Awas! Berikut ini kesalahan memakai kondom yang sering dilakukan
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Awas! Berikut ini kesalahan memakai kondom yang sering dilakukan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3j4mcWU

Elshinta.com - Salah satu hal yang membuat kondom tidak berfungsi dengan baik adalah kesalahan dalam memakainya. Cara memakai kondom memang terlihat mudah. Namun, ternyata masih banyak pria yang melakukan kesalahan. Sehingga kondom menjadi kurang efektif dalam mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual seperti gonore, HIV, dan sifilis.

Tidak memakai atau menggunakan kondom dengan benar sama saja dengan tidak menggunakan kondom sama sekali. Itulah alasannya mengapa memerhatikan cara memakai kondom dengan tepat menjadi bagian penting sebelum berhubungan intim.
Pemakaian kondom yang tepat juga penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksi pria. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesalahan memakai kondom dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi pada pria usia produktif. Oleh karena itu, hindari beberapa kesalahan dalam memakai kondom. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika memilih dan memakai kondom:

Tidak membuka dengan baik
Saat hendak menggunakan, pastikan bahwa kondom tidak terbalik. Agar tidak salah pasang, letakkan kondom pada puncak kepala penis dan perlahan membuka gulungan kondom tersebut hingga menutupi seluruh permukaan penis.

Jika tidak membuka gulungan kondom dengan benar, sebagian permukaan kulit penis tidak akan terlindungi, sehingga meningkatkan risiko kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS).

Menyisakan gelembung udara
Pemasangan kondom yang terburu-buru dan tidak tepat akan menciptakan ruang bagi gelembung udara tetap tinggal. Hal ini dapat membuat kondom robek seluruhnya. Saat menggunakan kondom, pastikan bahan pas membalut penis dan tidak lecek untuk menghindari pembentukan gelembung udara.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3hTjYZl

Terlalu cepat memakainya
Pemakaian yang terlalu dini saat penis belum ereksi sepenuhnya akan membuat kondom lebih sulit dipakai, tidak terpasang dengan benar, dan mudah rusak. Hal ini juga dapat mengubah posisi kondom karena ukuran penis yang berbeda ketika sebelum dan sesudah ereksi.

Tidak menyisakan ruang 
Ruang di ujung kondom berfungsi sebagai tempat menampung air mani. Banyak pria yang sering kali tidak menyisakan tempat di bagian tersebut, sehingga ketika selesai berhubungan seks, air mani mudah tercecer dan tidak ditampung pada kondom dengan baik. 

Hal ini juga dapat berisiko membuat kondom lebih mudah robek. Disarankan untuk menyisakan ruang kosong di ujung kondom sekitar 1,5 cm untuk membiarkan kondom menangkup cairan ejakulasi. 

Salah memilih pelumas 
Menggunakan pelumas kondom bisa membuat kegiatan berhubungan seks semakin nyaman. Penggunaan pelumas juga dikatakan mempermudah penggunaan kondom. Namun, tidak semua pelumas cocok dengan bahan kondom. 

Agar kondom tidak rusak saat digunakan, sebaiknya tidak memilih kondom yang berbahan dasar minyak seperti baby oil, losion, maupun petroleum jelly. Jika ingin menggunakan pelumas kondom, pilihlah yang berbahan dasar air.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3mL9zme

Terlambat menggunakan 
Menunggu terlalu lama untuk memakai kondom adalah tindakan berisiko. Banyak pria yang menunggu foreplay usai sebelum menggunakan kondom. Tidak ada masalah berarti dengan cara ini kecuali jika foreplay melibatkan penetrasi dalam bentuk apapun. 

Cairan pra-ejakulasi pria dapat mengandung sperma. Sebab risiko kehamilan dan penularan penyakit tetap ada karena sempat berhubungan seks tanpa pengaman.

Terlalu cepat melepas
Menarik diri dari perlindungan bisa mengakibatkan risiko penularan penyakit kelamin dan kehamilan yang tidak diinginkan. Disarankan untuk menanggalkan kondom sebelum penis kembali normal sepenuhnya. Karena hal ini dapat menyisakan lebih banyak ruangan dalam kondom yang bisa meningkatkan peluang air mani tumpah keluar atau kondom tergelincir lolos.

Terlalu lama 
Membiarkan kondom tetap terpasang setelah terjadi ejakulasi juga merupakan tindakan yang keliru. Saat air mani sudah tertampung di kondom dan tetap dibiarkan terpasang, air mani bisa saja keluar dari kondom. Terlalu lama memakainya dapat membuat cairan ejakulasi membeku. 

Hal ini dapat mengiritasi kulit karena air mani memiliki banyak molekul anti-peradangan. Selain itu, sisa air mani dapat bercampur dengan cairan pra-ejakulasi selanjutnya, dan dapat menyumbat uretra penis.

Memakai lebih dari satu 
Ada yang menganggap bahwa memakai kondom hingga berlapis-lapis dapat meningkatkan efektivitas kondom. Namun, hal ini tidaklah benar. Justru sebaliknya, menggunakan dua kondom sekaligus justru memudahkan gesekan antara kedua kondom, sehingga mudah robek.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3mKhD6m

Satu kondom untuk dua situasi berbeda
Sebuah studi melaporkan terjadi menggunakan satu kondom untuk dua situasi seksual berbeda. Yakni melepasnya, kemudian memasang ulang dalam posisi terbalik dan kemudian melanjutkan penggunaannya.

Daur ulang semacam ini tentu tidak higienis. Sebab bakteri dari aktivitas seksual sebelumnya dapat menyebar ke yang lain. Sehingga bisa berisiko penularan penyakit kelamin atau kehamilan. Sperma sisa ejakulasi sebelumnya dapat bertahan hidup hingga lima hari setelahnya.

Ukuran yang tidak sesuai
Ukuran penis setiap pria berbeda-beda. Sebelum membeli kondom, kenali ukuran penis dan pilihlah kondom yang ukurannya sesuai dengan ukuran penis. Jangan memaksakan diri untuk membeli kondom dengan ukuran yang tidak pas. 

Jika ukurannya terlalu kecil, kondom akan mudah sobek saat digunakan dan bisa menyebabkan penis cedera. Sementara itu, kondom yang ukurannya terlalu besar akan mudah terlepas saat berhubungan intim.

Tidak diperiksa saat membeli
Beberapa studi menunjukkan bahwa sekitar 70–75% pria lupa atau jarang memeriksa kondisi kondom pada saat membelinya. Kondom bisa saja sudah dalam keadaan rusak atau kedaluwarsa. 

Saat membeli kondom atau sebelum menggunakannya, biasakan untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsanya. Perhatikan pula kemasan kondom apakah tampak kusam, rusak, warnanya pudar, atau tampak lengket pada kemasan.

Membuka dengan benda tajam
Sekitar 2,1 hingga 11,2 persen responden melaporkan membuka bungkusan kondom dengan benda tajam menggunakan benda tajam seperti gunting, pisau, atau bahkan menggigit kemasan kondom untuk membukanya dengan cepat. Namun, hal ini justru akan meningkatkan risiko kondom rusak atau robek sehingga efektivitasnya akan berkurang.


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IDI: Peningkatan penyakit tidak menular mengancam Indonesia
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:39 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Mohammad Faqih mengemukakan, Indon...
Hari Dokter Nasional, momentum warga bantu paramedis tangani COVID-19 
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin menyatakan peringata...
Osteoporosis bukan hanya disebabkan kekurangan kalsium
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:54 WIB
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk dr Karina Besinga SpO...
Cegah Covid-19, manajemen dirikan tenda darurat di halaman parkir RSUD dr Soedarso
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:47 WIB
Mengantisipasi membludaknya pasien di ruang IGD dan mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah ...
Bupati Lebak tutup lokasi wisata saat liburan panjang
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Bupati Lebak, Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata...
Luncurkan Program \
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:37 WIB
Luncurkan Program \"Manuto Yo Mas\", RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diminta tak hanya pamer di medsos.
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang gencar sasar hingga Puskesmas
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:28 WIB
Untuk mencegah penyebaran kasus Covid 19 di Kabupaten Subang, Jawa Barat dilakukan penyisiran sampai...
Ustadz Yusuf Mansur: Hadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:52 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur`an, Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, para santri dan pengurus di...
Satgas COVID-19: Patuh 3M bisa akhiri pandemi!
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:45 WIB
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Dr Sonny B. Harmadi mengatakan, patuh memakai maske...
Anggota DPR dorong Kemenkes beri vaksin COVID-19 gratis
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:27 WIB
Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar mendorong Kementerian Kesehatan untuk membiayai vaksin COVID-19 a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV