Status tanggap darurat pascabanjir bandang Sukabumi
Elshinta
Kamis, 24 September 2020 - 06:52 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Status tanggap darurat pascabanjir bandang Sukabumi
Pantauan udara pascabanjir bandang yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (21/9). Foto: BNPB

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang yang melanda tiga kecamatan, pada Senin (21/9) lalu. Bupati setempat menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung 21 September hingga 27 September 2020.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, dinas kabupaten terkait, sukarelawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat di lokasi. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan kaji cepat pascabencana. Tim gabungan juga melaksanakan upaya darurat lainnya seperti pertolongan, penyelamatan, pencarian dan evakuasi," demikian informasi disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, melalui laman resmi BNPB, Rabu (23/9). 

"Tim gabungan mendirikan dapur umum lapangan untuk melayani para penyintas. Mereka membagikan bahan baku makanan untuk diolah bersama. Operasional dapur umum ini dibantu oleh personel Polri dan sukarelawan," imbuh Raditya. 

Di samping itu, lanjut Raditya memaparkan, pembersihan material banjir bandang juga telah dilakukan secara manual dan alat berat sepaket dengan dump truck untuk mengangkut material dan lumpur. Pemerintah daerah setempat mengerahkan 2 unit milik Dinas PU Kabupaten Sukabumi 1 unit dan Kodim 1 unit. 

Sebelumnya dilaporkan, tiga warga hilang akibat terseret arus banjir. Dua warga telah ditemukan tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian. Pada Selasa (22/9) pagi, tim gabungan melakukan penyusuran wilayah di enam titik yang diperkirakan korban ditemukan. Tim gabungan telah menyusun rencana lanjutan untuk mencari korban hilang dengan membentuk 12 tim dan perluasan titik pencarian. Sedangkan korban luka, 10 warga telah dirujuk di rumah sakit setempat. 

Data sementara per Selasa (22/9), pukul 23.00 WIB, BPBD setempat mencatat tiga kecamatan terdampak dengan 11 desa dan 11 kampung. 

Dampak yang terjadi di setiap kecamatan akibat banjir bandang, di Kecamatan Cicurug melanda 5 desa dan 5 kampung, meliputi Desa Cisaat (Kampung Cipari), Pasawahan (Cibuntu), Cicurug (Aspol), Mekarsari (Kp. Nyangkowek dan Kp. Lio), dan Bangbayang (Perum Setia Budi).

Di Kecamatan Parungkuda melanda 2 desa dan 2 kampung, meliputi Desa Langensari (Kampung Bojong Astana) dan Kompa (Bantar). Kemudian di Kecamatan Cidahu melanda 4 desa dan 4 kampung), antara lain Desa Babakanpari (Kamping Bojong astana), Podokkaso Tengah (Bantar), Jayabakti (Cibojong), dan Cidahu. 

Hingga Selasa malam, total keluarga terdampak berjumlah 133 KK/431 jiwa, sedangkan sejumlah warga mengungsi ke saudara dan tetangga terdekat. 

Sementara itu, kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB mencakup rumah rusak berat (RB) 47 unit, rusak sedang (RS) 41, rusak ringan (RR) 45, jembatan RB 5 dan TPT 1.

Rumah RB di Kecamatan Cicurug sebanyak 36 unit, Cidahu 10 dan Parungkuda 1, sedangkan rumah RS di Kecamatan Cicurug 34 unit dan Cidahu 7 unit. 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengaktifkan pos komando (posko) untuk penyelenggaraan penanganan darurat bencana. Posko yang berada di area parkir membentuk bidang yang dibutuhkan untuk penanganan seperti media center, ruang kerja, gudang logistik dan ruang rapat. 

Sebelumnya diberitakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Citarik - Cipeuncit pada hari Senin, pukul 17.00 WIB, memicu banjir bandang di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Erupsi Gunung Sinabung, tiga kecamatan terkena dampak debu vulkanik
Jumat, 30 Oktober 2020 - 07:40 WIB
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Perangin-angi...
Pengungsi banjir Cilacap bertambah, cuaca masih ada potensi hujan lebat
Jumat, 30 Oktober 2020 - 06:51 WIB
Jumlah pengungsi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah menjadi 613 j...
BMKG: Hujan ekstrem masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah bagian selatan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:47 WIB
Hujan lebat hingga ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, khususnya...
Jalur rel yang tertimbun longsor di Banyumas sudah dibersihkan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:48 WIB
Petugas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto sudah membersihkan jalur rel yang terti...
Kapolres Subang ingatkan untuk waspada bencana di tengah pandemi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:32 WIB
Walaupun di tengah pandemi Covid-19, berhadapan dengan cuaca ekstrim harus tetap dilakukan waspada p...
Longsor gerus jalur selatan Jabar hubungkan Garut-Tasikmalaya
Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:54 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut menyampaikan, jalur selatan Jawa Barat (Jabar) yang...
BPBD: 22.000 jiwa terdampak banjir di Gunungputri Bogor 
Senin, 26 Oktober 2020 - 09:35 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan ada sebanyak 22.0...
Empat titik banjir bandang di Bandung rendam rumah warga
Senin, 26 Oktober 2020 - 09:22 WIB
Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Jawa Barat, menyatakan ada empa...
Erupsi Merapi 26 Oktober 2010, 353 orang tewas termasuk juru kunci Mbah Maridjan 
Senin, 26 Oktober 2020 - 08:20 WIB
Terus bergejolak sejak September 2010, Gunung Merapi akhirnya erupsi pada 26 Oktober 2010.
Gunung Sinabung luncurkan awan panas sejauh 1.500 meter
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:10 WIB
Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara meluncurkan awan pa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV