah Meksiko akan membayar untuk menutupi semua kewajiban yang timbul jika terdapat efek sampi...
Emas menguat didorong pelemahan dolar dan spekulasi stimulus AS
Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:57 WIB
Emas naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat kenaikan untuk hari kedua be...
UNICEF mulai amankan ratusan juta jarum suntik untuk vaksin COVID-19
Selasa, 20 Oktober 2020 - 17:20 WIB
UNICEF, badan PBB yang menyediakan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak, pada Senin (19/10) mengataka...
Ada nama jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:10 WIB
Nama Presiden Joko Widodo diabadikan sebagai sebuah nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada S...
Emas menguat, rebound dari penurunan akhir pekan lalu
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:50 WIB
Emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari penurunan akhir pekan lalu...
Infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:02 WIB
Jumlah infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta pada Senin, mengalami peningkatan 55.722 kas...
Prancis akan usir 231 tersangka ekstremis usai serangan terhadap guru
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:55 WIB
Prancis sedang bersiap untuk mengusir 231 orang asing dalam daftar pantauan pemerintah untuk dugaan ...
Bursa Asia menguat di awal pekan, didorong optimisme stimulus AS dan vaksin Covid-19
Senin, 19 Oktober 2020 - 09:58 WIB
Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV