Wamenag: Tudingan pemerintah tindas Islamis tidak benar
Elshinta
Selasa, 29 September 2020 - 14:12 WIB |
Wamenag: Tudingan pemerintah tindas Islamis tidak benar
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. Foto: Antara.

Elshinta.com - Wakil Menteri Agama menolak tudingan Profesor Australian National University (ANU), Greg Fealy, bahwa Pemerintah Indonesia tidak ramah terhadap keberagaman dan represif terhadap kaum Islamis.

"Penggunaan istilah 'Islamisme' oleh Greg Fearly keliru atau kurang tepat. Apalagi mencontohkannya dengan celana cingkrang dan cadar," kata Wamenag Zainut kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/9), seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan pemerintah mendukung penuh segala bentuk aktivitas umat beragama yang mengarah pada penguatan pemahaman, pengamalan dan penghayatan nilai-nilai agamanya. Tidak hanya Islam, tapi semua agama.

Adapun Fealy mendasarkan penilaiannya setelah melihat penerbitan berbagai aturan diskriminatif di lembaga milik pemerintah Indonesia. Fealy mencontohkan kebijakan diskriminatif itu seperti larangan cadar dan cingkrang bagi ASN serta adanya beberapa Islamis yang disingkirkan dari posisi strategis atau ditolak promosi.

Zainut mengatakan Indonesia bukan negara agama, juga bukan negara sekuler. Indonesia adalah negara yang masyarakatnya dikenal sangat religius.

Nilai dan ekspresi keberagamaan, kata dia, sangat mewarnai relasi antara agama dan negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Hal itu tidak mungkin dibatasi, apalagi diingkari dan direpresi," katanya.

"Upaya meningkatkan kehidupan keagamaan justru terus dilakukan oleh negara melalui Kementerian Agama yang bersinergi dengan ormas, majelis dan lembaga keagamaan." katanya.

Ia mengatakan Indonesia dan berbagai negara menghadapi tantangan infiltrasi paham transnasional, baik liberalisme, sekularisme maupun ekstrimisme. Infiltrasi nilai-nilai yang berpotensi merusak tatanan kemasyarakatan Indonesia yang religius perlu diantisipasi. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah penguatan toleransi dan pengarusutamaan moderasi beragama.

"Jadi bukan Islamisme. Yang kita mitigasi dan antisipasi adalah berkembangnya paham dengan tiga karakter, yaitu anti-Pancasila dan NKRI, ekstrem dan anarkis sehingga sampai menistakan nilai-nilai kemanusiaan, serta intoleran, terjebak pada klaim kebenaran dan fanatisme kelompok," katanya.

Wamenag mengatakan survei Balitbang-Diklat Kemenag, sejak 2015-2019, angka rata-rata indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) selalu berada di atas angka 70 atau kategori tinggi. Indeks KUB tahun 2019 pada angka 73,83.

"Indeks ini memperlihatkan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia adalah baik dan itu yang terus dijaga pemerintah dan masyarakat," kata dia. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Akumulasi Covid-19 di Subang jadi 306 kasus
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:36 WIB
Akumulasi jumlah kasus positif di Subang, Jawa Barat bertambah 11 orang menjadi 306 orang. Dikatakan...
Survei kepuasan publik sebut kinerja Jaksa Agung memuaskan
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:38 WIB
Hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Review (IPR) terhadap kinerja para menteri kabi...
BMKG sebut badai tropis berpotensi terbentuk di laut selatan Jawa
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:25 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan bahwa badai tropis yang be...
 Kabaharkam Polri ajak perangkat desa kembangkan inovasi
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:11 WIB
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi DP...
Pesantren diharapkan ikut memutus rantai penyebaran COVID-19
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:47 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara Terbit Rencana PA, mendukung sekaligus memberikan motivasi kepada par...
Presiden ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada para dokter
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:38 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada para dokter yang menjadi ga...
 BPJS Kesehatan anugerahkan penghargaan bagi 15 jurnalis terbaik
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Sebagai wujud apresiasi terhadap jurnalis Indonesia yang telah mengedukasi masyarakat tentang Progra...
Kasus COVID-19 di klaster pesantren Garut bertambah, hingga 110
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:58 WIB
 Kasus COVID-19 dalam klaster pondok pesantren di Kabupaten Garut, Jawa Barat, bertambah hingga 110...
Peringatan Hari Dokter Nasional, ini pesan para dokter
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 11:47 WIB
Bertepatan dengan peringatan Hari Dokter Nasional yang jatuh setiap 24 Oktober, para tenaga kesehata...
Pelanggar protokol kesehatan didominasi kalangan muda
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, 70 persen lebih...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV