Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Elshinta
Rabu, 30 September 2020 - 10:19 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3igOZq4

Elshinta.com - Kram perut menjadi salah satu gejala menstruasi yang kerap merepotkan. Rasa kram disebabkan saat prostaglandin atau hormon lipis menyebabkan kontraksi otot rahim untuk melepaskan telur yang belum dibuahi dan dinding rahim. Tidak hanya menstruasi saja, ternyata ada berbagai penyebab kram perut lainnya pada wanita, mulai dari kondisi ringan hingga serius. 

Namun tak semua rasa kram perut disebabkan oleh menstruasi. Penyebab kram perut yang terasa menyakitkan dan di luar siklus menstruasi kemungkinan karena adanya masalah panggul lainnya yang perlu pemeriksaan lebih lanjut. Dihimpun dari berbagi sumber, berikut ini adalah penyebab kram perut yang bukan disebabkan karena menstruasi dan perlu diwaspadai:

Pramenstruasi
Salah satu ciri kram perut yang terjadi selama pramenstruasi (menjelang menstruasi) adalah munculnya rasa nyeri pada perut bagian bawah. Nyerinya bisa berdenyut, terasa seperti tertekan benda tumpul, atau terasa tajam.  

Kram perut karena datang bulan biasanya terjadi selama 5 sampai 11 hari menjelang menstruasi. Kram perut pramenstruasi juga bisa bertahan selama menstruasi. Menurut penelitian dari 90 persen wanita yang mengalami gejala PMS, sebanyak 20 persen di antaranya mengalami kram perut yang cenderung parah.

Gejala kehamilan
Kram perut bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Ketika embrio ditanamkan di dalam rahim sekitar 6-12 hari setelah pembuahan, maka wanita bisa mengalami kram ringan dan mengeluarkan bercak pendarahan. 

Masalah kehamilan
Masalah-masalah kehamilan, seperti kehamilan ektopik dan keguguran, juga dapat menyebabkan kram perut pada wanita. Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana janin tumbuh di luar rahim yang bisa membuat wanita merasakan kram di sisi perut bagian bawah. Sementara, keguguran bisa menyebabkan wanita mengalami kram yang berangsur parah dan pendarahan di vagina. 

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/3cHuUbq

Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana tubuh tidak mampu mencerna laktosa atau gula alami yang terdapat dalam susu atau produk susu. Ketika mengalami intoleransi laktosa, akan merasakan kram perut, diare, mual, kembung, dan perut bergas. Gejala tersebut biasanya muncul 30 menit sampai 2 jam setelah mengonsumsi laktosa.

Penyakit radang panggul
Wanita bisa mengalami kram perut karena penyakit radang panggul. Penyakit radang panggul adalah infeksi yang terjadi pada organ reproduksi wanita. 

Kondisi ini juga bisa menjadi komplikasi dari berbagai penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Selain kram perut, juga dapat mengalami keputihan berbau busuk, demam, nyeri saat buang air kecil, dan lainnya.

Endometriosis
Endometriosis juga dapat menjadi penyebab kram perut pada wanita. Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim menempel dan mulai tumbuh pada organ lain dalam tubuh. 

Normalnya, endometrium akan menebal menjelang masa ovulasi untuk mempersiapkan diri agar calon janin dapat menempel pada rahim, jika terjadi pembuahan. Ketika tidak terjadi pembuahan, endometrium ini akan luruh dan keluar bersama darah menstruasi.

Namun pada wanita yang mengalami endometriosis, jaringan dinding rahim yang meluruh tersebut tidak keluar melalui vagina, tetapi mengendap di sekitar organ reproduksi. Lama kelamaan, endapan ini akan menyebabkan peradangan, kista, atau jaringan parut. Inilah yang menjadi penyebab kram perut meskipun tidak sedang menstruasi.

Kram perut akibat endometriosis mirip seperti kram menstruasi, namun bisa terjadi kapan saja dalam satu bulan. Selain kram, wanita juga mungkin merasakan sakit punggung, nyeri ketika berhubungan seks, dan buang air besar yang menyakitkan. Masalah ini bahkan juga bisa mempersulit kehamilan.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/349m6ap

Kista ovarium pecah
Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang di dalam ovarium atau indung telur. Kista ini bisa pecah, namun umumnya kista ini tidak berbahaya dan bukanlah kanker. Kebanyakan kista ini akan hilang dengan sendirinya, namun terkadang bisa menyebabkan masalah sewaktu-waktu dan memerlukan penanganan yang tepat.

Jika mendadak kista ini pecah, kram dan nyeri di sisi manapun di bagian bawah perut akan terasa. Wanita juga bisa mengalami spotting dan nyeri punggung bawah.

Fibroid rahim
Fibroid rahim adalah kondisi saat adanya tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Beberapa gejalanya berupa kram perut, kembung, sakit saat berhubungan seks, dan rasa tertekan pada saluran kemih atau usus. Jika wanita memiliki fibroid yang tumbuh di dalam rahim, maka fibroid akan menekan lapisan rahim lebih kuat, terlebih menjelang masa menstruasi.

Menjelang peluruhan dinding rahim saat menstruasi, dinding rahim akan mendorong keluar lapisan dan akan merasakan kram di bagian perut. Untuk memastikan penyebab kram perut akibat fibroid rahim, segera konsultasikan pada dokter untuk menjalani prosedur USG.

Keloid
Wanita yang pernah mengalami operasi panggul atau perut, maka berisiko mengalami pertumbuhan jaringan parut (keloid) yang menyebabkan rasa sakit. Jaringan parut ini dapat menyebabkan organ di sekitarnya terasa kaku sehingga memicu trauma pada rahim. Hal ini biasanya disebabkan oleh kuret, operasi caesar, infeksi rahim, dan prosedur operasi lainnya.

Kanker ovarium
Rasa kram perut akibat kanker ovarium sering disalahartikan sebagai mulas karena sembelit atau perut kembung. Akan tetapi, kram perut ini lebih terasa di bagian perut bawah dan bertahan cukup lama. Untuk memastikan penyebab kram perut akibat kanker ovarium, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/36hSxGl

Penyakit inflamasi pelvis
Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau penyakit inflamasi pelvis merupakan infeksi bakteri di organ reproduksi. Infeksi ini terjadi karena bakteri menular seksual yang biasanya menyebar dari vagina ke rahim. 

Gejala PID kadang tak terdeteksi di stadium awal, namun jika mengalami nyeri di kedua sisi perut bagian bawah, punggung bawah, berdarah saat seks, dan keluar cairan berbau dari vagina, segera cek ke dokter.

Radang usus
Inflammatory bowel disease (IBS) atau radang usus yang terjadi karena adanya inflamasi kronis di saluran pencernaan. Meski penyebab pastinya belum diketahui, dipercaya bahwa kondisi ini entah bagaimana terkait dengan pola makan dan kadar stres. Pengidap IBS bisa merasakan nyeri yang amat sangat di perut kanan bawah atau bagian tengah dan bisa ringan hingga parah.

Mioma uteri 
Kram perut hebat dengan volume darah menstruasi yang banyak bisa jadi itu adalah mioma uteri. Tumor jinak ini tumbuh di dalam atau luar otot rahim. Mioma uteri sangat sering ditemukan, terutama pada wanita yang berusia 30-40 tahun. Nyeri perut yang dirasakan kemungkinan disebabkan oleh peradangan atau karena mioma menekan rahim.

Rasa nyeri sesudah pemasangan IUD
Hal ini bisa terjadi mungkin karena IUD yang dipasang kurang pas. Pada tiga bulan pertama paska pemasangan IUD, terjadinya kram perut bisa dianggap normal karena tubuh sedang beradaptasi dengan adanya benda asing ini.

Namun bila kram tak juga hilang atau tiba-tiba muncul, segera periksakan diri ke dokter kandungan untuk memastikan apakah IUD sudah terpasang dengan baik. 


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Analis kesehatan sebut krim bermerkuri berbahaya bagi janin
Minggu, 08 November 2020 - 16:15 WIB
Analis Kesehatan dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari Saty...
Kunjungi Langkat, Bappenas percepat upaya pencegahan stunting    
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:36 WIB
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berkunjung ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara da...
Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Ahli kandungan dari Klinik Hayandra dr Anggara Mahardika SpOG mengatakan terapi hormon pada perempua...
Sosialisasi pembinaan KB program non fisik TMMD 109 Kodim 1711/BVD
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:48 WIB
Kepala Puskesmas Mindiptana, Hendrikus Kamben didampingi Kepala Kampung Kakuna Bapak Ishak Tenot d...
Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Rabu, 30 September 2020 - 10:19 WIB
Tak semua rasa kram perut disebabkan oleh menstruasi. Penyebab kram perut yang terasa menyakitkan da...
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Jaga `mood` selama hamil dengan rajin olahraga
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Berolahraga ringan untuk para wanita hamil tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kebugaran tetapi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV