Harga minyak tergelincir, kasus COVID-19 tingkatkan kekhawatiran permintaan
Elshinta
Rabu, 30 September 2020 - 09:47 WIB |
Harga minyak tergelincir, kasus COVID-19 tingkatkan kekhawatiran permintaan
Kapal tanker bersandar pengilangan minyak, Bayonne, New Jersey, Amerika Serikat. (ANT/REUTERS/Lucas Jackson/aa.) - https://bit.ly/2Sc2LQo

Elshinta.com - Harga minyak jatuh lebih dari tiga persen ke level terendah dalam dua minggu, pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah kekhawatiran tentang prospek permintaan bahan bakar ketika Eropa dan Amerika Serikat bergulat dengan lonjakan baru infeksi virus corona.

Investor saham dan komoditas juga tetap berhati-hati menjelang debat pertama calon presiden AS antara Joe Biden dari Partai Demokrat dan petahana Donald Trump dari Partai Republik, pada Selasa (29/9) malam waktu setempat.

“Perdagangan yang lebih rendah hari ini umumnya mengikuti penurunan ekuitas,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November jatuh 1,40 dolar AS atau 3,3 persen, menjadi menetap di 41,03 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November berkurang 1,31 dolar AS atau 3,2 persen, menjadi ditutup pada 39,29 dolar AS per barel.

Penurunan harga tersebut terjadi menjelang rilis data persediaan minyak AS dari American Petroleum Institute (API) pada Selasa waktu setempat dan Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu yang diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah meningkat 1,6 juta barel pekan lalu.

Lebih dari satu juta orang di seluruh dunia telah meninggal karena COVID-19, menurut penghitungan Reuters, tonggak suram dalam pandemi yang telah menghancurkan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Kota New York akan mengenakan denda pada orang-orang yang menolak memakai masker ketika tingkat tes positif virus corona naik di atas tiga persen untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, kata Wali Kota Bill de Blasio pada Selasa.

"Lanskap COVID yang berkembang adalah risiko penurunan besar-besaran untuk harga minyak mentah," kata Craig Erlam, analis senior di OANDA.

Kepala rumah perdagangan terbesar di dunia itu memperkirakan pemulihan permintaan minyak melambat dan harga datar dalam beberapa bulan mendatang dan bahkan mungkin tahun-tahun mendatang.

Bentrokan antara Armenia dan Azerbaijan atas wilayah Nagorno-Karabakh juga membuat pasar gelisah. Jika konflik memanas, bisa mempengaruhi ekspor migas dari Azerbaijan.

Di Libya, sementara itu, ladang minyak Sarir telah memulai kembali produksinya, kepala perusahaan yang mengoperasikannya mengatakan pada Selasa, setelah pasukan timur mencabut blokade delapan bulan pada fasilitas energi tersebut, demikian Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
137 OTG teridentifikasi positif COVID-19 di Xinjiang
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:31 WIB
Sedikitnya 137 orang tanpa gejala teridentifikasi positif COVID-19 di Daerah Otonomi Xinjiang pada M...
Bom bunuh diri di pusat pendidikan Kabul tewaskan 24 orang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:47 WIB
ebuah bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan 24 orang ...
Infeksi corona meningkat, Jerman ingatkan lagi agar hindari kontak
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:23 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Sabtu mengingatkan kembali masyarakat Jerman agar membatasi konta...
Lembaga Brazil impor vaksin COVID-19 China yang ditolak Bolsonaro
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:48 WIB
Badan pengawas kesehatan Brazil, Anvisa, pada Jumat (23/10) mengizinkan lembaga biomedis Butantan...
Emas naik tipis
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:53 WIB
Emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound tipis dari penuruna...
Kasus COVID-19 harian Eropa berlipat ganda dalam 10 hari
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Kasus virus corona yang dilaporkan di Eropa lebih dari dua kali lipat dalam 10 hari, melewati 200.00...
Meksiko akan bayar efek samping vaksin COVID-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:30 WIB
Pemerintah Meksiko akan membayar untuk menutupi semua kewajiban yang timbul jika terdapat efek sampi...
Emas menguat didorong pelemahan dolar dan spekulasi stimulus AS
Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:57 WIB
Emas naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat kenaikan untuk hari kedua be...
UNICEF mulai amankan ratusan juta jarum suntik untuk vaksin COVID-19
Selasa, 20 Oktober 2020 - 17:20 WIB
UNICEF, badan PBB yang menyediakan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak, pada Senin (19/10) mengataka...
Ada nama jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:10 WIB
Nama Presiden Joko Widodo diabadikan sebagai sebuah nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV