Hal-hal yang harus diperhatikan saat akan membeli barang mahal
Elshinta
Kamis, 24 September 2020 - 09:49 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
 Hal-hal yang harus diperhatikan saat akan membeli barang mahal
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/305FrYK

Elshinta.com - Belanja selalu menjadi aktivitas menyenangkan untuk sebagian besar orang. Membeli barang mahal bagi sebagian besar orang adalah gengsi tersendiri. Jika dilakukan dengan perencanaan yang matang, maka aktivitas belanja mahal seperti ini tidak akan menimbulkan masalah dalam keuangan.

Bukan hanya itu saja, pembelanjaan tanpa rencana seperti ini juga kerap menimbulkan penyesalan. Hindari kondisi seperti ini, pastikan selalu memiliki pertimbangan yang matang ketika berbelanja. Dihimpun dari berbagai sumber, perhatikan hal-hal ini sebelum berniat membelinya biar tak menyesal:

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan 
Cara paling mudah membedakan adalah dengan bertanya pada diri sendiri: Apakah ini benar-benar saya butuhkan? Bila jawabannya tidak, maka barang tersebut hanya keinginan semata. Bukan bagian dari kebutuhan yang benar-benar mendesak untuk segera diwujudkan.
 
Sebaliknya, bila akan mengalami kesulitan jika tidak memilikinya saat itu juga, maka barang tersebut adalah bagian dari kebutuhan. Keinginan sah-sah saja bila akan diwujudkan asalkan waktu untuk membelinya memang sudah direncanakan dan dalam momen yang tepat. Sehingga tidak untuk memenuhi gaya hidup saja. 

Pertimbangkan dengan matang 
Barang mahal selalu menjadi sesuatu yang menarik untuk dibeli dan dibawa pulang, bahkan meski tidak begitu membutuhkannya. Hindari pembelian yang seperti ini, sebab bisa menimbulkan masalah di dalam keuangan. 

Pastikan selalu mempertimbangkan dengan matang setiap pembelanjaan mahal yang dilakukan, sehingga barang mahal ini bisa memberikan manfaat maksimal. 

Takar kemampuan diri
Perilaku impulsif akan membuat otak berpikir keras untuk menghalalkan segala cara meraih sesuatu yang diinginkan. Takar kemampuan diri dengan seimbang. Lebih baik menunda untuk mendapatkannya daripada memaksakan diri. 

Selain akan dihinggapi penyesalan berujung stres, sebaiknya tahan nafsu belanja beberapa saat. Keputusan yang tak matang dan hanya menuruti keinginan pastinya membawa kerugian jangka panjang, misalnya utang.

Sesuaikan barang yang dibeli 
Jika sudah memiliki perencanaan pengeluaranmu maka sesuaikan barang yang dibeli sehingga sejalan dengan tujuan yang sudah ditetapkan. Tujuan ini bisa juga berarti mimpi yang ingin di capai dalam hidup. Dengan demikian akan lebih terarah dalam melakukan pengeluaran dan tidak boros untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan tujuan.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2EsZIQt

 

Dampak barang mahal 
Barang mewah dibedakan menjadi dua jenis yaitu yang hanya memberikan efek mewah saja dan ada juga bisa dijadikan sebagai investasi di masa yang depan. 

Sebaiknya jika hobi beli barang mewah dan mahal, perhatikan seberapa besar efek barang tersebut untuk kehidupannya dan apa akan menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang. Tapi jika barang yang dibeli dapat menambah pengalaman baru, membuka cakrawala berpikir, dan menambah pengetahuan, maka bisa dipertimbangkan. 

Realistis 
Memiliki barang mahal memang tidaklah salah. Tapi ingatlah saat harus bersusah payah mengumpulkan uang dengan waktu dan tenaga yang dimiliki. Tanyakan pada diri sendiri, apakah seimbang saat mengeluarkan untuk sebuah barang mahal? Sebaiknya berpikir ulang untuk realistis. Karena kebahagiaan hidup tidak ditentukan oleh bisa tidaknya membeli barang yang mahal.

Beli yang pasti dipakai
Sangat penting untuk memastikan bahwa barang yang dibeli bukan hanya sebagai pajangan semata di dalam lemari. Karena ini menandakan bahwa barang tersebut tidak sering terpakai. 

Bila barang yang itu ternyata hanya digunakan sesekali saja atau bahkan hanya sekali saja, sebaiknya pertimbangkan untuk mendapatkannya dengan cara menyewa atau meminjam pada teman yang memilikinya. Belilah sesuatu yang memang dibutuhkan dan akan sering dipakai, sehingga pembelian ini tidak hanya sebuah pemborosan saja.

Bukan untuk pamer 
Dampak buruk media sosial adalah memberi banyak masalah bagi mereka yang selalu ingin eksis atau bahkan mudah terprovokasi untuk mengikuti tren. Beberapa orang yang aktif di media sosial umumnya akhirnya jadi lebih konsumtif untuk mendukung eksistensi mereka atau bahkan sekadar menjaga gengsi.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3i66J7P

Membeli barang yang belum dimiliki
Belanja barang mahal mungkin tidak akan bisa dilakukan sesuka hati, karena akan menguras kantong. Selain mempertimbangkan kondisi keuangan, pastikan juga bahwa barang yang akan dibeli memang belum punya.

Jangan karena merek
Menggunakan produk dari merek ternama tentu saja akan memberi kepuasan dan juga gengsi tersendiri bagi yang memakainya. Namun tidak selalu tepat bagi setiap orang, terutama jika produk itu bahkan tidak memberikan manfaat bagi pemakainya. 

Jangan pernah memaksakan diri untuk membeli barang bermerek hanya karena ingin terlihat keren dan berbeda dari yang lainnya. Padahak kondisi keuangan tidak mendukung. 

Ikutan tren
Bagi orang yang suka mengikuti tren dan membeli berbagai produk terkini, tentu akan memiliki banyak koleksi barang tersebut. Padahal tren akan terus berkembang dan berganti seiring dengan berjalannya waktu. 

Bisa dibayangkan, berapa banyak uang yang harus dihabiskan untuk mengikuti perkembangan tren? Sebaiknya hindari untuk membeli barang mahal hanya karena sesuai dengan tren musiman saja.

Beli yang harganya lebih terjangkau
Barang bermerek sudah tentu mahal, apalagi ketika dibeli saat pertama kali dipasarkan. Jika ada barang sejenis dari merek yang berbeda, maka bisa saja dijadikannya sebagai pertimbangan. Tak ada salahnya membeli yang seperti ini, apalagi jika selisih harganya juga lumayan jauh. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saran dokter untuk pencinta `high heels`
Kamis, 22 Oktober 2020 - 17:46 WIB
Pakar gizi medik dari FKUI-RSCM, Prof. Saptawati Bardosono menyarankan Anda menurunkan ketebalan sep...
Kemenko Perekonomian: Transaksi e-commerce 2020 meningkat
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:26 WIB
Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan SDM Kemenko Perekonomian Mira Tayyib...
 Hal-hal yang harus diperhatikan saat akan membeli barang mahal
Kamis, 24 September 2020 - 09:49 WIB
 Belanja selalu menjadi aktivitas menyenangkan untuk sebagian besar orang. Membeli barang mahal bag...
Ini alasan mengapa window shopping memiliki banyak manfaat
Kamis, 17 September 2020 - 10:03 WIB
Bukan terkesan pelit atau hanya sekadar ingin coba-coba. Tujuan window shopping bukan ingin menghabi...
Ini alasan mengapa tidak perlu malu membeli barang bekas
Kamis, 10 September 2020 - 09:31 WIB
Salah satu cara untuk menekan pengeluaran adalah dengan membeli barang-barang bekas atau preloved. ...
 Bagaimana cara menghemat belanja make up?
Kamis, 03 September 2020 - 10:13 WIB
Tidak semua produk make up yang ada saat ini harus dimiliki semuanya, cukup membeli make up yang dib...
 Ternyata ada manfaatnya mengajak anak belanja bersama
Kamis, 27 Agustus 2020 - 09:27 WIB
Terkadang orang tua enggan mengajak anak belanja ke supermarket karena anak suka minta macam-macam d...
 Cara beli sepatu online agar tidak salah ukuran
Kamis, 13 Agustus 2020 - 10:34 WIB
Belanja sepatu lewat online shop memberi banyak pilihan yang menawarkan model dan motif yang beragam...
 Rahasia cara membeli barang bekas agar tak menyesal
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:17 WIB
Banyak orang yang merasa malu membeli barang bekas. Padahal membeli barang bekas adalah salah satu c...
Cara aman COD ketika belanja online
Kamis, 30 Juli 2020 - 10:02 WIB
Sistem COD dianggap aman karena meminimalisir risiko penipuan tapi tetap memiliki celah untuk tinda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV