KKP dorong Tulungagung Jatim jadi wisata patin terintegrasi
Elshinta
Sabtu, 26 September 2020 - 09:57 WIB |
 KKP dorong Tulungagung Jatim jadi wisata patin terintegrasi
Ilustrasi-Ikan patin. Foto Antara

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjadi daerah destinasi wisata perikanan yang terintegrasi dengan pengembangan pengelolaan komoditas ikan patin.

"Saya usul desa di Tulungagung ini jadi desa wisata untuk khusus patin. Jadi mulai dari indukan, usaha pembenihan, usaha pembesaran, usaha pakannya secara mandiri, usaha pengolahan, dan usaha kuliner, semuanya kita rangkai menjadi satu kesatuan," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (26/9).

Sjarief menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan panen Patin Perkasa (Patin Super Karya Anak Bangsa), Kamis (24/9), di Tulungagung, Jawa Timur, secara daring.

Selain itu, Sjarief juga mengusulkan untuk dilakukan harmonisasi tanam, yakni pengaturan waktu dalam melakukan penebaran benih. Dengan demikian, ke depannya tidak terjadi penebaran benih dan panen dalam waktu yang bersamaan.

"Jadi antar satu kawasan kita pisahkan tanam setiap dua minggu sekali misalkan. Maka kita bisa mengharapkan setiap kawasan akan panen dua minggu sekali. Kalau sudah jadi maka keseluruhan kebutuhan patin Tulungagung akan terpenuhi dengan seperti itu," katanya.

Menurut dia, hal tersebut bisa membuat harga menjadi lebih stabil, serta diharapkan dapat menjadi semacam model ekonomi untuk desa ini dan menjadi contoh bagi yang lain.

Sebagai informasi, Patin Perkasa merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, Subang, Jawa Barat, di mana salah satu lokasi riset berada di Tulungagung.

"Berbeda dengan patin biasa, Patin Perkasa memiliki bebagai keunggulan," kata Peneliti BRPI Evi Tahapari.

Ia mengungkapkan, berbagai keunggulan tersebut antara lain tingkat pertumbuhan lebih cepat 16,61-46,42 persen; produktivitas lebih tinggi 11,27–46,41 persen, dan rasio konversi pakan lebih rendah 5,6-16,3 persen.

Keunggulan lainnya adalah Harga Pokok Produksi (HPP) lebih rendah 4,45–17,92 persen; serta B/C ratio pembesaran lebih tinggi 14,71-48,48 persen.

Menurut Evi Tahapsri, sebelum tahun 2010, perkembangan patin sangat heterogen di Indonesia, serta terjadi pertumbuhan yang berbeda-beda di berbagai lokasi di Indonesia.

"Seiring dengan perkembangan patin di Indonesia, masyarakat yang sudah bisa melakukan pemijahan sendiri menjadi tidak terkendalikan. Akibatnya terjadi penurunan genetik dan sejak pertama patin masuk ke Indonesia Tahun 1972 belum ada upaya untuk memperbaiki genetik tersebut," paparnya.

Untuk itu, ujar dia, pada 2010-2017, tim penelitian melakukan seleksi ikan patin, dengan benih yang berasal dari Sukamandi, Jambi, dan Palembang, sebanyak dua generasi.

Hasilnya, masih menurut Evi, sangat bagus, yakni respon seleksi menunjukkan angka 38,86 persen, sudah memenuhi persyaratan respon seleksi minimal 30 persen.

Ia mengemukakan, hasil uji lapangan ikan patin di empat lokasi, yaitu Tulungagung, Kuningan, Bandar Lampung, dan Sukamandi, ternyata memberikan berbagai keunggulan dibanding patin biasa yang selama ini terdapat di masyarakat, demikian Antara. (Anj) 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sri Mulyani ingin pejabat Kemenkeu bagikan pengalaman lewat buku
Senin, 26 Oktober 2020 - 12:02 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan para pejabat Kementerian Keuangan membagikan ilm...
Rupiah masih stagnan seiring belum ada titik temu stimulus AS
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:47 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (26/10) pagi, bergerak sta...
IHSG bergerak naik, awali pekan perdagangan pendek
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:33 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/10) pagi, bergerak naik men...
Solusi dari koperasi di tengah pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 08:49 WIB
Di tengah pandemi, jika koperasi diberdayakan secara konsisten, koperasi bisa menjadi angin segar da...
IHI: BBM RON rendah sebabkan beban kesehatan dan lingkungan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:25 WIB
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) RON rendah tidak hanya memunculkan dampak buruk terhadap lingkun...
Transaksi UKM Virtual Expo sudah capai Rp1,6 miliar
Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:46 WIB
Jumlah transaksi penjualan pada UKM Virtual Expo 2020 yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil Meneng...
Masuki pekan pendek, ini proyeksi IHSG untuk perdagangan Senin besok 
Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:35 WIB
Pekan depan, perdagangan pasar modal  di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya akan berlangsung dua sela...
Gempa Pangandaran tidak ganggu fasilitas dan layanan Pertamina
Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:45 WIB
PT Pertamina menyampaikan, gempa bumi yang berpusat di laut Pangandaran hingga mengguncang daerah la...
AS nyatakan sambut positif UU Cipta Kerja
Minggu, 25 Oktober 2020 - 09:39 WIB
Chief Executive Officer Development Finance Corporation (DFC) Amerika Serikat, Adam Boehler menyambu...
Menaker jamin UU Cipta Kerja tetap sejahterakan pekerja
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:10 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjamin bahwa Undang-undang (UU) Cipta Kerja tetap menyejahter...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV