Prodi Pendidikan Sejarah UNJ: Tidak benar, sejarah hanya perang dan jawa-sentris
Elshinta
Rabu, 23 September 2020 - 14:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Prodi Pendidikan Sejarah UNJ: Tidak benar, sejarah hanya perang dan jawa-sentris
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai rencana penyederhanaan Kurikulum 2013 bisa menjadi momentum Kemendikbud memperbaiki mata pelajaran Sejarah. Baik dari segi muatan kurikulum, materi pelajaran, maupun metode pembelajarannya.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti berpendapat, setidaknya ada tiga masalah pembelajaran sejarah saat ini. Pertama, kurikulumnya didominasi sejarah perang dan kekerasan, seperti Perang Bubat, Perang Diponegoro, dan Perang Padri. Kedua, kurikulum sejarah didominasi sejarah Jawa atau Jawa-sentris sehingga sejarah wilayah lainnya kurang mendapat tempat dan terkait metode pembelajaran yang cenderung hafalan.
 
Dalam webinar Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Prodi S1 Pendidikan Sejarah FIS UNJ bersama MGMP Sejarah Kabupaten Karawang, Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah UNJ, Humaidi Nadjihun, S. Pd, M. Hum mengatakan, pernyataan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti tidaklah benar. 

Menurut Humaidi, pembelajaran sejarah di sekolah saat ini sudah proporsional membahas sejarah luar jawa. "Siswa juga diajarkan mengenai sejarah kerajaan luar Jawa, Perang Tondano, Frans Seda, Frans Kaisiepo, Syarif Kasim, Kesultanan Aceh, Banjar, Ternate, Makassar dan sebagainya", katanya.

Humaidi juga menegaskan bahwa pembelajaran sejarah perang juga tidaklah dominan. "Sejarah itu mengajarkan apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya. Mengajarkan sejarah kedatangan kolonialisme, tanpa menyebut peperangan atau perlawanan, itu sama saja bahwa kita menerima kolonialisme dengan gembira", jelasnya. 

Dengan demikian, lanjut Humaidi, pembelajaran sejarah perang, karena merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Indonesia dan mustahil dihilangkan. 

"Namun, tidak perlu khawatir, porsi perang pun tidaklah banyak. Dalam pembelajaran, juga dibahas sejarah sosial, ekonomi, diplomasi dan kebudayaaan. Jadi, tidak melulu perang," ujarnya.

Webinar yang dihadiri 50 guru sejarah se Kabupaten Karawang ini juga membahas tentang bedah film sejarah yang disampaikan pembicara Drs. R. Wisnubroto, M.pd serta pembahasan sumber tulisan sebagai sumber sejarah lokal yang disampaikan oleh pembicara Drs. Abrar, M. Hum dan M. Hasmi Yanuardi, SS, M. Hum.

Kegiatan P2M ini merupakan kerjasama tahun kedua sebagai rangkaian kegiatan P2M Prodi Pendidikan Sejarah yang sudah berlangsung sejak 2019.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenag pastikan kenaikan dana BOS madrasah dan pesantren Rp890 miliar segera cair 
Senin, 19 Oktober 2020 - 12:11 WIB
Sempat tertunda, Kementerian Agama memastikan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sis...
Ringankan belajar daring, Komisi X DPR RI kucurkan PIP 25 ribu murid Lumajang-Jember
Minggu, 18 Oktober 2020 - 13:11 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Mohamad Nur Purnamasidi mengatakan, penanganan dampak Covid-19 bagi pendidi...
Satgas TMMD Ke-109 gelar lomba mewarnai gambar burung garuda tingkat SD
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:11 WIB
Untuk lebih memperkenalkan lambang negara Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak-ana...
AKFAR Yarsi Pontianak wisuda 187 mahasiswanya
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 12:55 WIB
Akademi Farmasi (AKFAR) Yarsi Pontianak, Kalimantan Barat menggelar Rapat Terbuka Senat,dalam rangka...
Kementerian ESDM serahkan  bantuan 3 pembangkit listrik pada UMM
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi...
 Bhabinkamtibmas di Majalengka, berbagi ilmu di Rumah Baca Lebah Madu
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 08:48 WIB
Salah satu yang rutin ia lakukan adalah mengunjungi Rumah Baca Lebah Madu yang berlokasi di Kelurah...
 Satgas Kemenag bantu pesantren terdampak Covid-19
Jumat, 16 Oktober 2020 - 11:15 WIB
Sejumlah santri di beberapa pesantren terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagai upaya penanganan, Keme...
Mendikbud minta guru penggerak hadirkan pembelajaran yang bermakna
Kamis, 15 Oktober 2020 - 16:49 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta para guru penggerak mengh...
Memprihatinkan, demo 13 Oktober diikuti sampai 806 pelajar
Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:43 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut aksi unjuk rasa tanggal 13 Oktober 20...
 Pemkot Bandung hadirkan TV Bandung 132, solusi belajar jarak jauh di masa pandemi
Kamis, 15 Oktober 2020 - 07:14 WIB
Belajar jarak jauh terkadang banyak kendala, selain sulitnya sinyal, juga ketersediaan kuota interne...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV