Tiga faktor penyebab Kota Bogor kembali ke zona merah
Elshinta
Rabu, 30 September 2020 - 07:41 WIB |
Tiga faktor penyebab Kota Bogor kembali ke zona merah
Wali Kota Bogor, Bima Arya saat mengumumkan perpanjangan PSBMK di Kota Bogor, Jawa Barat, hingga 13 Oktober 2020. Sumber foto: https://bit.ly/36jf2KU

Elshinta.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut Kota Bogor kembali berstatus zona merah atau memiliki risiko tinggi terhadap penularan COVID-19, mulai Senin (28/9), karena tiga faktor.

"Ketiga faktor tersebut adalah bagian dari 14 indikator yang menentukan zonasi suatu daerah," kata Bima Arya di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9), saat mengumumkan Pemerintah Kota Bogor memutuskan memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) selama dua pekan, mulai 29 September hingga 13 Oktober mendatang.

Menurut Bima Arya, ketiga faktor yang mengubah status zonasi Kota Bogor dari oranye menjadi merah adalah, pertama, meningkatnya jumlah kematian kasus positif COVID-19. 

"Pada sepekan kemarin, ada enam kasus positif yang meninggal dunia," katanya.

Berdasarkan data harian penanganan COVID-19 Kota Bogor, kata dia, dari jumlah kematian sekitar 80 persen adalah pasien kasus positif COVOD-19 dengan komorbid.

"Ini mengkonfirmasi bahwa orang dengan komorbid berisiko kematian lebih tinggi," jelasnya. 

Kedua, Tingkat kesembuhan kasus positif COVID-19 yang menurun.

"Meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga tingkat kesembuhan kasus positif lainnya menjadi menurun," ucapnya. 

Ketiga, tingkat keterisian tempat tidur dan kamar perawatan pasien kasus positif COVID-19 meningkat. "Seluruh rumah sakit di Kota Bogor memiliki 354 tempat tidur untuk perawatan pasien kasus positif COVID-19. Tingkat keterisiannya terus meningkat dan pada pekan ini mencapai 60 persen," katanya.

Bima menegaskan, Pemerintah Kota Bogor terus berupaya mencari solusi untuk menekan penyebaran COVID-19 sekaligus menurunkan tingkat risiko terhadap penularan COVID-19 atau menurunkan zonasi dari merah ke oranye hingga ke zona yang aman.

"Status zona merah atau zona oranye ini fluktuasi. Tapi kita harus fokus pada semua aspek, sambil mengevaluasi penanganannya," tuturnya, dikutip Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Akumulasi Covid-19 di Subang jadi 306 kasus
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:36 WIB
Akumulasi jumlah kasus positif di Subang, Jawa Barat bertambah 11 orang menjadi 306 orang. Dikatakan...
Survei kepuasan publik sebut kinerja Jaksa Agung memuaskan
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:38 WIB
Hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Review (IPR) terhadap kinerja para menteri kabi...
BMKG sebut badai tropis berpotensi terbentuk di laut selatan Jawa
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:25 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan bahwa badai tropis yang be...
 Kabaharkam Polri ajak perangkat desa kembangkan inovasi
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:11 WIB
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi DP...
Pesantren diharapkan ikut memutus rantai penyebaran COVID-19
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:47 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara Terbit Rencana PA, mendukung sekaligus memberikan motivasi kepada par...
Presiden ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada para dokter
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:38 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada para dokter yang menjadi ga...
 BPJS Kesehatan anugerahkan penghargaan bagi 15 jurnalis terbaik
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Sebagai wujud apresiasi terhadap jurnalis Indonesia yang telah mengedukasi masyarakat tentang Progra...
Kasus COVID-19 di klaster pesantren Garut bertambah, hingga 110
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:58 WIB
 Kasus COVID-19 dalam klaster pondok pesantren di Kabupaten Garut, Jawa Barat, bertambah hingga 110...
Peringatan Hari Dokter Nasional, ini pesan para dokter
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 11:47 WIB
Bertepatan dengan peringatan Hari Dokter Nasional yang jatuh setiap 24 Oktober, para tenaga kesehata...
Pelanggar protokol kesehatan didominasi kalangan muda
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, 70 persen lebih...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV