Pemerintah dorong infrastruktur untuk pengembangan KEK Galang Batang
Elshinta
Minggu, 27 September 2020 - 07:40 WIB |
Pemerintah dorong infrastruktur untuk pengembangan KEK Galang Batang
Kawasan PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepri.

Elshinta.com - Pemerintah terus mendorong pembangunan wilayah di antaranya melalui percepatan pembangunan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau.

Pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan mencakup utilitas kawasan, refinery alumina dan pembangkit listrik untuk mendukung ekspor perdana satu juta ton smelter grade alumina (SGA) pada 2021.

"Sebelumnya kita hanya mengekspor bauksit, sekarang (SGA) bisa diproduksi di sini," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (26/9).

Airlangga saat mengunjungi KEK Galang Batang memastikan kehadiran kawasan ini sudah memberikan dampak positif terhadap perekonomian sekitar.

Realisasi investasi di kawasan ini, sampai September 2020, adalah sebesar Rp11 triliun dengan penyerapan tenaga kerja dalam tahap pembangunan sebesar 3.500 orang.

"Ini luar biasa dan diharapkan bisa terus bertambah serta memberikan multiplier effect yang lain," kata Airlangga selaku Ketua Dewan Nasional KEK.

Ia pun menggarisbawahi pendekatan pengembangan kawasan yang tidak hanya mendirikan industri aluminium atau alumina saja, melainkan juga industri tekstil.

"Jadi ini adalah pendekatan yang unik dan tidak banyak dilakukan di berbagai pabrik lain. Bapak-bapak yang pria bekerja di pabrik baja, sedangkan yang wanita bisa bekerja di pabrik tekstil," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Airlangga juga memberikan apresiasi kepada PT Bintan Alumina Indonesia atas komitmennya sebagai pengembang kawasan dan juga investor utama KEK Galang Batang.

"Saya ucapkan selamat dan menunggu kapan bisa diresmikan karena aluminium adalah bahan yang banyak digunakan berbagai sektor bahkan sekarang otomotif pun sebagian menggunakannya," katanya.

KEK Galang Batang merupakan salah satu KEK yang bertema industri dan menjadi contoh KEK yang berkembang baik dan bisa dijadikan model untuk KEK lainnya.

Lokasi KEK ini sangat strategis yaitu terletak di Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional, serta berhadapan dengan Singapura serta Malaysia.

KEK Galang Batang diproyeksikan menjadi kawasan dengan kegiatan utama yakni industri pengolahan bauksit dan turunannya.

Perkiraan nilai investasi di kawasan ini mencapai Rp36,25 triliun dengan penyerapan tenaga kerja paling tidak sebanyak 23.200 orang, sampai dengan 2027.

Nilai investasi itu dapat bertambah hingga 5,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp77 triliun yang berarti proyek ini telah mengakomodasi potensi terciptanya nilai tambah yang besar.

Produksi bauksit Indonesia dalam satu tahun bisa mencapai 40 juta ton. Pengolahan bauksit menjadi alumina memberi nilai tambah sekitar 5-13 kali lipat bila diolah menjadi alumunium, demikian Antara. (Anj)

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sri Mulyani ingin pejabat Kemenkeu bagikan pengalaman lewat buku
Senin, 26 Oktober 2020 - 12:02 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan para pejabat Kementerian Keuangan membagikan ilm...
Rupiah masih stagnan seiring belum ada titik temu stimulus AS
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:47 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (26/10) pagi, bergerak sta...
IHSG bergerak naik, awali pekan perdagangan pendek
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:33 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/10) pagi, bergerak naik men...
Solusi dari koperasi di tengah pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 08:49 WIB
Di tengah pandemi, jika koperasi diberdayakan secara konsisten, koperasi bisa menjadi angin segar da...
IHI: BBM RON rendah sebabkan beban kesehatan dan lingkungan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:25 WIB
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) RON rendah tidak hanya memunculkan dampak buruk terhadap lingkun...
Transaksi UKM Virtual Expo sudah capai Rp1,6 miliar
Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:46 WIB
Jumlah transaksi penjualan pada UKM Virtual Expo 2020 yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil Meneng...
Masuki pekan pendek, ini proyeksi IHSG untuk perdagangan Senin besok 
Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:35 WIB
Pekan depan, perdagangan pasar modal  di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya akan berlangsung dua sela...
Gempa Pangandaran tidak ganggu fasilitas dan layanan Pertamina
Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:45 WIB
PT Pertamina menyampaikan, gempa bumi yang berpusat di laut Pangandaran hingga mengguncang daerah la...
AS nyatakan sambut positif UU Cipta Kerja
Minggu, 25 Oktober 2020 - 09:39 WIB
Chief Executive Officer Development Finance Corporation (DFC) Amerika Serikat, Adam Boehler menyambu...
Menaker jamin UU Cipta Kerja tetap sejahterakan pekerja
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:10 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjamin bahwa Undang-undang (UU) Cipta Kerja tetap menyejahter...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV