Temuan benda cagar budaya di Kandangan Kediri diduga komplek permukiman kuno
Elshinta
Senin, 28 September 2020 - 20:46 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Temuan benda cagar budaya di Kandangan Kediri diduga komplek permukiman kuno
Sumber foto: https://bit.ly/2S4Zz93/elshinta.com

Elshinta.com - Pasca penemuan benda-benda yang diduga peninggalan Kerajaan Panjalu, pemerhati sejarah Kabupaten Kediri langsung melakukan survey di lokasi temuan. Berdasarkan pengamatan, kuat dugaan benda – benda tersebut berupa lesung, peralatan rumah tangga, gerabah, serta terowongan bawah tanah. Dari temuan itu diindikasikan bahawa, lokasi tersebut merupakan komplek pemukiman yang padat penduduk.

Novi Bahrul Munib, pemerhati sejarah Kabupaten Kediri mengatakan, secara kontekstual memang daerah Jerukwangi dan Kandangan banyak ditemukan benda – benda bersejarah, terutama temuan dari masa Kerajaan Panjalu, seperti contohnya jobong sumur yang saat ini berada di Balai Desa Kandangan adalah peninggalan masa kerajaan Jayabaya, bahkan berdasar dari laporan Belanda pernah ditemukan Prasasti Kandangan atau yang dikenal dengan Prasasti Kusmala yang saat ini berada di museum Airlangga Kota Kediri.

Dari Prasati Kusmala tersebut didapat informasi menarik yaitu pembangunan Bendungan Kusmala oleh Sanga Panji Pupon, dan karena bandungan itulah mendapatkan manfaat yang besar terhadap kerajaan, yaitu membuat makmur masyarakat di timur Kota Dhaha, sehingga oleh Raja Matahun yang merupakan bangsawan dari Kerajaan Majapahit diberikan anugerah hadiah kepada Sanga Panji Pupon dan masyarakat disekitar bendungan kusmala kaitannya untuk merawat bendungan kusmala. “Atas temuan situs Jerukwangi tersebut ada indikasi berkaitan dengan bendungan kusmala”, ungkap Novi.

Novi seperti dikutip dari beritajatim, menambahkan, kuatnya indikasi keterkaitan penemuan prasasti Kusmala dengan situs Jerukwangi adalah Desa Jerukwangi dan Kandangan berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Konto, sehingga kemungkinan besar bangunan bendungan yang ada hubungan dengan instalasi kearian tersebut berada di sekitar DAS kali konto yang merupakan salah satu instalasi untuk mengendalikan aliran sungai konto untuk dimanfaatkan masyarakat yang backgroundnya saat itu adalah petani.

Sementara dilihat dari indikator lain berupa temuan keramik, ada indikasi masa kerajaan Majapahit, dan Panjalu sehingga kemungkinan pemukiman di Jerukwangi tersebut berada dari masa Panjalu diteruskan masa Majapahit akhir dan itu bisa dibuktikan dari temuan prasasti atau angka tahun yang ada di sekitar Jerukwangi dan Kandangan, dan untuk temuan terowongan yang berada di bawah temuan struktur bata, sehingga diyakini terowongan tersebut ada dua kemungkinan fungsinya, yakni sebagai drainase pemandian dari pemukinan serta untuk sarana irigasi pertanian. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tingkatkan imunitas di tengah pandemi ala Subang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:56 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, Jawa Barat dalam upaya pencegahan Covid-...
Satgas Covid-19: Belum ada temuan baru klaster ekonomi di Kota Bandung
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:46 WIB
Sampai saat ini tidak ada temuan kasus covid-19 dari klaster ekonomi di Kota Bandung.
 Danrem 172/PWY dukung deklarasi P5 di Jayapura
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:35 WIB
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan mendukung secara penuh rencana deklarasi wadah Pe...
Masyarakat Bonggo Papua dapat menikmati listrik 24 jam
Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:46 WIB
PLN resmi meningkatkan jam nyala listrik untuk lima distrik di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua yakni...
Bupati Bekasi: Santri adalah aset pemerintah daerah
Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:28 WIB
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menyatakan santri adalah aset milik pemerintah daerah yang kontribus...
Ahli Epidemiologi sebut pembatasan COVID-19 bisa dilonggarkan perlahan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:55 WIB
Ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono menyebut, pembatasan sosial berskala besar (PSB...
Indonesia targetkan 10 persen perairan jadi kawasan konservasi 2030
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:17 WIB
Pemerintah menargetkan 10 persen daerah perairan nasional menjadi kawasan konservasi pada 2030, sehi...
Pemerintah siapkan Indonesia jadi pusat produsen halal dunia
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:00 WIB
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Namun, saat ini Indonesi...
Presiden: Pandemi COVID-19 tak hambat upaya Pemerintah lakukan reformasi struktural
Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:42 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan, regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit masih menjadi ken...
Presiden yakini perekonomian Indonesia akan pulih
Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:24 WIB
Presiden Joko Widodo meyakini perekonomian Indonesia, yang mengalami kontraksi akibat pandemi COVID-...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV