Amuba pemakan otak manusia bikin heboh di Texas
Elshinta
Senin, 28 September 2020 - 19:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Amuba pemakan otak manusia bikin heboh di Texas
Sumber foto: https://bit.ly/3mWMo8r/elshinta.com. 

Elshinta.com - Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, telah mengumumkan status bencana kota dan memperingatkan penduduk di sana untuk tidak menggunakan air keran setelah amuba pemakan otak manusia ditemukan telah menginfeksi pasokan air.

Pihak berwenang sudah diinformasikan soal masalah ini pada Selasa (8/9/2020) waktu setempat, ketika seorang bocah laki-laki bernama Josiah McIntyre (6) meninggal pasca menelan amuba naegleria fowleri, yang berasal dari selang di rumahnya dan saat ia bermain air di luar ruangan.

Ibu Josiah kembali mengatakan menanggapi kematian putranya, “Dia adalah kakak yang sangat baik. Dia hanya mencintai dan peduli pada banyak orang. Saya marah, kesal dan sedih atas peristiwa ini,” tambah Castillo. 

Sementara itu, sampel uji dari kedua TKP kematian Josiah dan dari mobil damkar pusat kota Texas, yang dikirim ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, membenarkan adanya organisme amuba pemakan otak sebagai penyebab kematian tersebut.

“Kota Lake Jackson, kawasan Brazoria, Texas, menghadapi ancaman yang serius terhadap kehidupan, kesehatan dan perumahan karena air minum yang terkontaminasi amuba pemakan otak manusia,” ungkap Wali Kota tersebut dalam pengumuman daruratnya kepada Gubernur negara bagian Greg Abbott mengutip pmjnews dari ABC. 

“Saya telah memutuskan bahwa peristiwa ini begitu parah dan miliki dampak yang besar sehingga hal ini berada di luar kemampuan kota untuk mengendalikan,” tambah Wali Kota Bob Sipple.

Pengawasan Orang Tua 

Untuk diketahui, menurut CDC, pada umumnya amuba akan mati 97 persen saat tertelan melalui hidung atau amuba tidak dapat bertahan dalam asam lambung manusia, karena itu tidak memiliki resiko yang berarti.

Warga Amerika khususnya Texas juga diberitahu agar orang tua tidak mengizinkan anak-anak mereka untuk bermain dengan selang air atau alat penyiram tanpa pengawasan.

Namun amuba naegleria fowleri bila tertelan akan menimbulkan gejala. Seperti, demam, mual, muntah, sakit kepala, dan leher kaku. Kebanyakan orang meninggal dalam waktu seminggu.

Pejabat AS Yakinkan Warganya
 
Pejabat kota berusaha untuk meyakinkan penduduk bahwa sistem air secara historis telah sesuai dengan semua persyaratan negara bagian dan federal, dengan mengutip CDC yang menyebutkan hal itu merupakan “anomali” dengan timbulnya naegerlia fowleri dan tingkat klorin yang tinggi dalam sistem air.

Namun demikian, tersiar  kabar amuba naegerlia itu muncul dari sejumlah bahan kimia yang dibuang ke sistem saluran air.

Sementara, petugas CDC mengatakan masyarakat tidak perlu panik karena amuba naegerlia akan mati jika terkena cairan disinfektan. “Perusahaan air minum dapat meningkatkan kadar disinfektan dan menyiramkannya untuk menghilangkan amuba Naegleria. Tetapi rasa air jernihnya telah hilang rasa atau berbau kimiawi yang kuat, namun air Anda kembali normal sesuai standar kesehatan”.

Saat ini 27.500 penduduk kota Texas khawatir dengan berita tentang pasokan air yang berpotensi mengandung amuba naegleria, usai kematian Josiah McIntyre yang berusia enam tahun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Malaysia laporkan 1.240 kasus COVID-19 dengan tujuh kematian
Senin, 26 Oktober 2020 - 20:19 WIB
ementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan pada Senin hingga pukul 12.30 waktu setempat bahwa te...
Vaksin COVID-19 buatan Oxford ciptakan respons imun pada lansia
Senin, 26 Oktober 2020 - 19:48 WIB
 Calon vaksin COVID-19 buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc mampu memproduksi kekebalan t...
Google kucurkan  Rp11,7 miliar berantas hoaks di Indonesia
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:18 WIB
Google melalui lembaga filantropis Google.org mengumumkan hibah 800.000 dolar AS atau sekitar Rp11,7...
WHO tangkal informasi menyesatkan COVID-19 lewat Wikipedia
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:31 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya menangkal informasi menyesatkan tentang COVID-19 lewat Wik...
552 pekerja migran ilegal dipulangkan dari Malaysia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:19 WIB
Sebanyak 552 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dipulangkan dengan menggunakan pesawat carter dar...
137 OTG teridentifikasi positif COVID-19 di Xinjiang
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:31 WIB
Sedikitnya 137 orang tanpa gejala teridentifikasi positif COVID-19 di Daerah Otonomi Xinjiang pada M...
Bom bunuh diri di pusat pendidikan Kabul tewaskan 24 orang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:47 WIB
ebuah bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan 24 orang ...
Infeksi corona meningkat, Jerman ingatkan lagi agar hindari kontak
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:23 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Sabtu mengingatkan kembali masyarakat Jerman agar membatasi konta...
Lembaga Brazil impor vaksin COVID-19 China yang ditolak Bolsonaro
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:48 WIB
Badan pengawas kesehatan Brazil, Anvisa, pada Jumat (23/10) mengizinkan lembaga biomedis Butantan...
Emas naik tipis
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:53 WIB
Emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound tipis dari penuruna...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV