Sidang korupsi skandal pembelian MTN oleh Bank Sumut sampai malam, `Fee`4 persen dipertanyakan
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 15:26 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Sidang korupsi skandal pembelian MTN oleh Bank Sumut sampai malam, `Fee`4 persen dipertanyakan
Foto: Amsal/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sidang lanjutan secara video conference (vidcon) perkara korupsi Rp202 miliar terkait skandal pembelian Medium Term Notes (MTN) milik PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance oleh PT Bank Sumut, Senin (21/9) di ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan berjalan alot hingga malam hari.

Majelis hakim (terdiri dari 5 orang, red) diketuai Sri Wahyuni terlihat kurang puas. Sebab tim JPU dari Kejati Sumut dinilai belum mampu mengungkap fakta tentang 'fee' sebesar 3 hingga 4 persen yang diterima terdakwa.

"Bagaimana ini Pak Jaksa? Selain pidana korupsi terdakwanya didakwa dengan tindak pidana pencucian uang. Tapi saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan belum ada mengetahui tentang aliran 'feenya'," ucap Sri Wahyuni, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal.

Sementara dari arena persidangan, tim JPU dimotori Hendrik Sipahutar dan Robertson menghadirkan tiga orang saksi guna didengarkan keterangannya.

Baik saksi Arief yang saat itu menjabat Kepala Divisi Vice Income MNC Sekuritas, James Waro selaku staf di bagian Processing MTN maupun Nurtantina selaku staf Vice Income mengaku kurang mengetahui soal aliran 'fee' dimaksud.

Menurut saksi Arief bahwa soal 'fee' dalam penjualan MTN milik PT SNP Finance kepada PT Bank Sumut itu diketahuinya dari Bambang. Saksi mengaku disuruh membuka rekening di Bank Mandiri kemudian buku tabungan dan ATM-nya diserahkan kepada Andri.

Saksi juga mengaku sempat ragu dengan beredarnya informasi bahwa penjualan MTN milik PT SNP Finance melalui jasa PT MNC Sekuritas.

"Saya sempat ragu. Namun menurut Andri waktu itu, tidak masalah," ucapnya sembari menyatakan kalau masalah pencairan 'fee' dia tidak terlibat.

Sedangkan saksi James menyatakan bahwa ia hanya membuat proses pembuatan MTN saja. Saksi Nurtantina hanya mengirimkan surat penawaran kepada Bank Sumut yang diterima oleh Nurul. Majelis hakim kemudian menunda persidangan, Kamis (24/9).

Dilansir sebelumnya, JPU menjerat terdakwa Andri Irvandi selaku Direktur  Capital Market PT SNP Finance serta Pemimpin Divisi Treasury PT Bank Sumut Maulana Akhyar Lubis dengan tindak pidana korupsi dan pencucian uang alias TPPU.

Kondisi keuangan PT SNP Finance sejak 2017 sebenarnya sudah seret. Data MTN kemudian dipoles sedemikian rupa seolah memiliki prospek bila ada pihak menanamkan investasinya. Surat berharga tersebut akhirnya dibeli PT Bank Sumut atas 'bantuan' sejumlah staf di MNC Sekuritas. 

Bank plat merah tersebut bukannya untung namun menimbulkan kerugian keuangan negara Rp202 miliar. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satu bulan Cai Changpan kabur, momentum pembenahan lapas
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah meminta Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly untuk be...
HTS siap sebutkan pihak yang terlibat dalam kasus dugan gratifikasi HK2 di Subang
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:12 WIB
Mantan pejabat BKPSDM Kabupaten Subang, Jawa Barat HTS yang kini ditahan KPK siap menjalani sidang t...
Soenarko tidak penuhi panggilan pemeriksaan dengan alasan `medical check up`
Jumat, 16 Oktober 2020 - 13:59 WIB
Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwal...
Polda pulangkan 10 tersangka kericuhan di Ternate
Jumat, 16 Oktober 2020 - 09:46 WIB
 Penyidik Dit Reskrimum Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) memulangkan 10 orang tersang...
Komisi III terus awasi kasus kaburnya napi narkoba hukuman mati Cai Changpan 
Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:27 WIB
Sudah sekitar satu bulan narapidana hukuman mati Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53) kabur dari Lemb...
Belum bernomor, UU Cipta Kerja digugat ke MK
Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:10 WIB
Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan dan belum tercatat dalam lembaran negara su...
Menaker imbau korban penipuan situs prakerja.vip lapor polisi
Senin, 12 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah mengimbau masyarakat yang menjadi korban penipuan sit...
Pakar hukum: UU Cipta Kerja cegah korupsi di birokrasi
Senin, 12 Oktober 2020 - 09:10 WIB
Pakar hukum dari Universitas Padjadjaran, Profesor Romli Atmasasmita menilai, Omnibus Law UU Cipta K...
TGPF Intan Jaya bukan tim pro yustitia
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 17:27 WIB
Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya mengklaim pihaknya bersifat netral dan bukan tim pro yu...
 DPO 2 Tahun, Tim Intel Kejatisu tangkap DPO korupsi irigasi Sorkam Barat di Tapanuli Utara
Kamis, 08 Oktober 2020 - 10:26 WIB
Tim Intelijen Kejati Sumatera Utara menangkap Hotman Simanjuntak tersangka kasus perkara dugaan koru...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV