PLN operasikan pembangkit listrik tenaga sampah di Bangka
Elshinta
Selasa, 29 September 2020 - 13:57 WIB |
PLN operasikan pembangkit listrik tenaga sampah di Bangka
Pekerja memeriksa pengoperasian mesin instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu di Bekasi, Jawa Barat. Foto: Antara.

Elshinta.com - Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Wilayah Bangka Belitung berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Pulau Tinggi, Bangka Selatan.

“Puji Syukur saat ini kita bisa membawa pelet sampah untuk kita uji coba di Pulau Tinggi yang sejuk, dan hijau ini. Bijih sampah yang sumbernya dari masyarakat diolah menjadi energi listrik. Ini adalah sumber yang terbarukan," jelas Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi dalam informasi tertulisnya di Jakarta, Selasa (29/9).

Agung menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan mesin berkapasitas 16 kW yang dapat mengolah bijih sampah menjadi gas sintetik. Selanjutnya masuk ke dalam mesin PLTG gas sehingga bisa mengeluarkan energi listrik.

“Dengan ini PLN berhasil melakukan penghematan biaya pokok penyediaan tenaga listrik, kalau sebelumnya pelanggan dilistriki menggunakan solar rata-rata sekitar Rp4.900 per 1 kWh kalau sekarang bisa jadi Rp1.400-an, jauh lebih murah," ujarnya.

Dengan pola operasi 24 jam, dibutuhkan 400 kg pelet sampah per hari, atau 12.000 kg pelet sampah per bulan, atau 144.000 kg pelet sampah per tahun. Hal ini berpotensi mengurangi timbunan sampah yang ada di masyarakat.

Saat ini KSM sekar rumpun mengolah rata-rata sekitar 100 kg sampah per hari. Dengan evaluasi secara periodik, kapasitas ini akan terus ditingkatkan seiring dengan terbentuknya skema tata niaga pengolahan sampah yang semakin baik.

Lebih dari itu, PLN berharap Pulau Tinggi dapat benar-benar green, yaitu disuplai dari sumber energi baru terbarukan.

Selama ini, sampah seolah menjadi persoalan yang tak ada habisnya. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat besaran jumlah timbunan sampah mencapai 67,8 ton per tahun. Sementara itu, estimasi massa sampah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 200 ribu ton per tahun. Camat Toboali, Sumindar mengatakan bahwa sampah tidak pernah tertata dengan baik.

“Semenjak pintu masuk pasar, sampai pintu akhir pasar, sampah itu tidak pernah tertata dengan baik. Ternyata semuanya dibuang ke laut. Kalau sampah ini setiap hari dibuang ke laut, maka saya yakin laut kita, masyarakat kita akan kotor sekali,” terang Sumindar.

Bersama dengan KSM Sekar Rukun, Sumindar menggerakkan masyarakat untuk mengumpulkan sampah, kemudian mengolahnya menjadi pelet. Sampah dikumpulkan dari pasar dan rumah tangga. Ada proses pemilahan di sana sampai selanjutnya diolah menjadi pelet sampah.

“Sampah kita pilah, ada sampah organik dan nonorganik. Sampah yang organik kita masukan ke dalam keranjang untuk dilakukan peyeumisasi dengan menyiramkan bioaktivator. Setelah lima hari, sampah akan mulai kelihatan padat dan berubah warna serta berubah bentuk," kata ketua KSM Sekar Rukun, Misdi.

Proses selanjutnya adalah mengolah peyeum-peyeum sampah tersebut menjadi pelet sampah.

“Setelah itu sampah digiling bersama-sama di dalam mesin penggilingan pertama kemudian masuk ke dalam mesin penggilingan kedua. Nah yang kedua itulah yang akan menjadi pelet. Pelet itu kita jemur sampai pada kekeringan paling tidak 80 persen-90 persen. Setelah kering, pelet kemudian dikemas ke dalam karung dan siap untuk ditimbang untuk dijadikan bahan bakar pembangkit,” jelas Misdi, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Nasionalisme suatu bangsa miliki semangat cinta Tanah Air 
Jumat, 23 Oktober 2020 - 16:25 WIB
Paham kebangsaan atau Nasionalisme suatu bangsa adalah dimilikinya kesadaran dan semangat akan cinta...
 Pemkab Magelang peroleh penghargaan Proklim ketiga kali
Jumat, 23 Oktober 2020 - 16:11 WIB
Untuk yang ketiga kalinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah meraih penghargaan Pr...
Mabes Polri tetapkan delapan orang jadi tersangka kasus kebakaran Kejagung
Jumat, 23 Oktober 2020 - 15:55 WIB
Bareskrim Polri dan tim gabungan menetapkan sebanyak delapan orang tersangka terkait kasus kebakaran...
Mendes PDTT ajak santri perkokoh tradisi pesantren
Jumat, 23 Oktober 2020 - 13:45 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri Hari Sa...
ACT ajak masyarakat hadapi Covid-19 lewat Aksi Bangkit Bangsaku
Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:42 WIB
ACT (Aksi Cepat Tanggap) mengajak seluruh masyarakat bergerak bersama melalui aksi Bangkit Bangsaku ...
Aster Panglima TNI serahkan paket sembako kepada petugas kebersihan
Kamis, 22 Oktober 2020 - 21:38 WIB
Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni dan Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga ...
 Buruh Subang tuntut Presiden Terbitkan Perppu
Kamis, 22 Oktober 2020 - 21:26 WIB
Sejumlah buruh Subang melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Kabupaten Subang menyuarakan penolakan UU C...
Aliansi BEM Purwakarta tolak deklarasi damai tolak anarkisme, kebencian dan hoaks
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:36 WIB
Aliansi BEM Purwakarta, Jawa Barat, menolak Deklarasi Damai Undang-Undang Omnibus Law yang diselengg...
Rp107 triliun anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional berhasil disalurkan oleh Kemensos
Kamis, 22 Oktober 2020 - 18:01 WIB
Kemensos berhasil salurkan Rp107,7 triliun anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) atau setara 83,...
Polda Sumut jalin kerjasama dengan PTPN lll
Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:36 WIB
Kapolda Sumut melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Pedoman Kerja antara PTPN III (Perse...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV